• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Munculnya Hate Comment di Sosial Media Memberikan Dampak Negatif Bagi Para Paslon Pemilu 2024

Editor Redaksi
11 Maret 2024
in Kolom Opini

Oleh : Sukma Elvinawati

JurnalPost.com – Sosial media telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang telah mengubah lanskap komunikasi masyarakat secara mendalam. Melalui sosial media dapat membuat individu saling terhubung, berbagi informasi dengan cepat, dan berinteraksi tanpa terbatas ruang dan waktu. Sosial media menawarkan ruang di mana pengguna dapat menyampaikan pendapat, berbagi momen hidup, dan terlibat dalam dialog lintas-budaya. Keberadaannya telah memfasilitasi pertukaran ide, mempercepat penyebaran berita, dan memperluas akses informasi. Namun, sementara sosial media membawa manfaat, mereka juga membuka pintu bagi tantangan dan masalah baru, termasuk ujaran kebencian.

Ujaran kebencian di sosial media mencakup segala bentuk ekspresi yang mengeksploitasi, merendahkan, atau menyakiti kelompok atau individu yang dapat merugikan banyak pihak. Seperti halnya saat sedang mendekati pemilu 2024 sekarang ini banyak sekali isu-isu hoaks dan ujaran kebencian yang beredar di sosial media seperti tiktok, YouTube, X, dan facebook, di mana hal ini memiliki pola tujuan untuk menjatuhkan satu pasangan calon sambil mengangkat citra pasangan lainnya. Banyak dari mereka yang menyebarkan hate comment adalah pasukan siber, akun-akun anonim, dan bot.

Hate comment atau komentar yang berbentuk kebencian tersebut dapat menjadi salah satu bentuk ekspresi yang merugikan dan memperpecah belah masyarakat mulai dari perbedaan pilihan paslon hingga adanya hate comment tersebut, dengan adanya hate comment tersebut tidak hanya menyasar kepada paslon tetapi juga dapat memengaruhi iklim politik secara keseluruhan, seperti penghinaan personal mulai dari penampilan fisik, karakter seseorang, komentar rasis dan diskriminatif, retorika polaris atau komentar yang memperdalam perpecahan antara pendukung kandidat yang berbeda. Dengan adanya hate comment tersebut membawa dampak negatif bagi para paslon pemilu 2024 tersebut.

Dampak hate comment saat menjelang pemilu
Hate comment cenderung memperdalam jurang antara pendukung paslon yang berbeda, hal ini dapat menciptakan ketidakharmonisan dan kesulitan untuk menjalin dialog konstruktif, membatasi kemampuan masyarakat untuk mendisukusikan isu-isu yang sebenarnya penting untuk kebijakan dan masa depan negara. Adapun dampak hate comment tersebut kepada paslon yaitu dapat merusak reputasi citra publik para paslon, karena adanya serangan terus menerus dapat menciptakan kesan negatif dimata publik, hal tersebut juga menjadi hambatan bagi paslon untuk membangun dialog positif, bahkan paslon atau pendukungnya mungkin menjadi terdorong untuk menarik diri dari partisipasi politik karena dampak negatif yang terkait dengan
hate comment. Ini dapat mengurangi pluralitas dalam diskusi politik dan demokrasi.

Cara bijak dalam menanggapi hate comment
Dengan demikian, maraknya hate comment tersebut kita sebagai masyarakat Indonesia harus lebih pintar dalam menggunakan sosial media, terlebih sekarang sedang masa pemilu pasti semua paslon sedang berlomba-lomba untuk menunjukkan yang terbaik untuk masa depan negara dengan segara visi misi dan kampanye yang sudah mereka buat.

Cara bijak tersebut dapat dilakukan dengan tidak sembarang menerima informasi yag ada di sosial media, hindari merespon dengan marah atau menghasut pertengkaran, merespons dengan humor atau empati dapat meredakan ketegangan agar dapat lebih positif, jika hate comment melanggar aturan platform atau hukum, pertimbangkan untuk melaporkannya atau menghapusnya, karena berapa platform menyediakan fitur moderasi untuk membantu mengendalikan konten berbentuk kebencian.

Selain itu, dengan kita bijak dalam menanggapi hate comment dapat menghindari memperburuk situasi, dengan merespons secara bijaksana, menunjukkan bahwa kita dapat mengelola konflik tanpa merendahkan diri sendiri ke tingkat yang sama, dapat terhindar dari hukuman, dalam bersosial media juga memiliki aturan yang diatur dalam Undang-Undang apabila melanggarnya dapat dihukum atau bahkan dipenjara.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.