
NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA, JurnalPost.com – Di tengah kesibukan mengawal pendidikan yang berkualitas di tingkat usia dini, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Nunukan membuktikan bahwa batas geografis tak mampu memisahkan ikatan kemanusiaan. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama anak bangsa, ribuan siswa PAUD, guru, dan orang tua di Nunukan bersatu padu menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.
Aksi solidaritas ini dikoordinir secara terpusat oleh Pengurus Daerah HIMPAUDI Nunukan yang bekerjasama erat dengan seluruh pengurus cabang HIMPAUDI se-Nunukan. Respons yang diberikan oleh masyarakat PAUD Nunukan sungguh mengharukan dan menunjukkan betapa kuatnya semangat berbagi. Upaya kolektif ini menghasilkan jumlah donasi yang signifikan. Hingga batas waktu yang ditetapkan, yaitu tanggal 14 Desember 2025, total dana yang berhasil terhimpun mencapai: Rp. 25.059.000.
Angka ini merupakan cerminan dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari kantong-kantong kecil anak-anak PAUD hingga sumbangan besar dari pengurus dan orang tua. Pengurus Cabang Himpaudi Sebatik dan Sebatik Timur, di bawah koordinasi Bunda Nurhalisa, mencatatkan sumbangan tertinggi senilai Rp. 8.800.000. Sementara itu, Pengurus Daerah HIMPAUDI Nunukan turut mengumpulkan donasi sebesar Rp. 8.023.000. Kontribusi vital juga datang dari cabang-cabang lain: Sebatik Utara dan Tengah (dikoordinir Bunda Sahara) mengumpulkan donasi sebesar Rp. 3.954.000, Sebatik Barat (dikoordinir Bunda Irawati) sebesar Rp. 2.282.000, dan Sei Menggaris (dikoordinir Bunda Suliani) sebesar Rp. 2.000.000. Setiap rupiah yang terkumpul adalah representasi dari nilai kemanusiaan yang ditanamkan sejak dini.
Lebih dari Sekadar Uang: Menanamkan Nilai Solidaritas
Wakil Ketua HIMPAUDI Nunukan, Darwis Basri, menekankan bahwa donasi ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar bantuan finansial. “Donasi ini adalah bentuk kebersamaan dan solidaritas sesama sebagai bangsa. Yang terpenting, ini adalah momentum terbaik untuk mengajarkan kepada anak-anak PAUD sejak dini tentang pentingnya berbagi dan merasakan empati kepada sesama,” ujarnya.
Kegiatan ini secara langsung mengimplementasikan pendidikan karakter yang holistik. Anak-anak PAUD diajak memahami bahwa meskipun mereka tinggal ribuan kilometer jauhnya di perbatasan Kalimantan, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Indonesia yang sedang berduka. Rasa saling memiliki dan tolong-menolong adalah modal sosial yang tak ternilai harganya.
Dana yang sudah terhimpun tersebut rencananya akan disalurkan secara amanah dan terpusat. Proses penyaluran bantuan akan dikoordinasikan lebih lanjut melalui HIMPAUDI Pusat, memastikan bahwa bantuan dari Bumi Nunukan dapat menjangkau dan meringankan beban korban bencana di Aceh dan Sumatera secara efektif dan tepat sasaran. Aksi HIMPAUDI Nunukan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan adalah denyut nadi pendidikan usia dini, menunjukkan bahwa dari batas terluar Indonesia, kepedulian dapat menjangkau sudut-sudut negeri yang sedang membutuhkan.




