
Penulis: Muhamad Nabil Alfarizi
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
JurnalPost.com – Fenomena yang lagi viral ini mengenai adanya pemadaman listrik secara bergilir di pulau Jawa, dibalik peristiwa ini bisa mengganggu aktivitas warga seperti pada aktivitas ekonomi. Dikhawatirkan, pemadaman Listrik ini berisiko menghambat kelancaran produksi dan juga bisa menjadi ancaman investasi, manufaktur.
Kalangan industri dan dunia usaha menilai pasokan listrik yang tidak stabil ini dinilai mengganggu aktivitas ekonomi, juga menambah biaya operasional serta meningkatkan risiko kerugian bagi pelaku usaha.
Mati Listrik memang sesuatu yang wajar, namun jika kejadian ini terus berulang-ulang setiap hari yang memakan waktu berjam-jam. Banyak orang kebingungan dengan fenomena ini, kenapa fenomena ini terjadi dan apakah fenomena langkah pemerintah untuk menghemat energi yang terjadi di pulau jawa.
Dikarenakan terdapat isu-isu tentang perang dunia antara USA dan iran, sehingga semua energi di bataskan, dan sama hal nya dengan kenaikan BBM terus membengkak di kalangan masyarakat.
Saat saya berwawancara terhadap salah satu warga di desa Sidaurip yang memiliki warung kelontong mengenai dampak apa yang dirasakan nya selama pemadaman
itu terjadi.
“Apa saja dampak yang Pak/Bu rasakan saat terjadi nya pemadaman listrik ini yang terus terjadi berkali-kali”, tanya saya ke salah satu warga.
“Saya merasakan dampak nya dari pemadaman listrik ini, karena pemadaman ini saya justru banyak mengeluarkan banyak uang untuk membeli bensin yang kian semakin mahal harga nya, Karena saya menggunakan alternatif lain agar listrik di rumah saya dan warung saya tetap menyala di malam hari yaitu dengan menggunakan mesin diesel. ”Jawab pemilik warung,
Jadi, fenomena pemadaman listrik bergilir dan terus-menerus ini bukanlah hal yang wajar dan bisa di toleransi, Karena fenomena ini bisa jadi menaikkan harga Listrik yang tidak logis dan bisa menghambat aktivitas ekonomi warga.



