
JurnalPost.com – Perkembangan kecerdasan buatan telah mengubah cara mahasiswa belajar, termasuk calon guru matematika. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, muncul pertanyaan mengenai pengaruh kecerdasan buatan terhadap kemampuan berpikir dan penalaran matematis.
Berangkat dari fenomena tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan pengambilan data penelitian di tiga perguruan tinggi di Kota Semarang, yakni Universitas Negeri Semarang (UNNES), UIN Walisongo Semarang, dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Penelitian ini sejalan dengan Tema PKM “Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi”, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kualitas pendidikan di era digital. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan ini juga mendukung implementasi Asta Cita, terutama dalam upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan teknologi yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan.
Tim PKM-RSH ini merupakan kolaborasi multidisiplin yang terdiri atas mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, serta Psikologi, dengan pendampingan dosen dari Program Studi Pendidikan Matematika UNNES. Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan mampu menghasilkan kajian yang lebih komprehensif mengenai penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran, baik dari perspektif pendidikan, psikologi, maupun sosial.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika mengikuti tes penalaran matematis serta mengisi angket ketergantungan terhadap kecerdasan buatan. Tes bertujuan mengukur kemampuan penalaran matematis calon guru, sedangkan angket digunakan untuk memperoleh gambaran tingkat ketergantungan mahasiswa terhadap kecerdasan buatan dalam aktivitas akademik.
Selama proses pengambilan data, kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan penelitian serta memberikan respons yang positif terhadap topik penelitian yang diangkat.
Penelitian ini berfokus pada keterkaitan penggunaan kecerdasan buatan terhadap penalaran matematis calon guru matematika. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat ketergantungan terhadap kecerdasan buatan dengan kemampuan penalaran matematis calon guru matematika.
Melalui penelitian ini, tim PKM-RSH UNNES berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi, sehingga pemanfaatan kecerdasan buatan dapat menjadi sarana pendukung belajar tanpa mengurangi kemampuan bernalar mahasiswa sebagai calon pendidik.




