• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Mengawal Asa Swasembada di Serang: Antara Berkah Penurunan Harga Pupuk dan Tantangan Lahan Salin

Editor Redaksi
29 Juni 2026
in Artikel

Oleh: Fauziatul Latifah
Mahasiswa prodi Kimia
Universitas Pamulang

JurnalPost.com – Kabupaten Serang, Banten, saat ini tengah memegang peran krusial dalam mendukung ambisi swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Kabinet Merah Putih. Sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Provinsi Banten dengan luas lahan baku sawah mencapai 48.050 hektare, produktivitas Serang menjadi penentu apakah target produksi padi Banten yang dibidik tembus lebih dari dua juta ton dapat terealisasi.

Di tengah optimisme ini, urusan “perut” tanaman alias pupuk tetap menjadi variabel paling sensitif bagi para petani setempat.

Kabar baik berembus bagi para petani di Kabupaten Serang sejak akhir tahun lalu. Melalui kebijakan Kementerian Pertanian, harga pupuk bersubsidi resmi dipangkas sebesar 20 persen. Kebijakan ini disambut dengan penuh optimisme oleh kelompok tani di Serang untuk mendongkrak volume produksi mereka. Dampak nyata dari intervensi harga pupuk, perbaikan irigasi, dan kepastian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah ini langsung terlihat pada lonjakan produksi padi Provinsi Banten secara akumulatif, yang naik hingga 16,84 persen (dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton).

Namun, meski dari sisi harga kebijakan pemerintah pusat ini sangat membantu, tantangan di akar rumput tidak serta-merta lenyap. Masalah klasik seputar tata niaga dan distribusi pupuk masih membayangi. Berdasarkan catatan riset sosial-ekonomi pertanian di Banten, rantai birokrasi dan prosedur penebusan yang rumit kerap memicu fenomena “kelangkaan semu”—di mana stok pupuk sebenarnya menumpuk di gudang lini penyalur, tetapi terlambat sampai ke tangan petani saat masa tanam tiba.

Selain itu, kuota subsidi yang terbatas membuat petani yang belum atau tidak terdaftar ke dalam Kelompok Tani (Poktan) kesulitan mendapatkan hak keekonomian yang sama, sehingga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk non-subsidi demi menyelamatkan tanaman mereka.

Di sisi lain, menggenjot produktivitas padi di Kabupaten Serang tidak hanya bicara soal kecukupan pupuk kimia sintetis seperti Urea dan NPK. Di wilayah Serang bagian utara, seperti Kecamatan Tirtayasa dan sekitarnya yang berdekatan dengan pantai, petani dihadapkan pada musuh alami yang tak kalah berat: stres lahan salin (kadar garam tinggi).
Berdasarkan kajian ilmiah, perubahan iklim dan penurunan debit air tawar saat kemarau menyebabkan air laut mengintrusi sumber irigasi utama petani, seperti Sungai Ciujung. Sawah yang terpapar kadar garam tinggi membuat akar padi rusak dan gagal menyerap nutrisi dengan optimal. Akibatnya, sekaya apa pun pupuk yang diberikan, tanaman padi—terutama varietas rentan seperti Inpari 32 pada fase vegetatif awal—akan mengalami kekeringan fisiologis dan mati.

Oleh karena itu, kombinasi strategi pupuk yang tepat harus berjalan beriringan dengan adopsi teknologi agroekologi. Salah satu solusi menjanjikan yang mulai digalakkan Pemprov Banten adalah pengembangan varietas padi organik (seperti PS-08) yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi terbukti mampu menghasilkan produktivitas tinggi hingga 10 ton per hektare.

Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen adalah stimulus luar biasa yang meningkatkan kesejahteraan dan gairah bertani di Kabupaten Serang. Namun, efektivitas subsidi ini sangat bergantung pada kelancaran distribusi logistik agar pupuk tiba tepat waktu sesuai jadwal tanam. Lebih dari itu, pemerintah daerah perlu terus mendampingi petani dengan diversifikasi pupuk organik dan penyediaan benih toleran salin agar sawah-sawah pesisir Serang tetap kokoh menopang ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim global.

Sumber Berita & Jurnal Referensi:
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Serang (2025): “Penurunan Harga Pupuk Subsidi, Petani Kabupaten Serang Optimis Tingkatkan Produksi” (Akses via serangkab.go.id).
Antara News Banten (2026): “Tahun ini, Pemprov Banten targetkan produksi padi tembus dua juta ton” & “Padi organik PS-08 hasilkan panen 10 ton per hektare”.
Pemerintah Provinsi Banten (2026): Panen Raya Kramatwatu Kabupaten Serang, “Dukung Swasembada Pangan, Gubernur Banten Andra Soni: Produksi Padi Banten 2025 Melonjak 16,84 Persen”.
Hasrianda, E. F., dkk. (JURNAL PANGAN): “Penanganan Stres Salin dalam Pertanian Padi Sawah: Hasil Kajian dari Wilayah Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia”.
Hanifah, I. & Maulfianti, A. (E-Journal UNMA Banten): “Persepsi Masyarakat Tentang Keefektifan Program Subsidi Pupuk Bagi Petani Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani” (Kajian distribusi dan tata niaga pupuk di Banten).

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.