
Oleh: Andreansyah putra nasution
MAHASISWA UNIVERSITAS PAMULANG
JurnalPost.com – Dalam era digital yang terus berkembang, cybercrime telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat global. Cybercrime, yang melanggar hukum dan merugikan individu, perusahaan, bahkan negara, telah menjadi tantangan utama bagi keamanan dunia maya.Cybercrime mencakup beragam aktivitas jahat, mulai dari peretasan data pribadi hingga serangan perangkat lunak berbahaya yang menyerang infrastruktur penting. Dalam beberapa tahun terakhir, serangan ransomware yang menargetkan perusahaan besar dan institusi pemerintah telah meningkat secara signifikan, menunjukkan betapa merajalelanya cybercrime dalam ekosistem digital kita.
Salah satu tantangan utama dalam melawan cybercrime adalah sifatnya yang global. Pelaku kejahatan dapat beroperasi dari mana saja di dunia, menggunakan teknologi untuk menyamarkan jejak mereka. Hal ini menyulitkan penegakan hukum dalam melacak dan menangkap para pelaku. Selain itu, kekurangan kerja sama antarnegara dan peraturan yang berbeda-beda di berbagai yurisdiksi juga mempersulit upaya penegakan hukum internasional.Dalam konteks kenegaraan keamanan cyber menjadi masalah yang serius dan penting karena menyangkut keamanan data warganegara.
Dilansir National cyber security index(NCSI) pada tahun 2023, Indonesia berada di peringkat ke-49 keamanan cyber dari 176 Dikawasan Indonesia masuk peringkat 5 besar setelah Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina .
Di Indonesia ada hukum yang mengatur tentang cybercrime,hal inilah yang kemudian membuat seluruh pengguna internet harus berhati-hati dalam berselancar media sosial ataupun sejenisnya.Dalam hukum,orang yang melakukan tindakan cybercrime bisa dihukum sesuai dengan undang-undang yang telah di atur dalam undang-undang ITE pasal 27-30 Nomor 19 tahun 2016.Dalam UU ITE, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun, dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun dan /atau denda paling banyak Rp 600 juta.
Namun, meskipun tantangan yang dihadapi kompleks, ada langkah-langkah yang dapat diambil un Pertama-tama, perlu adanya investasi yang lebih besar dalam keamanan cyber dan teknologi perlindungan data. Perusahaan dan organisasi harus meningkatkan sistem keamanan mereka untuk melindungi data sensitif dan infrastruktur mereka dari serangan.
Selain itu, kerja sama antara sektor publik dan swasta sangat penting dalam memerangi cybercrime. Ini melibatkan pertukaran informasi tentang ancaman yang terdeteksi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran tentang praktik keamanan cyber di semua tingkatan.
Pendidikan juga memegang peranan penting dalam melawan cybercrime. Mengedukasi masyarakat tentang risiko yang terkait dengan kegiatan online dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri dapat membantu mengurangi kesempatan bagi para pelaku kejahatan untuk melakukan serangan.
Terakhir, penegakan hukum harus diperkuat untuk menindak para pelaku cybercrime. Ini termasuk peningkatan kapasitas penegakan hukum untuk menyelidiki dan menangani kasus-kasus cybercrime, serta pemberian hukuman yang tegas bagi para pelaku sebagai efek jera.
Dalam menghadapi ancaman cybercrime yang semakin kompleks, penting bagi masyarakat global untuk bersatu dan mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi dunia maya. Dengan investasi dalam keamanan cyber, kerja sama lintas sektor, pendidikan masyarakat, dan penegakan hukum yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terpercaya untuk semua.
Cybercrime menjadi penting dan perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin dengan tingkat keamanan dari sebuah asset yang dianggap berharga. Ancaman cybercrime sering terjadi karena kelalain user dan juga system yang tidak di update terbaru.



