• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

MENDORONG REVOLUSI DIGITAL DI TINGKAT DESA: MAHASISWA KKN-T 114 UNHAS SUKSES FASILITASI ADOPSI QRIS UNTUK UMKM DI MAROS

Editor Nadia
13 Agustus 2025
in Berita

MAROS, SULAWESI SELATAN – Di tengah arus transformasi digital yang masif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah nyata untuk memastikan pelaku usaha di tingkat desa tidak tertinggal. Melalui program yang terstruktur, mereka berhasil menjembatani kesenjangan digital dengan mengedukasi dan memfasilitasi adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Inisiatif ini merupakan jawaban atas tantangan modernisasi sistem pembayaran sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa untuk mendorong kemandirian dan daya saing ekonomi lokal.

Mengidentifikasi Kebutuhan dan Kesenjangan Digital
Sebelum meluncurkan program, tim KKN-T 114 Unhas melakukan pemetaan dan observasi mendalam pada tanggal 12 Agustus 2025. Hasilnya menunjukkan sebuah tantangan signifikan: dari 10 UMKM yang menjadi sampel awal di Dusun Je’ne Tallasa dan Dusun Bonto Bunga, tidak ada satupun yang telah memanfaatkan QRIS. Mayoritas pelaku usaha masih bergantung sepenuhnya pada transaksi tunai, yang seringkali menimbulkan kendala seperti kesulitan menyediakan uang kembalian, risiko keamanan dalam menyimpan uang tunai, dan keterbatasan dalam melayani pelanggan yang kini semakin terbiasa dengan pembayaran non-tunai.

Implementasi Program yang Personal dan Tepat Sasaran
Menyadari bahwa adopsi teknologi baru memerlukan bimbingan personal, tim KKN-T 114 Unhas merancang program pendampingan secara langsung (door-to-door). Dimulai dari Dusun Bonto Bunga, kemudian menyebar ke Dusun Je’ne Tallasa dan Dusun Manjalling, para mahasiswa mendatangi satu per satu kios, warung, dan usaha rumahan.

Proses pendampingan dilakukan secara komprehensif, meliputi:
– Edukasi Manfaat
– Bimbingan Teknis
– Proses Pendaftaran

Dampak Positif dan Sambutan Hangat dari Pelaku UMKM
Pendekatan personal ini terbukti efektif dan disambut dengan sangat antusias. Para pelaku UMKM yang sebelumnya merasa ragu dan menganggap teknologi ini rumit, kini merasakan langsung kemudahannya.

Pemilik Toko Aqsa di Dusun Je’ne Tallasa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perubahan yang dirasakan. “Terima kasih kepada anak KKN-T 114 Universitas Hasanuddin atas bantuan yang lebih memudahkan toko kami dari sistem pembayaran. Ini benar-benar solusi praktis. Harapannya, semoga nanti walaupun kalian telah selesai ber-KKN di desa ini, kalian tetap bisa membantu warga yang ingin membuat QRIS ini,” ujarnya.

Efisiensi menjadi poin utama yang dirasakan oleh Kak Agu, pemilik Toko Pakkalolo. “Dengan QRIS, sangat memudahkan kami sebagai penjual karena tidak perlu lagi menyiapkan uang kembalian. Waktu jadi tidak terbuang untuk mencari uang receh. Harapannya semoga QRIS dapat meningkatkan kualitas layanan pembayaran dan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Toko Wiss di Dusun Bonto Bunga, menceritakan keraguan awalnya yang kini berubah menjadi keyakinan. “Awalnya kami ragu karena terlihat rumit dan takut salah. Tapi setelah dibimbing dengan sabar oleh adik-adik KKN, ternyata sangat praktis. Sekarang, pembeli yang tidak bawa uang tunai, terutama anak-anak muda, jadi lebih mudah berbelanja. Ini sangat membantu sekali meningkatkan penjualan,” tuturnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Ekonomi Digital di Desa
Program ini diharapkan menjadi titik awal dari ekosistem digital yang lebih luas di Desa Bonto Bunga. Dengan adanya QRIS, UMKM tidak hanya dimudahkan dalam transaksi, tetapi juga memiliki catatan keuangan digital yang dapat menjadi modal untuk mengakses layanan perbankan formal di masa depan.

Menutup rangkaian kegiatan, Koordinator KKN-T 114 Unhas di Desa Bonto Bunga menyampaikan harapan timnya. “Ini bukan sekadar program kerja, melainkan investasi sosial sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan terbesar kami adalah keberlanjutan. Kami ingin para pelaku usaha yang telah kami dampingi dapat menjadi agen perubahan yang menularkan semangat digitalisasi ini kepada rekan-rekan mereka. Semoga Desa Bonto Bunga dapat terus berkembang menjadi desa yang modern, mandiri secara ekonomi, dan siap menghadapi tantangan zaman.”

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.