• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Mewujudkan Asta Cita Prabowo-Gibran: Strategi Pembangunan Bangsa Berlandaskan Wawasan Kebangsaan

Editor Redaksi
9 April 2025
in Berita

Ditulis oleh Lulu Angghita Kusuma Ningrum, (STB 5228), Prodi Manajemen Pemasyarakatan A, Politeknik Pengayoman Indonesia

JurnalPost.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir dengan semangat baru untuk memajukan Indonesia. Visi mereka terangkum dalam Asta Cita, delapan misi utama menuju Indonesia Emas 2045. Asta Cita menjadi arah pembangunan nasional sekaligus mencerminkan nilai-nilai wawasan kebangsaan. Program ini juga dirancang untuk menjawab tantangan dinamika global yang terus berubah.

Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat NKRI. Asta Cita sejalan dengan prinsip ini karena mengusung semangat persatuan, keadilan sosial, kemandirian, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Misi pertama, yaitu penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM, adalah wujud konkret dari nilai-nilai kebangsaan. Di tengah tantangan globalisasi dan pengaruh ideologi transnasional, memperkuat ideologi negara menjadi penting untuk menjaga jati diri bangsa. Peningkatan literasi Pancasila dan demokrasi substantif merupakan upaya membentuk warga negara yang kritis, partisipatif, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Misi kedua, penguatan pertahanan dan keamanan nasional, berakar pada wawasan kebangsaan yang menempatkan kedaulatan sebagai harga mati. Dengan memperkuat alutsista, meningkatkan kesejahteraan prajurit, serta mendorong kemandirian di bidang pangan, energi, dan air.

Pemerintah menunjukkan keseriusan membangun ketahanan nasional yang holistik. Sejalan dengan konsep ketahanan nasional sebagai kekuatan dasar dalam menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman.

Misi ketiga hingga keenam menyasar sektor ekonomi dan sosial. Penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, pengembangan SDM dan kesetaraan gender, serta pembangunan dari desa mencerminkan nilai keadilan sosial.

Wawasan kebangsaan mengajarkan bahwa kesejahteraan harus dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa diskriminasi wilayah maupun kelompok. Program hilirisasi, industrialisasi, serta pembangunan infrastruktur pedesaan menjadi strategi pemerataan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.

Misi ketujuh, yaitu reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta pemberantasan korupsi dan narkoba, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.
Dalam konteks wawasan kebangsaan, ini penting untuk membangun kepercayaan rakyat terhadap negara dan mewujudkan negara hukum yang adil. Penegakan hukum yang tegas terhadap korupsi dan kejahatan narkoba juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat.

Terakhir, misi kedelapan, harmoni lingkungan, budaya, dan toleransi beragama, merupakan implementasi nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia sebagai bangsa yang majemuk memerlukan upaya serius dalam menjaga toleransi dan keberagaman.

Pemerintah berkomitmen merawat kebudayaan lokal, memperkuat moderasi beragama, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Semua ini adalah bagian dari menjaga keutuhan bangsa dalam jangka panjang.

Berbagai kementerian dan lembaga telah mulai menyusun langkah-langkah konkret untuk menjalankan Asta Cita. Mulai dari program pendidikan karakter berbasis Pancasila, pelatihan vokasi untuk anak muda, hingga pembangunan desa digital, semuanya diarahkan untuk mendukung pencapaian delapan misi utama. Pelibatan masyarakat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan juga menjadi kunci untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan partisipatif.

Asta Cita bukan sekadar program politik jangka pendek, melainkan strategi pembangunan nasional jangka panjang yang bertumpu pada nilai-nilai wawasan kebangsaan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai panduan, NKRI sebagai bentuk final, serta keberagaman sebagai kekuatan.
Prabowo-Gibran berupaya menciptakan Indonesia yang mandiri, adil, dan berdaya saing global. Menuju Indonesia Emas 2045, Asta Cita adalah kompas, dan wawasan kebangsaan adalah landasan moral serta ideologisnya.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Comments 3

  1. vaaley says:
    2 tahun yang lalu

    Good News

    Reply
  2. Rita Nilawardani says:
    2 tahun yang lalu

    Artikel yg sangat bagus

    Reply
  3. RISMIYANTO says:
    2 tahun yang lalu

    Artikel yang sangat bagus

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.