• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Melihat Peran Generasi Muda Pada Pemilu 2024

Editor Redaksi
23 Maret 2024
in Kolom Opini

Oleh: Rafa Anindita Sadira
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Pemilu tahun 2024 sudah ada di depan mata, acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Febuari mendatang menjadi sebuah momentum yang sudah ditunggu-tunggu bagi semua elemen masyarakat. Pada tahun ini presentase pemilih di dominasi oleh para generasi muda, jika diakumulasikan jumlah suara yang di dapat dari generasi muda lebih dari 55%. Hal ini menunjukan hampir 50% suara di dapatkan oleh generasi muda. Presentase ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah pemilu di Indonesia.

Generasi muda sendiri terdiri dari generasi milennial dan generasi z. Generasi milenial merupakan orang-orang yang lahir diantara tahun 1981- 1996, sedangkan generasi z merupakan orang-orang yang lahir diantara tahun 1997-2012. Para generasi milenial mungkin sudah beberapa kali mengikuti pemilu, namun untuk para generasi z inilah waktu pertama mereka untuk memberikan hak suara untuk menentukan masa depan bangsa.

Meningkatnya kesadaran generasi muda dalam kehidupan berpolitik dan memberikan hak suara nya merupakan salah satu wujud dari demokrasi bagi sebuah bangsa. Banyak kaum- kaum muda yang mulai aktif menyampaikan pendapat mereka mengenai pemilu di 2024 melalui media sosial. Penggunaan media sosial merupakan hasil dari berkembangnya teknologi dan informasi yang membawa dampak besar dalam dunia politik. Pengoptimalisasikan penggunaan media sosial sebagai wadah berpolitik merupakan hal yang baru terjadi saat ini, banyak terobosan-terobosan yang dibuat untuk meramaikan pemilu di tahun ini. Banyaknya generasi muda yang sudah melek teknologi juga merupakan salah satu alasan mengapa banyak pasangan calon yang merambah ke media sosial untuk mendapatkan suara dari para generasi muda. Selain itu, banyak juga yang memanfaatkan media sosial sebagai cara berkomunikasi dengan publik hingga dibuat framing-framing menarik untuk para masing-masing pasangan calon.

Penggunaan Media Sosial
Generasi muda yang umurnya berkisar 18-35 tahun ini, sudah menjadikan media sosial sebagai faktor penunjang dalam berkehidupan. Media sosial memiliki akses yang lebih luas untuk menjangkau lebih banyak audience, platform-platform media sosial digunakan oleh mereka untuk menyebarkan segala informasi yang beredar. Selain itu, media sosial juga menjadi sebuah ruang digital untuk kaum generasi muda melakukan forum diskusi secara online. Diskusi yang dilakukan secara online ini memungkinkan kaum generasi muda untuk dapat mengembangkan gagasan serta pandangan mereka mengenai kehidupan berpolitik.

Media sosial juga dijadikan sebagai salah satu sumber utama oleh para generasi muda dalam mencari informasi mengenai politik, mereka tidak hanya menggunakan media sosial sebagai sumber dalam mecari informasi, namun mereka menggunakannya sebagai ruang untuk memberikan pendapat dan saran atau lainnya.

Saat ini banyaknya terobosan-terobosan baru dalam pemanfaatan media sosial sebagai media berpolitik membuat banyak kaum generasi muda lebih bersemangat pada pemilu kali ini, mereka aktif memberikan respon terhadap apa yang sedang terjadi mengenai huru-hara poltik. Respon yang diberikan oleh para kaum generasi muda juga beragam, ada yang memberikan respon positif serta ada juga yang memberikan respon negatif. Respon inilah yang membuat generasi muda lebih dapat memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai salah satu media berpolitik karena dapat melihat beberapa sudut pandang dan persepktif dalam berpolitik.

Generasi muda juga memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk memberikan edukasi kepada khalayak luas mengenai isu-isu politik serta konten-konten edukatif mengenai pemilu. Selain itu, mereka juga menggunakan media sosial untuk meningkatan kesadaran kepada khalayak luas untuk paham dan mengerti pentingnya isu-isu politik yang sedang terjadi. Banyaknya konten-konten menarik dan edukatif merupakan salah satu wujud nyata generasi muda dalam memainkan peran sebagai salah satu agen perubahan pada pemilu ditahun 2024. Banyak masyarakat merasa banyak terbantu atas ide-ide atau terobosan baru yang dibuat oleh para generasi muda.

Media sosial dapat dikatakan sebagai wadah yang strategis untuk dimanfaatkan para generasi muda untuk memberikan akses informasi yang seluas-luasnya mengenai visi-misi masing-masing pasangan calon serta isu-isu politik yang sedang ramai dibicarakan. Selain itu, generasi muda dapat menyuarakan pendapat dan ide-ide mereka terhadap politik melalui media sosial. Hal ini juga dapat menunjukan bahwa pasrtisipasi generasi muda terhadap pemilu di tahun 2024 meningkat secara signifikan. Melalui media sosial generasi muda merasa lebih diikutsertakan dalam setiap proses politik, mereka juga mempunyai kesempatan untuk didengar oleh para masing-masing pasangan calon.

Saat ini untuk memaksimalkan opini publik mengenai setiap pasangan calon, media sosial menjadi target utama yang dipakai oleh generasi muda. Mereka mempengaruhi khalayak luas melalui kampanye-kampanye media sosial atau konten-konten edukatif lainnya. Pembuatan postingan menarik menjadi daya tarik utama dalam pembuatan kampanye media sosial. Postingan yang menarik dapat menarik perhatian lebih dari masyarakat serta dapat cepat untuk mencapai tujuan kampanye media sosial, mereka membuat sebuah infografis atau meme yang menarik agar mudah dipahami oleh semua elemen masyarakat.

Aktivitas media sosial yang lebih sering menunjukan interaksi kepada masyarakat luas juga menjadi salah satu nilai tambah untuk dimanfaatkan oleh para generasi muda dalam menkampanyekan masing-masing calon. Kampanye media sosial telah terbukti secara efektif untuk menjangkau khalayak lebih luas dengan cepat, cara tersebut dapat mudah mendorong seseorang untuk terlibat secara tidak langsung. Pemaparan visi dan misi melalui media sosial dapat mendorong masyarakat lebih mudah memahami, media sosial dapat mengubah opini publik mengenai masing-masing pasangan calon. Pembuatan framing-framing menarik terhadap pasangan calon juga terbukti efektif dapat lebih menarik khalayak luas untuk mendapatkan suara.

Dapat disimpukan bahwa, salah satu peran generasi muda terhadap pemilu ditahun 2024 adalah pengunaan media sosial sebagai wadah dalam setiap aktivitas politik. Melalui media sosial generasi muda dapat lebih memanfaatkan setiap peluang untuk lebih didengar dan diikutsertakan dalam sebuah proses demokrasi bagi sebuah bangsa.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.