
Dosen Pengampu: Dea Mustika, S.Pd., M.Pd.
Oleh: Astri Khoirunnisa, Desbrilla Audri, Garwa Al Nadhif, Mutia Divansyah
JurnalPost.com – Keberhasilan pelaksanaan tematik di sekolah dasar merupakan topik yang menarik untuk dibahas. Tematik adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan, relevan, dan bermakna bagi siswa. Namun, keberhasilan pelaksanaan tematik di sekolah dasar harus dinilai dari beberapa aspek yang meliputi efektivitas pembelajaran, keterlibatan siswa, dan dampak positif pada perkembangan siswa.
Pertama-tama, efektivitas pembelajaran adalah salah satu ukuran keberhasilan pelaksanaan tematik di sekolah dasar. Tujuan utama pendidikan adalah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif pada siswa. Dengan pendekatan tematik, siswa dapat belajar secara menyeluruh tentang satu tema tertentu dan menghubungkan pengetahuan mereka dengan kehidupan nyata. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari. Jika siswa mampu menguasai berbagai keterampilan dan konsep yang diajarkan melalui pendekatan tematik, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan tematik di sekolah dasar telah berhasil.
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menekankan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran ini melibatkan beberapa kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator dari suatu mata pelajaran, atau bahkan beberapa mata pelajaran. Melalui pembelajaran tematik, siswa diharapkan dapat belajar dan bermain dengan kreativitas yang tinggi. Sebab, dalam pembelajaran tematik, belajar tidak semata-mata mendorong siswa untuk mengetahui (learning to know), tetapi belajar juga untuk melakukan (learning to do), untuk menjadi (learning to be), dan untuk hidup bersama (learning to live together).Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran dalam satu tema sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna pada siswa.
Pembelajaran tematik sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan pengalaman bermakna bagi siswa. Pengalaman bermakna maksudnya anak memahami konsep – konsep yang telah mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami (Depdikbud, tim pengembang PGSD,1996).Model pembelajaran ini telah diterapkan sejak Kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia.
Pendekatan menurut Depdiknas, 2004 adalah suatu pola umum pembelajaran yang tersusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan, psikologi, didaktik, dan komunikasi dengan mengintegrasikan struktur (langkah pembelajaran, metode, media, manajemen kelas, evaluasi dan waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien).
penilaian pembelajaran tematik juga melibatkan tahapan-tahapan seperti menentukan tema, mengintegrasikan tema dengan kurikulum, merancang rencana pembelajaran, dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Prinsip-prinsip pembelajaran terpadu juga ditekankan, seperti pemilihan tema yang sesuai dengan minat siswa, mempertimbangkan peristiwa otentik, dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
Tingkat keberhasilan pembelajaran tematik di Indonesia menunjukkan hasil yang beragam, tergantung pada berbagai faktor seperti kualitas guru, ketersediaan sumber daya, dan dukungan dari lingkungan belajar. Secara umum, penerapan pembelajaran tematik telah memberikan dampak positif dengan membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa. Siswa lebih mampu menghubungkan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam konteks dunia nyata, yang meningkatkan pemahaman dan keterampilan berpikir kritis mereka.
Namun, tantangan tetap ada, termasuk perlunya peningkatan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran tematik yang efektif, serta keterbatasan fasilitas dan sumber belajar di beberapa daerah. Meskipun demikian, dengan adanya dukungan dari kebijakan pemerintah dan inovasi dalam metode pengajaran, pembelajaran tematik di Indonesia terus mengalami perbaikan dan menunjukkan potensi untuk menghasilkan generasi siswa yang lebih kompeten dan adaptif.
Tingkat keberhasilan pembelajaran tematik pada sekolah dasar dapat dinilai berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan. Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator berkisar antara 0% hingga 100%, dengan kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 75% Namun, sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator yang lebih rendah dengan pertimbangan tertentu, seperti kemampuan peserta didik dan guru serta ketersediaan prasarana dan sarana.
Pembelajaran tematik memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
● Pengalaman dan kegiatan belajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar
● Kegiatan belajar yang dipilih berdasarkan minat dan kebutuhan siswa, sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.
● Mempermudah guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, dengan memberikan gambaran yang jelas mengenai tema yang mencakup beberapa kompetensi dasar dan indikator dari berbagai matapelajaran.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Tematik
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran tematik di sekolah dasar Indonesia antara lain:
● Kompetensi guru: Guru yang terlatih dan memahami konsep pembelajaran tematik dengan baik akan lebih mampu menerapkannya secara efektif di kelas.
● Ketersediaan sumber daya: Sarana dan prasarana yang memadai, seperti buku teks, media pembelajaran, dan teknologi informasi, dapat mendukung pembelajaran tematik yang lebih efektif.
● Keterlibatan orang tua: Orang tua yang terlibat dalam proses pembelajaran anak dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
● Dukungan dari pihak sekolah: Komitmen dan dukungan dari kepala sekolah, guru, dan staf sekolah lainnya sangat penting untuk keberhasilan implementasi pembelajaran tematik.
Upaya Meningkatkan Keberhasilan Pembelajaran Tematik
Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran tematik di sekolah dasar Indonesia:
● Meningkatkan kompetensi guru: Memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru tentang pembelajaran tematik.
● Memperkaya sumber daya: Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran tematik.
● Meningkatkan keterlibatan orang tua: Mengadakan sosialisasi dan pelatihan bagi orang tua tentang pembelajaran tematik.
● Memperkuat dukungan dari pihak sekolah: Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif untuk implementasi pembelajaran tematik.
Selanjutnya, keterlibatan siswa juga merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pelaksanaan tematik di sekolah dasar. Dalam pembelajaran tematik, siswa memiliki peran aktif dalam menggali informasi, berpikir kritis, dan berkolaborasi dengan teman sekelas. Mereka diajak untuk mengemukakan pendapat, bertanya, dan mencari jawaban sendiri. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, mereka akan merasa lebih bersemangat dan termotivasi untuk belajar. Jika siswa menunjukkan minat dan partisipasi yang tinggi dalam pembelajaran tematik, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan tematik di sekolah dasar telah berhasil.
Namun, meskipun pelaksanaan tematik di sekolah dasar memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah penyiapan guru yang memadai. Guru perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendekatan tematik dan mampu merancang pembelajaran yang menarik dan bermakna. Selain itu, perlu adanya dukungan dari pihak sekolah dan penyedia kurikulum untuk memastikan pelaksanaan tematik yang efektif.
Secara keseluruhan, keberhasilan pelaksanaan tematik di sekolah dasar dapat dinilai melalui kemampuan kompetensi guru, sarana dan prasarana, keterlibatan orang tua, juga perlunya dukungan dari pihak sekolah, efektivitas pembelajaran, keterlibatan siswa, dan dampak positif pada perkembangan siswa. Jika tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa, memotivasi mereka untuk belajar, dengan mengembangkan sikap dan keterampilan yang positif, maka pelaksanaan tematik di sekolah dasar dapat dikatakan berhasil. Dengan penyiapan yang memadai dan dukungan yang tepat, tematik memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
Selain itu, dampak positif pada perkembangan siswa juga perlu dipertimbangkan dalam mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan tematik di sekolah dasar. Tematik tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pengembangan sikap, nilai, dan karakter siswa. Melalui pendekatan tematik, siswa dapat belajar tentang nilai-nilai sosial, keterampilan interpersonal, dan pemecahan masalah yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika siswa dapat mengembangkan sikap positif, nilai-nilai moral, dan keterampilan yang diperlukan melalui pembelajaran tematik, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan tematik di sekolah dasar telah berhasil.
Meskipun demikian, berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran tematik di sekolah dasar telah terbukti efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang efisien dan menarik bagi peserta didik.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran tematik tetap digunakan di sekolah dasar, tetapi tidak menjadi suatu kewajiban Sekolah dapat memilih untuk menggunakan pendekatan pembelajaran lainnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Dalam kesimpulannya, tingkat keberhasilan pembelajaran tematik pada sekolah dasar dapat dinilai berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan. Pembelajaran tematik memiliki kelebihan dalam mengaitkan berbagai mata pelajaran dan membuat pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Namun, implementasi yang tidak efektif dan faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran tematik.



