• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Opini Publik Perubahan Sosial di Masyarakat Adat Baduy: Menurut Perspektif Selo Soemardjan

Editor Redaksi
4 Desember 2025
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Dalam pandangan Selo Soemardjan, perubahan sosial terjadi ketika ada modifikasi pada lembaga-lembaga masyarakat yang kemudian mempengaruhi nilai, norma, pola pikir, dan perilaku komunitas. Situasi perubahan sosial yang terjadi di daerah adat Baduy merupakan contoh jelas bagaimana interaksi budaya dan kemajuan teknologi dapat mengubah sistem nilai tradisional yang telah ada sejak lama.

Secara tradisional, masyarakat Baduy Dalam sangat mematuhi hukum adat yang menekankan larangan penggunaan teknologi modern, dan hidup harmonis dengan alam. Prinsip ini membentuk identitas kolektif yang kuat dan menjadi landasan keteraturan dalam masyarakat. Namun, dengan semakin meningkatnya interaksi dengan dunia luar melalui sektor pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan media digital, masyarakat Baduy terutama generasi muda mengalami perubahan dalam cara kehidupan.

Selo Soemardjan berpendapat bahwa salah satu faktor penyebab perubahan sosial adalah interaksi dengan budaya lain dan kemajuan teknologi. Dalam konteks Baduy, akses ke ponsel, internet, dan media sosial menciptakan peluang baru yang menawarkan gaya hidup yang berbeda dari nilai-nilai adat. Banyak di antara mereka mulai melihat dunia luar sebagai sesuatu yang menarik dan menawarkan peluang ekonomi serta gaya hidup yang lebih bebas.
Perubahan ini menimbulkan pergeseran sikap dari mematuhi adat menjadi keinginan untuk hidup lebih modern, salah satunya terlihat dari semakin banyaknya penggunaan teknologi digital di kalangan masyarakat Baduy Luar.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa pola hidup tradisional mulai tergantikan oleh nilai-nilai individualitas, ekspresi diri, dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan masa kini. Namun, tidak semua orang menerima perubahan ini dengan cara yang sama. Sesuai dengan pandangan Selo Soemardjan, setiap perubahan sosial dapat menimbulkan konflik nilai antara kelompok yang ingin melestarikan tradisi dan kelompok yang mendukung modernisasi. Ini juga yang terjadi di Baduy: beberapa anggota masyarakat tetap kukuh pada adat, sedangkan sebagian lainnya menginginkan kebebasan untuk memanfaatkan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman.

Dari perspektif Selo Soemardjan, perubahan sosial di masyarakat Baduy adalah hasil dari pertukaran budaya dan kemajuan teknologi yang memengaruhi nilai dan pola pikir komunitas. Penolakan terhadap adat bukan hanya sekedar pembangkangan, melainkan bagian dari dinamika sosial ketika masyarakat berusaha menemukan keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Pengelolaan perubahan yang bijak diperlukan agar identitas budaya tetap terjaga, sementara masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
 
Penulis: A Latief Nasrullah Al Fikri
Dosen Pengampu: Angga Rosidin. S.I.P.,M.A.P
Kepala Prodi: Zakaria Habib Al-Razie, S.IP., M.Sos.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.