
Ngawi, JurnalPost.com i – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja Mandala Art sebagai media edukasi untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak sekaligus mencegah perilaku bullying sejak usia dini. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 22 Juli 2026, di SDN 1 Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 1, 2, dan 3.
Program Mandala Art merupakan kegiatan edukatif yang menggabungkan pembelajaran mengenai pengenalan emosi dengan aktivitas mewarnai pola mandala. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, mahasiswa BBK 8 mengajak siswa memahami bahwa setiap orang memiliki beragam emosi, seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa. Anak-anak juga diajarkan cara mengenali emosi yang sedang dirasakan serta pentingnya mengelola emosi tersebut dengan cara yang positif.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya mengenali emosi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mahasiswa menjelaskan bahwa kemampuan mengendalikan emosi dapat membantu anak menyelesaikan masalah dengan baik, menghargai teman, serta menghindari tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana, permainan interaktif, dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan siswa sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Setelah sesi edukasi, siswa diajak mengikuti kegiatan mewarnai Mandala Art. Selama proses mewarnai, mahasiswa BBK mendampingi peserta sambil mengajak mereka menceritakan perasaan yang sedang dialami. Aktivitas tersebut memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan emosi melalui warna dan gambar sekaligus melatih fokus, kreativitas, serta kesabaran. Suasana belajar yang santai membuat siswa lebih berani mengungkapkan perasaan dan belajar menghargai perbedaan emosi yang dimiliki setiap individu.
Selain mengenalkan pengelolaan emosi, mahasiswa BBK 8 juga memberikan edukasi mengenai pentingnya sikap empati, kepedulian, dan saling menghormati antarteman sebagai langkah pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Anak-anak diajak memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, maupun menyakiti teman dapat memberikan dampak buruk bagi korban. Sebaliknya, sikap saling membantu, menghargai perbedaan, dan berkomunikasi dengan baik akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Melalui program ini, mahasiswa BBK 8 berharap siswa mampu mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara positif sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat, menumbuhkan rasa empati, mempererat hubungan antarteman, serta membangun budaya sekolah yang bebas dari perilaku bullying.
Program Mandala Art menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di Desa Banjarbanggi. Dengan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga memiliki bekal keterampilan sosial dan emosional yang bermanfaat bagi perkembangan mereka di masa depan.
Kegiatan Mandala Art: SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan pendidikan karakter, kreativitas anak, pemanfaatan media pembelajaran sederhana, serta pembentukan kepedulian sosial dan lingkungan.
#SDG4 #QualityEducation #SDG12 #ResponsibleConsumptionAndProduction #PendidikanKarakter #StopBullying #SDGsUNAIR




