
Oleh, Haydar Rafi Firdaus Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
JurnalPost.com – Sebagai bagian dari program magang yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, saya berkesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan press conference yang diselenggarakan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pada tanggal 4 November 2025.
Kegiatan ini digelar untuk mengklarifikasi isu beredarnya informasi mengenai penutupan Pelabuhan Tanjung Perak akibat adanya kontainer berisi cengkeh yang diduga terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Pengalaman ini menjadi salah satu momen penting selama saya menjalani magang di bidang Public Relations, khususnya dalam praktik dokumentasi kegiatan dan manajemen komunikasi krisis di lingkungan industri logistik. Dalam konferensi yang berlangsung di Customer Service Building PT Terminal Petikemas Surabaya, pihak manajemen perusahaan menjelaskan bahwa informasi penutupan pelabuhan adalah tidak benar. Kegiatan operasional terminal, bongkar muat, serta arus ekspor-impor tetap berjalan secara normal tanpa gangguan.
“Kami memastikan tidak ada penutupan pelabuhan. Isu yang beredar di media sosial adalah informasi yang tidak valid. Pemeriksaan sudah dilakukan bersama pihak terkait, dan hasilnya tidak ditemukan kontaminasi berbahaya,” ujar Ardiansyah, perwakilan Humas PT Terminal Petikemas Surabaya.
Sementara itu, Noor Budiman, selaku Direktur Operasi PT Terminal Petikemas Surabaya, menambahkan bahwa proses pemeriksaan telah dilakukan bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), BRIN, dan KSOP. Hasil inspeksi menunjukkan bahwa material radioaktif tidak menyebar ke area pelabuhan, serta kontainer yang dicurigai dapat diamankan dengan protokol keselamatan yang sesuai.
Sebagai mahasiswa magang, saya mendapatkan kesempatan untuk mendokumentasikan jalannya konferensi pers dalam bentuk foto dan video kegiatan. Kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya komunikasi publik yang cepat, akurat, dan transparan dalam merespons isu sensitif yang berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat. Selama magang di PT Terminal Petikemas Surabaya, saya juga berpartisipasi dalam kegiatan komunikasi korporat lainnya seperti membuat konten media sosial, dokumentasi kegiatan, membuat data konten media, membuat pemantauan media, dan pendampingan kegiatan humas perusahaan. Semua pengalaman tersebut membantu saya memahami bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah dapat diimplementasikan dalam praktik dunia kerja. Seluruh kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Magang, Novan Andrianto, S.I.Kom., M.I.Kom
.
Melalui kegiatan press conference ini, PT Terminal Petikemas Surabaya menunjukkan komitmen terhadap prinsip keterbukaan informasi dan profesionalisme komunikasi publik. Langkah cepat dalam memberikan klarifikasi membuktikan bagaimana fungsi Public Relations berperan penting dalam menjaga reputasi dan kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Bagi saya pribadi, kegiatan ini bukan hanya sekadar dokumentasi magang, tetapi juga pembelajaran langsung tentang strategi komunikasi krisis dan pengelolaan media di industri logistik yang dinamis. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa komunikasi dalam mendukung upaya perusahaan untuk menjaga citra dan kredibilitas di tengah arus informasi yang cepat dan mudah menyebar.
Kegiatan dokumentasi press conference di PT Terminal Petikemas Surabaya menjadi bagian penting dari program magang reguler mahasiswa UNTAG Surabaya. Selain memperkaya pengalaman akademis, kegiatan ini juga memperkuat keterampilan praktis mahasiswa dalam bidang Public Relations, khususnya dalam menghadapi dinamika komunikasi korporat dan media massa.
Melalui pengalaman ini, saya berharap dapat terus mengembangkan kemampuan komunikasi strategis yang berintegritas dan berorientasi pada transparansi publik, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya dalam mengelola isu publik secara profesional.




