
Penulis Fakhri Prawira Sudjana, S.H.
Fungsionaris DPP Partai Golkar & Pengurus DPN Relawan GERAK 08 Bidang Pemenangan Prabowo Presiden Konflik Perang Di Beberapa Belahan Dunia
JurnalPost.com – Belum usai krisis antara Rusia dengan Ukraina yang memberikan dampak luar biasa terhadap sosial ekonomi di banyak negara. Rusia dan Ukraina merupakan pemain utama dalam perdagangan hasil-hasil pertanian dan sumber daya energi, sehingga negara-negara yang bergantung pada impor bahan pangan dan energi dari kedua negara tersebut merasakan dampaknya. Terjadinya serangan mendadak secara besar-besaran yang dilakukan organisasi HAMAS Palestina terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalu menjadi daftar meluasnya krisis geopolitik dunia. Dari perang antara Rusia dengan Ukraina di eropa, saat ini bertambah ke Timur Terngah antara HAMAS Palestina dengan Israel. Dimana keduanya sama-sama memiliki negara-negara penyokong. Lebih dari 1000 orang dalam enam hari terakhir dari kedua belah pihak baik sipil maupun militer dinyatakan tewas, dan ribuan lainnya dilaporkan luka-luka. Angka ini diprediksi akan terus bertambah. Perang diramalkal akan berlangsung lama. Ancaman krisis kemanusiaan akibat perang saat ini dan krisis kemanusian mendatang menjadi masalah serius yang perlu segera ditangani dunia.
Dalam perang HAMAS Palestina dengan Israel, Pakar Hukum Internasional Prof. Hikmahanto Juwana menghawatirkan beberapa negara lain akan turut terlibat langsung membela salahsatu pihak pada perang tersebut. Yang paling dikawatirkan Prof. Hikmahanto Juwana krisis perang ini bakal meluas menjadi perang besar dengan melibatkan negara-negara lainnya. Dikabarkan Amerika telah memerintahkan kapal perang dan jet tempurnya ke Mediterenia Timur. Prof. Hikmahanto memperkirakan negara pro kemerdekaan Palestina seperti Iran akan melakukan upaya bantuan militer kepada Palestina, begitu juga Israel. Pada kanal youtube tribunnews (09/10) Prof. Hikmahanto Juwana mengusulkan Indonesia mengambil peran atas nama kemanusiaan dengan cara menyerukan kepada PBB agar segera menghentikan perang tanpa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Hal ini dilandasi dari kedekatan Indonesia dengan Palestina, dan kepentingan Israel dalam menciptakan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Oleh karena itu diperlukan kecakapan pemimpin dalam membaca arah dan langkah strategis dalam menyikapi setuasi geo politik global saat ini dan di masa mendatang.
Pentingnya Kepemimpinan Prabowo Subianto
Untuk menjawab persoalan di atas, peranan kepemimpinan menjadi sangat penting. Isu seputar “global security” sedianya dibingkai untuk memperkuat stabilitas sosial-politik-ekonomi, dan kedaulatan negara, serta turut menjaga keamanan dunia seperti diamanatkan UUD 1945. Terlebih lagi pada Februari 2024 mendatang Indonesia akan menghadapi estafet kepemimpinan nasional. Visi menuju Indonesia Emas 2045 yang sudah dirintis Presiden Joko Widodo hampir genap 10 tahun terakhir kepemimpinannya diharapkan berkelanjutan dan tidak terganggu oleh gejolak geo politik seperti yang terjadi di Eropa dan Timur Tengah saat ini. Orentasi pembangunan berkelanjutan sedianya dijangkarkan pada cita-cita luhur Pancasila. Dalam kontestasi Pilres 2024 mendatang, Prabowo Subianto merupakan sosok yang paling berkomitmen melakukan hal tersebut. Sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045 mendatang, Prabowo Subianto memiliki “bonus” penguasaan pengetahuan dan pengalaman dalam lingkup nasional dan internasional dimana tidak dimiliki capres lainnya.
Sebagai tokoh yang sebagian besar hidupnya mengabdi pada satuan elit dunia militer, Prabowo tentu merupakan sosok yang memiliki pengetahuan dan terlatih dalam membaca arah peta geo politik global. Pada forum International Institute For Strategic Studies (IISS) Shangri La, Singapura 2022 lalu, dengan lugas Prabowo menyerukan proposal gencatan senjata dan perdamaian dalam penyelesaian konflik Rusia Ukrainan. Sekaligus dengan tegas mendudukkan posisi Indonesia sebagai negara yang menentang agresi Rusia di forum PBB. Argumentasi Prabowo merujuk pada pengalaman konflik peperangan yang terjadi di Asia yang menurutnya jauh lebih parah dari apa yang dialami Ukraina. Pengalaman historis diinvasi pada Vietnam, Kamboja, dan Indonesia menjadi kekuatan narasi Prabowo menawarkan resolusi konflik Rusia-Ukraina dengan cara gencatan senjata, perdamaian, dan menghormati PBB tanpa membandingkan sisi salah dan benar, siapa yang mengagresi dan siapa yang diagresi. Belum lagi istilah ancaman “perfect storm” yang merujuk pada krisis ekonomi dan ketidakpastian geopolitik terjadi secara bersamaan bisa datang kapan saja memerlukan tokoh kepemimpinan nasional yang mampu beradaptasi dengan cepat.
Alasan aktual geo politik global seperti saat ini dan masa mendatang menjadi dasar argumentasi penulis bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin strategis seperti Prabowo pada pemilu 2024 mendatang. Pengalamannya dalam satuan elit dunia militer menjadi bekal kemampuannya membaca dan menentukan sikap arah kebijakan Indonesia dan dunia internasional. Menentang penjajahan, mengutamakan perdamaian dalam setiap konflik yang terjadi di belahan dunia manapun tentu merupakan pijakan dasar pikiran dan tindakan Prabowo sebagaimana diamanahkan pembukaan UUD 1945. Keberadaannya sebagai Menteri Pertahanan pada kabinet Presiden Joko Widodo merupakan keuntungan otentik melanjutkan visi Indonesia Emas 2045 yang tidak dimiliki kandidat presiden lainnya. Tujuh belas program proritas sebagaimana digambarkan Prabowo Subianto dalam “Mata Najwa” merupakan kristalisasi solusi kongkrit dari pelbagai persoalan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia dan dunia saat ini dan masa mendatang. Lalu mengurainya secara bersamaan jika Prabowo terpilih sebagai Presiden ke 8 Republik Indonesia 2024 nanti. Semoga!




Bagus. Semoga menang. Insonesia adil, makmur, sejahtera (rakyatnya).