• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Merasa Baik—Baik Aja, Tapi Mental Lelah? Ini penjelasan Sosial dan Budayanya

Editor Redaksi
22 Januari 2026
in Artikel, Kolom Opini
Merasa Baik
(penampilan tenang dengan tekanan mental)

Oleh: Nada Mufida Mubarokah dan Khalimatussadiyah, Mahasiswa S1 Psikologi Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Tugas Mata Kuliah Kesehatan Mental

JurnalPost.com – Di tengah kehidupan yang serba cepat, istilah kesehatan mental semakin sering terdengar. Mulai dari media sosial, ruang kelas, hingga obrolan santai, topik ini tak lagi dianggap tabu. Namun, masih banyak yang memahami kesehatan mental sebatas “tidak stres” atau “tidak depresi”. Padahal, konsep kesehatan mental saat ini telah berkembang jauh lebih luas.

Kesehatan mental baru memandang manusia secara lebih utuh. Bukan hanya soal kondisi pikiran, tetapi juga tentang bagaimana seseorang berfungsi dalam kehidupan sosial, mengelola emosi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Paradigma ini menegaskan bahwa merasa lelah, cemas, atau sedih bukan tanda kelemahan. Justru, kemampuan untuk mengenali emosi dan mengelolanya dengan cara yang sehat adalah bagian dari kesehatan mental itu sendiri.

Tanpa disadari, lingkungan sosial sangat memengaruhi kondisi mental seseorang. Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar bisa menjadi sumber kekuatan yang besar. Sebaliknya, relasi yang penuh tekanan, tuntutan berlebihan, atau kurangnya dukungan emosional dapat memperburuk kondisi psikologis. Di era digital, tantangan sosial semakin kompleks. Tekanan akademik, tuntutan produktivitas, standar kesuksesan di media sosial, hingga perbandingan hidup dengan orang lain sering kali menjadi pemicu stres, khususnya bagi generasi muda.

Budaya juga berperan besar dalam membentuk cara seseorang memaknai kesehatan mental. Nilai, norma, dan kepercayaan yang dianut masyarakat memengaruhi bagaimana emosi diekspresikan dan bagaimana seseorang mencari bantuan saat mengalami masalah psikologis. Nilai kekeluargaan dan religiusitas sering menjadi sumber kekuatan mental. Namun, di sisi lain, masih ada stigma yang membuat sebagian orang enggan membicarakan masalah kesehatan mental secara terbuka. Inilah mengapa pemahaman kesehatan mental perlu disesuaikan dengan konteks budaya agar lebih relevan dan diterima.

Memahami kesehatan mental dari sudut pandang sosial dan budaya membantu kita menjadi lebih empatik. Kita belajar bahwa masalah mental bukan semata-mata urusan individu, tetapi juga hasil dari interaksi dengan lingkungan sekitar. Pendekatan ini juga mendorong masyarakat untuk menciptakan ruang yang lebih aman dan suportif, baik di keluarga, kampus, maupun tempat kerja agar setiap individu merasa didengar dan dihargai.

Kesehatan mental bukan hanya tentang menghilangkan stres, tetapi tentang bagaimana kita menjalani hidup dengan lebih sadar, seimbang, dan bermakna. Dengan memahami peran sosial dan budaya, kita bisa melihat kesehatan mental sebagai tanggung jawab bersama, bukan beban individu semata.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.