• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

OPINI SIAPA SAJA BISA KORUPSI

Editor Redaksi
6 Oktober 2023
in Kolom Opini

Penulis: Selfa Annafa Zafansyah
Mahasiswa S1 Universitas Pamulang

JurnalPost.com – Dari masa ke masa, problematika tentang korupsi tiap tahun selalu ada saja episodenya. Acap kali kasus ini muncul di permukaan, seperti tidak ada efek jera bagi para koruptor lainnya. Seharusnya dari kasus yang ada sudah memberikan setidaknya gambaran bagi oknum lainnya sebagai timbangan moral untuk tidak melakukan hal demikian. Kenyataannya setiap tahun kasus ini bermunculan semakin nyata dan berani dengan jumlah uang pun yang tak sedikit. Sebagai masyarakat biasa, justru menimbulkan stigma tidak baik kepada kinerja pejabat di atas sana.

Berdasarkan Transparency Internasional Indonesia (TII) tentang indeks persepsi korupsi, survei menunjukkan pada tahun 2022 Indonesia mengalami penurunan skor yang sangat drastis, dari angka 38 menjadi di angka 34. Merosotnya peringkat Indonesia dari 96 (pada tahun 2021) ke peringkat 110 dari 180 negara yang disurvei. Dengan persentase yang ditunjukkan pun menjadi bukti bahwa penegakan terhadap kasus ini semakin tidak menemukan tanda-tanda akan berakhir derita negara kita.

Pada tahun ini pun kasus yang paling menyoroti tahun 2023 dengan kerugian sebesar Rp 8 Triliun, didakwa kasus korupsi proyek pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4g dan infrastruktur pendukung 2, 3, 4 dan 5 bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMENKOMINFO). Dari kasus tersebut memberikan cerminan bahwasanya kepada koruptor sebelumnya tidak mampu memberikan efek jera maksimal kepada para koruptor sekarang. Kalau sudah begini, seharusnya dari uang-uang yang mereka ambil bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Harusnya hati nurani mereka tergerak dan terbuka kepada masyarakat golongan bawah yang paling membutuhkan hal itu.

“Korupsi tidak memandang kelas. Siapa pun bisa jadi koruptor. Hanya saja yang ditampilkan publik, bukan main jumlahnya dan harusnya uang yang diambil itu bisa dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat kita.”

Seandainya Indonesia tidak ada koruptor baik dari kelas bawah hingga kelas kakap, seindah apa Indonesia bisa mencapai tujuan bersama seperti kalimat yang tertuang di dalam UUD 1945 soal cita-cita bangsa Indonesia. Hal seperti ini menjadi problem bersama karena kita sebagai generasi muda akan menjadi penerus bangsa dan diharuskan untuk melek terhadap isu seperti ini agar ke depannya masalah besar seperti ini dapat benar-benar tutup kasus, apalagi terutama di bagian pemerintahan yang akan selalu menjadi PR dalam penindakan kasus korupsi tiap tahun.

Sumber Referensi: https://antikorupsi.org/sites/default/files/dokumen/narasi%20laporan%20tren%20penindakan%20korupsi%20tahun%202022.pdf

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.