• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Opini Organisasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tentang Pemain Naturalisasi

Editor Redaksi
2 April 2024
in Kolom Opini

Tujuan Pendirian Organisasi
Tujuan Pendirian Organisasi Organisasi Pendapat PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tentang Pemain Naturalisasi Tujuan Pendirian Organisasi PSSI didirikan oleh insinyur sipil Soeratin Sosrosoegondo. Ia lulus dari sekolah teknik di Hecklenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke kampung halamannya pada tahun 1928.Institut Olahraga Pan-Indonesia (PSSI) didirikan pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta.
Pasca berdirinya PSSI, Soeratin dan kawan-kawan segera menyusun rencana untuk menentang berbagai kebijakan NIVB dan partai serta organisasi populis sebelumnya.PSSI telah menyiapkan “program pembelajaran”, program perjuangan yang telah dilakukan oleh partai politik dan ormas.Tujuan didirikannya PSSI adalah untuk memperkuat semangat dan revitalisasi Indonesia pasca kemerdekaan serta menjadi alat perjuangan pemersatu bahasa sepak bola untuk persatuan dan kesatuan.
Tinjauan Struktur Organisasi dan Teori Organisasi Struktur organisasi PSSI terdiri atas Ketua Umum, Wakil Ketua Umum 1 dan 2, Sekretaris Jenderal, dan anggota Komite Eksekutif. Jika ditinjau dari teori organisasi, PSSI masuk dalam kategori organisasi klasik.

Mengapa PSSI?
Organisasi PSSI merupakan tempat berkumpul (wadah) orang-orang yang terikat pada aturan yang ketat dan secara sistematis melaksanakan kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Iklim organisasi mempertimbangkan aspek dimensi iklim organisasi.
Status lembaga inti PSSI ada tujuh: Parlemen, Exco, Panitia Tetap, Panitia Khusus, Sekretariat Jenderal, dan Lembaga Otonom Yudisial. Selain itu, tata kelola PSSI mengatur hak dan tanggung jawab jabatan seperti Ketua Umum, anggota Exco, dan Sekretaris Jenderal.Selain itu, Pengurus PSSI juga mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dengan anggota PSSI di Indonesia.Status ini memberikan kesempatan kepada pemerintah negara bagian (Aprov) untuk memiliki status keanggotaan yang sama dengan klub. Namun Asprof malah mempunyai hak suara di parlemen, dan asosiasi sebagai badan hukum bisa kehilangan hak pilihnya.Di turnamen yang peringkat kompetitifnya turun.
Ini struktur organisasi yang disebut PSSI, dan berbau struktur politik.Dalam struktur Exco, pemungutan suara Ketua Umum merupakan pemungutan suara biasa, sama seperti pemungutan suara anggota Exco lainnya.
Ketua Umum juga mengawasi pekerjaan Sekretaris Jenderal.Oleh karena itu, hanya Sekretaris Jenderal yang mempunyai kewenangan untuk mengusulkan pengangkatan atau pemberhentian Sekretaris Jenderal. Masalah Pemain Naturalisasi Naturalisasi Pemain Liga Amerika Maarten Paes tetap positif menurut hukum Indonesia, namun tidak jika menyangkut masalah hukum FIFA.
Naturalisasi Maarten Paes berdasarkan hukum Indonesia terus mengalami kemajuan positif, meski tidak terkait dengan permasalahan hukum FIFA.

Endri Erawan memberitakan perkembangan terkini terkait naturalisasi Maarten Paes sebagai bek timnas Indonesia. Naturalisasi Maarten Paes berdasarkan hukum Indonesia terus mengalami kemajuan positif, meski tidak terkait dengan permasalahan hukum FIFA.

Memperkenalkan Maarten Paes, kiper naturalisasi Indonesia pendatang baru yang membuat Lionel Messi geleng-geleng kepala.Maarten Paes, kiper Indonesia yang sedang mencari naturalisasi, tampil apik dalam laga persahabatan antara FC Dallas dan Inter Miami di Cotton Bowl di Dallas. Maarten, yang dilatih di NEC Nijmegen, pernah bermain untuk timnas Belanda U19, U20, dan U21. Setelah FC Dallas meminjam Maarten dari FC Utrecht, dia pindah ke AS pada Januari 2022. Maarten Paes telah bermain dalam 70 pertandingan untuk FC Dallas di semua kompetisi, dan dia kebobolan 75 kali dan mencatatkan 17 clean sheets, menurut Transfermarkt. Maarten Paes akan menjadi kiper naturalisasi pertama di tim nasional Indonesia jika persyaratan dipenuhi dan ia resmi memperoleh status WNI.

Namun ini bukan pertama kalinya harus melalui proses naturalisasi yang panjang, apalagi pemain keturunan sebelumnya juga sudah melalui proses tersebut selama hampir empat tahun. Contoh pemain tersebut adalah Sandy Walsh, pemain keturunan Belanda asal Surabaya yang saat ini bermain di Liga Utama Belgia.

Ada beberapa kendala dalam proses naturalisasi, namun setelah sabar menunggu prosesnya, akhirnya proses naturalisasi selesai tahun lalu, dan ia bisa mengikuti turnamen AFC yang digelar di Qatar awal tahun ini.

Berapa tingkat kepuasan komunikasi di organisasi yang disurvei?
Sebagai induk Persatuan Sepak Bola Nasional, PSSI wajib memberikan layanan informasi mengenai kebijakan, kompetisi, pendidikan anak usia dini, dan tim nasional.

Dalam konteks ini, PSSI meluncurkan website www.psi.or.id dan menciptakan media sosial sebagai sarana komunikasi masyarakat.
Dalam hal ini, tingkat kepuasan dinilai baik karena komunikasi dengan masyarakat semakin membaik, antara lain melalui penambahan saluran komunikasi melalui teknologi dan pendekatan yang lebih modern.

Oleh: Helmy Oktavian Fauzi
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.