
JurnalPost.com – Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah sebuah inisiatif yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan akademik dalam lingkungan kerja yang nyata. Melalui PMM, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis yang berharga, tetapi juga meningkatkan keterampilan interpersonal dan profesional yang diperlukan di dunia kerja.
Tim PMM UMM Bhaktiku Negeri gelombang 9 kelompok 59 yang beranggotakan Siti Zahwa Nabila Putri sebagai Koordinasi kelompok, Anisa Nabila Zahwa, Unzila Putri Asran, Yusuf Alfarizi, Sandi Dewangga Priantoko, dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Aulia Indira Kumalasari. S.T., M.T berhasil melangsungkan kegiatan Pengabdian Masyarakat Bhaktiku Negeri, yang dilangsungkan mulai tanggal 18 Juli 2024 sampai dengan 19 Agustus 2024 di desa Kendedes, kelurahan Candirenggo, kecamatan Singosari. Tim PMM UMM gelombang 9 kelompok 59 membawakan tema yang berjudul “Upaya Peningkatan Efektivitas Belajar Mengajar Melalui Bidang Kesehatan.”

Salah satu program kerja kami yaitu melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan pada seluruh siswa-siswi SDN Candirenggo 1. Pengukuran tinggi dan berat badan pada siswa sangat penting untuk memantau pertumbuhan dan mencegah stunting, kondisi di mana tinggi badan anak jauh di bawah standar usia akibat kekurangan gizi kronis. Dengan pengukuran rutin, kita dapat mengetahui apakah siswa memiliki berat badan yang ideal dan mendeteksi dini risiko stunting. Hal ini memungkinkan intervensi tepat waktu untuk memastikan anak tumbuh sehat. Orang tua dan guru berperan penting dalam memantau dan mendukung pertumbuhan siswa melalui asupan gizi yang baik dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Untuk itu, tim PMM UMM kelompok 59 mengadakan program kerja tersebut yang pastinya sangat berguna untuk anak anak di umurnya yang masih dini. Tim kami juga memberikan stiker yang guna untuk mencatat tb dan bb mereka. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa, orang tua, dan guru mengenai pentingnya pemantauan tinggi dan berat badan. Melalui pengukuran rutin, kami dapat membantu mengidentifikasi apakah pertumbuhan siswa berjalan sesuai dengan standar yang diharapkan. Ini juga memungkinkan kami untuk memberikan intervensi dini jika ditemukan adanya risiko stunting atau masalah gizi lainnya.
Tim kami bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengatur sesi pengukuran yang melibatkan siswa dari berbagai tingkatan kelas. Kami menggunakan peralatan pengukuran yang akurat dan standar, serta mengikuti prosedur pengukuran yang telah ditetapkan. Setelah pengukuran, hasilnya dianalisis dan disampaikan kepada pihak terkait, dengan penjelasan mengenai status kesehatan dan rekomendasi yang diperlukan.
Selama pelaksanaan program, kami menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dan keengganan sebagian siswa untuk mengikuti pengukuran. Namun, melalui pendekatan yang ramah dan edukatif, kami berhasil mengatasi hambatan tersebut. Kami juga memberikan informasi yang memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka.
Program kerja tim kami dalam pengukuran tinggi dan berat badan siswa ini adalah langkah konkret untuk memantau kesehatan anak-anak dan mencegah stunting. Melalui kolaborasi yang baik dengan pihak sekolah, kami yakin program ini dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan dan perkembangan generasi muda.




