
JurnalPost.com – Kegiatan edukasi berjudul “Sahabat Harmoni: Menanam Nilai Moderasi Beragama Islam Dalam Kebersamaan dan Keberagaman” sukses diselenggarakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Gayungan Surabaya pada hari Minggu, 7 Desember 2025, mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB mendapat antusias dari anak-anak penghuni panti dan pihak pengurus panti. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan nilai saling menghormati dan menghargai antar sesama tanpa harus melihat perbedaan. Selain itu, kegiatan ini berangkat dari pentingnya menanamkan sikap toleransi sejak dini, mengingat Indonesia sendiri merupakan negara yang mengakui enam agama resmi dan memiliki keragaman keyakinan yang harus dijaga melalui toleransi. Sebagai Pembina kegiatan, Taufikkurahman menjelaskan bahwa program ini tahapan lanjutan di kelas, harapannya mahasiswa menjadi agen pioner moderasi beragama dalam masyarakat yang bisa mempraktikan di lembaga masing-masing.
Acara dibuka dengan sesi perkenalan antara penyelenggara dan para peserta. Suasana hangat langsung tercipta ketika peserta diminta memperkenalkan diri mereka dengan gaya bebas yang membuat suasana lebih cair. Berbagai jenjang pendidikan hadir pada kegiatan tersebut, mulai dari jenjang SD hingga SMK. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai makna toleransi, pentingnya menghargai perbedaan, contoh sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari, hingga pentingnya menghormati perbedaan keyakinan dan budaya di tengah masyarakat.
Di sela pemaparan, anak-anak diajak untuk menonton film pendek bertema toleransi sebagai bentuk media pembelajaran visual yang menarik. Film tersebut menampilkan kisah sederhana tentang perbedaan karakter dan latar belakang seseorang yang tetap bisa hidup berdampingan dengan damai. Setelah menonton, penyelenggara meminta setiap anak untuk menjelaskan nilai-nilai toleransi yang mereka tangkap dari film, serta bagaimana nilai tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanggapan anak-anak beragam dan menunjukkan bahwa mereka mampu memahami pesan yang disampaikan dalam tayangan film tersebut. Sesi ini menunjukan keterlibatan aktif para peserta sembari mengasah kemampuan refleksi mereka.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab yang semakin menghidupkan suasana. Pertanyaan yang diberikan seputar materi toleransi, kerukunan, hingga pemahaman tentang perbedaan. Anak-anak dengan antusias menjawab pertanyaan dan beberapa peserta berhasil menjawab dengan tepat. Para peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah kecil dari penyelenggara sebagai bentuk apresiasi sederhana. Hal ini menambah semangat sekaligus memperkuat pemahaman materi yang telah disampaikan.
“Anak-anak sangat antusias dalam menjawab pertanyaan, ini membuat kami semakin yakin bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan dapat dipahami oleh para peserta,” ucap Fachri, sebagai ketua pelaksana kegiatan ini. Selain mengedukasi, Kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara penyelenggara dan anak-anak panti. Hal tersebut terlihat jelas ketika acara diakhiri dengan sesi makan bersama. Anak-anak duduk dengan saling menghadap sembari berbincang santai tentang hal-hal yang mereka pelajari dan pengalaman kehidupan sehari-hari mereka di panti. Momen ini menjadi penegasan bahwa edukasi tidak selamanya berbentuk soal materi, tetapi juga membangun kedekatan serta rasa dihargai antar sesama.
Ahmad Fauzan sebagai pihak pengurus panti mengungkapkan bahwa interaksi positif selama kegiatan antara penyelenggara dan anak-anak menjadi momen yang berkesan. “Suasananya sangat hangat dan edukatif. Momen terakhir saat makan bersama membuat anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai,” tuturnya dengan senyum. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan anak-anak panti tidak hanya memahami konsep toleransi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus sebagai langkah kecil namun penting dalam membangun generasi muda yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
Oleh: Fachriansyah Demo Wicaksana




