• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Mengejar Standar Global, Tersandung Tumpukan Berkas

Editor Redaksi
22 April 2026
in Artikel

Oleh: Ainin Seha, Siti Samhati, Edi Suyanto

JurnalPost.com – Dunia pendidikan Indonesia sedang berdiri di titik krusial: antara ambisi mengejar standar global dan realitas keras di ruang-ruang kelas. Di tengah arus perubahan itu, guru Bahasa Indonesia memikul peran strategis sekaligus beban yang kian kompleks. Sebagai ujung tombak literasi, guru tidak lagi sekadar pengajar, melainkan dituntut menjadi fasilitator multiliterasi yang kreatif dan adaptif. Kurikulum Merdeka, yang mengadopsi semangat standar internasional, mendorong lahirnya generasi yang kritis, reflektif, dan melek informasi. Namun, idealisme tersebut kerap berbenturan dengan kenyataan di lapangan.

Alih-alih fokus pada inovasi pembelajaran, banyak guru justru tersandera oleh tumpukan administrasi yang menyita energi dan waktu. Di sisi lain, akses terhadap buku bermutu, teknologi, dan lingkungan literasi yang memadai masih belum merata. Di sejumlah daerah, membaca masih menjadi kemewahan, bukan kebiasaan. Persoalan semakin rumit dengan stigma lama yang belum sepenuhnya hilang: Bahasa Indonesia dianggap mata pelajaran “ringan”. Akibatnya, motivasi belajar siswa cenderung rendah, padahal kemampuan berbahasa adalah fondasi berpikir kritis di semua bidang ilmu.

Potret ini terlihat jelas dalam hasil Asesmen Nasional. Skor literasi yang belum menggembirakan sering kali diarahkan kepada guru Bahasa Indonesia sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Padahal, literasi sejatinya adalah kerja kolektif melibatkan seluruh mata pelajaran, keluarga, hingga ekosistem pendidikan secara luas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang lahir bukanlah profesionalisme sejati, melainkan “profesionalisme semu” di mana guru dituntut tinggi, tetapi tidak didukung secara memadai. Upaya menyelaraskan kompetensi siswa dengan standar global pun berisiko menjadi sekadar wacana.

Sudah saatnya ada langkah nyata. Penyederhanaan beban administrasi, pemerataan akses sumber belajar, serta penguatan budaya literasi harus menjadi prioritas. Guru perlu diberi ruang untuk berpikir, berkreasi, dan menginspirasi bukan sekadar memenuhi tuntutan birokrasi. Sebab pada akhirnya, jika ingin melahirkan generasi yang kritis dan berdaya saing global, maka guru pun harus lebih dulu dimerdekakan. Dari sanalah, bahasa akan kembali pada hakikatnya: sebagai alat berpikir, bukan sekadar mata pelajaran.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.