• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

PADUSAN: Membersihkan Diri, Menyambut Ramadan dengan Hati yang Jernih

Editor Redaksi
20 Februari 2026
in Berita

JurnalPost.com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, beragam cara dilakukan oleh masyarakat dalam mempersiapkannya. Salah satunya ialah tradisi Padusan. Padusan adalah tradisi mandi di sumber air yang dilakukan oleh mayoritas masyarakat Jawa sebelum memasuki bulan Ramadan, yang merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki sejarah dan makna yang dalam. Lebih dari sekedar cara membersihkan tubuh, Padusan juga merupakan upaya untuk membersihkan jiwa secara spiritual, sebuah persiapan agar hati siap memasuki bulan suci dengan jiwa yang suci dan pikiran yang tenang. Istilah “padusan” berasal dari kata “adus” dalam bahasa Jawa, yang artinya mandi. Kata ini menunjukkan bahwa mandi adalah bagian utama dari tradisi ini, yang melibatkan pembersihan diri.

Sejarah Padusan dapat diruntut hingga masa kerajaan Mataram Kuno. Tradisi ini dulu dikenal dengan sebutan “amertabhujangga,” yang artinya “mandi di air suci.” Ritual ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan dilakukan oleh para raja dan bangsawan sebagai bagian dari praktik spiritual dan keagamaan mereka. Sebuah penelitian yang berjudul “Pandangan Masyarakat Mengenai Tradisi Padusan” menunjukkan bahwa di masa Kerajaan Majapahit, tradisi Padusan dilakukan oleh para ksatria, pujangga, brahmana, dan empu sebagai cara untuk membersihkan diri sebelum melakukan tugas dan tanggung jawab mereka. Air yang digunakan bukan sembarang air, melainkan air dari sumber mata air yang dianggap suci dan dipercaya memiliki kekuatan spiritual.

Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa Padusan mungkin terkait dengan peran Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Pada masa itu, Wali Songo menganggap Padusan sebagai momen yang tepat bagi setiap orang untuk memeriksa diri sendiri. Dengan berpikir dan mengevaluasi diri, seseorang diharapkan bisa membersihkan diri dari semua kesalahan dan kekhilafan, serta memperbarui niat untuk menjadi manusia yang lebih baik. Pemilihan mata air sebagai tempat Padusan pada masa itu juga memiliki alasan tertentu. Mata air dianggap sebagai lambang kehidupan dan kebersihan, tempat yang paling cocok untuk membersihkan tubuh dan hati.

Di era modern, tradisi Padusan mengalami transformasi. Dengan berkembangnya zaman dan meningkatnya kesadaran tentang potensi wisata budaya, Padusan semakin berkembang menjadi tempat wisata yang menarik minat banyak pengunjung dan wisatawan. Berbagai acara dan festival di Padusan diadakan di berbagai tempat di Jawa, memberikan pengalaman yang berbeda dan menarik bagi para pengunjung. Meski menghadapi proses modernisasi dan komersialisasi, makna Padusan sebagai upacara membersihkan diri tetap terjaga.

Bukan sekadar mandi bersama, padusan dimaknai sebagai simbol membersihkan diri lahir dan batin, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Bukan sekadar mandi. Bukan sekadar membasuh tubuh. Ini tentang membersihkan yang tak terlihat. Tentang hati yang ingin kembali ringan. Tentang jiwa yang ingin memulai dengan niat yang lurus.
Air mengalir membasuh kulit, namun yang lebih penting…

✨ Dendam dilepaskan
✨ Prasangka diredakan
✨ Lisan dijaga
✨ Niat diperbaiki

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tapi menahan ego. Dan Padusan mengajarkan kita satu hal sederhana: sebelum meminta ampun, bersihkan dulu diri kita dengan kesadaran hakiki.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.