
JurnalPost.com – Dalam pandangan Selo Soemardjan, perubahan sosial terjadi ketika ada modifikasi pada lembaga-lembaga masyarakat yang kemudian mempengaruhi nilai, norma, pola pikir, dan perilaku komunitas. Situasi perubahan sosial yang terjadi di daerah adat Baduy merupakan contoh jelas bagaimana interaksi budaya dan kemajuan teknologi dapat mengubah sistem nilai tradisional yang telah ada sejak lama.
Secara tradisional, masyarakat Baduy Dalam sangat mematuhi hukum adat yang menekankan larangan penggunaan teknologi modern, dan hidup harmonis dengan alam. Prinsip ini membentuk identitas kolektif yang kuat dan menjadi landasan keteraturan dalam masyarakat. Namun, dengan semakin meningkatnya interaksi dengan dunia luar melalui sektor pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan media digital, masyarakat Baduy terutama generasi muda mengalami perubahan dalam cara kehidupan.
Selo Soemardjan berpendapat bahwa salah satu faktor penyebab perubahan sosial adalah interaksi dengan budaya lain dan kemajuan teknologi. Dalam konteks Baduy, akses ke ponsel, internet, dan media sosial menciptakan peluang baru yang menawarkan gaya hidup yang berbeda dari nilai-nilai adat. Banyak di antara mereka mulai melihat dunia luar sebagai sesuatu yang menarik dan menawarkan peluang ekonomi serta gaya hidup yang lebih bebas.
Perubahan ini menimbulkan pergeseran sikap dari mematuhi adat menjadi keinginan untuk hidup lebih modern, salah satunya terlihat dari semakin banyaknya penggunaan teknologi digital di kalangan masyarakat Baduy Luar.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa pola hidup tradisional mulai tergantikan oleh nilai-nilai individualitas, ekspresi diri, dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan masa kini. Namun, tidak semua orang menerima perubahan ini dengan cara yang sama. Sesuai dengan pandangan Selo Soemardjan, setiap perubahan sosial dapat menimbulkan konflik nilai antara kelompok yang ingin melestarikan tradisi dan kelompok yang mendukung modernisasi. Ini juga yang terjadi di Baduy: beberapa anggota masyarakat tetap kukuh pada adat, sedangkan sebagian lainnya menginginkan kebebasan untuk memanfaatkan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman.
Dari perspektif Selo Soemardjan, perubahan sosial di masyarakat Baduy adalah hasil dari pertukaran budaya dan kemajuan teknologi yang memengaruhi nilai dan pola pikir komunitas. Penolakan terhadap adat bukan hanya sekedar pembangkangan, melainkan bagian dari dinamika sosial ketika masyarakat berusaha menemukan keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Pengelolaan perubahan yang bijak diperlukan agar identitas budaya tetap terjaga, sementara masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Penulis: A Latief Nasrullah Al Fikri
Dosen Pengampu: Angga Rosidin. S.I.P.,M.A.P
Kepala Prodi: Zakaria Habib Al-Razie, S.IP., M.Sos.



