• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Penerapan komunikasi dalam industri Pariwisata Di Indonesia

Editor Redaksi
4 Mei 2026
in Artikel

PENULIS: FIRELY IMANUEL
DOSEN PEMBIMBING: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.
ILMU KOMUNIKASI & PARIWISATA

JurnalPost.com – “Komunikasi bukan hanya alat melainkan fokus untuk pengalaman wisata yang tak terlupakan” Bicara soal wisata di Indonesia, orang biasanya langsung teringat dengan Bali, hal Itu tentu sangat wajar mengingat Bali memiliki pemandangan dan budaya yang luar biasa. Tapi ada satu hal yang jarang dibahas, bagimana cara semua itu disampaikan ke wisatawan?

Pertanyaan itu yang akhirnya mendorong saya Firely Imanuel, mahasiswa ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk menulis hal ini. Bukan karena ingin terlihat kritis, tetapi karena selama kuliah makin sadar bahwa potensi wisata indonesia sangat besar, dengan catatan sebagus apapun wisata yang ada di Indonesia bisa gagal atau tidak berkembang jika tidak memiliki komunikasi yang baik.

Komunikasi Bukan Hanya Sekedar Berbicara
Pariwisata adalah bentuk dari interaksi. Wisatawan yang datang ke tempat baru butuh banyak hal seperti petunjuk arah, penjelasan budaya, informasi aturan lokal, atau sekedar tahu di mana bisa makan yang enak. Semua itu butuh komunikasi yang jelas.
Pemandu yang komunikatif bisa membuat perjalanan biasa jadi pengalaman yang bisa diingat bertahun-tahun, tetapi ketika informasi yang di sampaikan salah atau tidak jelas, akan menimbulkan kesalah pahaman saat wisatawan menerima informasi tersebut.
komunikasi bukan hanya soal lancar bicara. Ada aspek nonverbal, visual dan digital, dan di Indonesia yang punya ratusan bahasa daerah, kemampuan menyesuaikan cara komunikasi itu bukan nilai tambah, melainkan memang sudah menjadi keharusan untuk dikuasai.

Digital Mengubah Segalanya, Termasuk Cara Orang Pilih Destinasi
Sekarang orang tidak datang ke suatu tempat karena baca brosur. Mereka menggunakan media sosial nya, seperti scroll TikTok, lihat Reels di Instagram, nonton vlog di YouTube baru kemudian memilih mau ke mana mereka akan berkunjung. Bali dan Labuan Bajo viral bukan karena keindahanya saja, tetapi karena ada yang tahu cara bercerita tentang tempat itu dengan konten yang menarik.

Ini tantangan nyata buat pelaku pariwisata, pelayanan bagus saja tidak cukup jika tidak ada wisatawan yang tahu tempat tersebut. Hotel kecil di daerah pun sekarang perlu paham cara kerja algoritma internet, membuat caption yang tepat, atau setidaknya mengetahui mengapa ulasan negatif di Google Maps itu sangat berbahaya dan berpengaruh pada kunjungan wisatawan.
Menurut hasil survei yang yang ada di internet pada tahun 2026 hampir 95% wisatawan membaca ulasan dan 74% menggunakan media sosial untuk meriset destinasi terlebih dahulu sebelum mereka memilih. Angka itu cukup jadi alasan mengapa komunikasi digital tidak bisa di anggap remeh.

Keanekaragaman Budaya: Indah, tapi Rumit Kalau Tidak Dipahami
Indonesia punya lebih dari 1.300 suku. Dari sisi pariwisata, hal itu merupakan sebuah aset besar. Tapi dari sisi komunikasi, itu adalah tantangan yang tidak bisa dianggap enteng.

Coba bayangkan pemandu wisata di Toraja yang harus menjelaskan ritual Rambu Solo ke turis dari mancanegara. Ia harus akurat, tidak menyederhanakan makna yang dalam, tidak menyinggung masyarakat lokal, dan tetap bisa dipahami oleh orang yang tidak punya konteks budaya sama sekali, hal Itu tentu bukan hal yang mudah.

Di Bali banyak wisatawan yang tidak tahu etika saat memasuki kawasan pura. Kalau tidak ada komunikasi yang baik dan tepat, kejadian yang tidak diinginkan bisa saja terjadi dan merusak hubungan antara wisatawan dengan warga lokal.

Di lapangan, hal-hal seperti inilah yang menjadi sebuah fokus utama yang berguna untuk memahami kenapa cara komunikasi yang sama bisa diterima berbeda oleh orang dari budaya yang berbeda.

Kampus Punya Tanggung Jawab di Sini
Program studi ilmu komunikasi tidak bisa hanya mengajarkan teori lalu melepas mahasiswanya begitu saja. Ada tanggung jawab untuk menghubungkan apa yang dipelajari di kelas dengan apa yang benar-benar terjadi di lapangan.

Pendekatan yang dilakukan Bapak Widi selaku dosen pengampu mata kuliah komunikasi priwisata yang sering mengajak diskusi dari kasus nyata, bukan hanya memberi materi berdasarkan buku atau teks adalah sebuah contoh yang seharusnya lebih banyak diterapkan. penelitian lapangan seperti mengunjungi objek wisata atau sekedar berdiskusi di kelas dengan memperdebatkan soal hal tersebut bisa membuat perbedaan besar dalam cara mahasiswa memahami relevansi ilmunya.

Indonesia tidak kekurangan destinasi wisata yang mempesona, yang kadang kurang adalah kemampuan untuk menceritakannya dengan baik kepada wisatawan lokal maupun mancanegara, secara langsung maupun lewat media digital.

Itulah yang ingin saya sebagai penulis sampaikan lewat tulisan ini, bagaimana komunikasi bukan hanya pelengkap di industri pariwisata melainkan bagian inti yang menentukan apakah potensi besar itu benar-benar bisa dirasakan orang lain atau hanya indah untuk diri sendiri.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.