• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Nepotisme Layaknya Suatu Privilege

Editor Redaksi
15 Desember 2023
in Kolom Opini

Oleh : Nabella Putri Sanrissa

JurnalPost.com – Akhir-akhir ini kasus nepotisme dalam pemerintahan atau politik dinasti gencar dibicarakan.Isu tudingan adanya nepotisme terhadap salah satu cawapres menjadi buah bibir masyarakat saat ini, hal itu yang menjadikan nepotisme sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Padahal sudah tertera pada UU No 28 tahun 1999 pasal 22, bahwa setiap penyelenggara negara yang melakukan nepotisme dapat dipidana, karena itu adalah sebuah bentuk pelanggaran hukum

Pengertian Nepotisme
Nepotisme merupakan sesuatu yang menunjukkan perilaku yang berlebihan kepada kerabat dekat, kecenderungan untuk mengutamakan atau menguntungkan sanak saudara sendiri, terutama dalam hal jabatan dan posisi di pemerintahan, dan keputusan untuk memilih sanak saudara sendiri untuk memegang kekuasaan. Juga telah dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi,Kolusi, dan Nepotisme yaitu suatu tindakan yang melanggar hukum lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau keluarganya daripada kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat.

Mengapa nepotisme ini dikatakan layaknya suatu privilege? Karena nepotisme saat ini layaknya suatu hak istimewa atau berupa akses juga keuntungungan untuk pihak-pihak tertententu yang tidak bisa didapatkan oleh pihak lainnya.

Jenis-Jenis Nepotisme
Bukan hanya di dunia pemerintahan nepotisme juga banyak ditemukan di lingkungan lainnya. Berikut jenis-jenis nepotisme :

1. Nepotisme Ikatan Kekeluargaan
Praktik memberikan keuntungan atau preferensi kepada anggota keluarga.

2. Nepotisme College Tribalism
Keterlibatan dalam praktik nepotisme di dalam lingkungan perguruan tinggi atau institusi pendidikan.

3. Organizational Tribalism
Praktik nepotisme yang terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan.

4. Institutional Tribalism
Praktik nepotisme yang terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Dampak Buruk Nepotisme
Kegiatan nepotisme ini hanya akan menguntungkan beberapa orang atau kelompok, berdampak merugikan banyak orang. Adapun beberapa dampak buruk dari nepotisme adalah sebagai berikut :

1. Menghambat Retensi Karyawan
Di dalam dunia pekerjaan jika nepotisme terjadi, besar kemungkinan dapat menurunkan kualitas bahkan minat karyawan dalam bekerja. Jika itu terjadi imbasnya kembali ke perusahaan, karena kualitas kerja karyawan yang menurun bahkan bisa sampai yang kehilangan karyawan yang berkualitas dalam perusahaan tersebut.

2. Adanya Diskriminasi
Nepotisme yang terjadi menghadirkan diskriminasi baik dalam lingkungan pekerjaan,pemerintahan,organisasi dan lain sebagainya. Karena secara tidak langsung nepotisme membeda-bedakan suatu kelompok untuk kepentingan tertentu

3. Berisiko Konflik
Hal ini pasti terjadi, karena nepotisme ditegaskan kembali merupakan suatu hal yang merugikan bagi banyak pihak.

Begitulah pemaparan tentang nepotisme. Bersikap profesional mungkin bisa menjadi salah satu Solusi penangan konflik ini, karena nepotisme merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat dibenarkan.

Nabella Putri Sanrissa, Mahasiswi, Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.