
Depok, JurnalPost.com — Mahasiswa Universitas Mercu Buana Kampus Warung Buncit, dalam rangka pelaksanaan mata kuliah Peduli Negeri 2025, menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertema “Express Your Identity With Public Speaking” yang menyasar kalangan pelajar sekolah menengah atas (31 Mei 2025). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud kontribusi mahasiswa dalam membangun karakter dan kemampuan komunikasi generasi muda.
Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana Kampus Warung Buncit sebagai bagian dari Mata Kuliah Peduli Negeri, dengan bimbingan dari Dicky Andika, S.Sos., M.Si., seorang tenaga pengajar di bidang komunikasi. Dalam kapasitasnya sebagai akademisi, Dicky Andika membimbing mahasiswa dalam perancangan program yang relevan, bermanfaat, serta memiliki implementasi yang efektif bagi kelompok sasaran, yaitu para pelajar SMA yang tinggal di Panti Asuhan Yayasan Katolik Fajar Baru, Depok. Sebanyak 50 siswa dari kelas 10, 11, dan 12 yang merupakan penghuni panti asuhan tersebut turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kegiatan yang diketuai oleh Jerahmeel Perrez Waromi beserta tim lainnya yang berjumlah 8 mahasiswa yaitu terdiri dari Navisa Dita Pramesti, Damar Indra Wijaya, Clark Bennedict Noah, Sultan Aziz Rahman Wijaya Lubis, Mita Ayu Gusina, Muhammad Abel Rafi Tufik, Jauza Ramadhana Arbianandra, dan Shella Claudia Paramitha menghadirkan sesi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya ekspresi diri dan keterampilan berbicara di depan umum. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini diajak untuk memahami bahwa ekspresi diri bukan sekadar tentang penampilan luar, tetapi mencerminkan siapa kita sebenarnya melalui kebiasaan, hobi, cara berbicara, gaya berpakaian, hingga cara kita mengekspresikan emosi dan gagasan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penjelasan yang dikemas secara ringan dan interaktif, peserta disadarkan bahwa setiap orang memiliki cara yang unik untuk mengekspresikan dirinya- dan tak ada satu pun cara yang lebih benar dari yang lain.
Acara dibuka oleh sambutan suster Lamberta, yang memperkenalkan Yayasan Fajar Baru. Dimana sampai saat ini Yayasan Fajar Baru memiliki kurang lebih 130 anak yang dibantu biaya Pendidikan dari usia balita – SMA. Suster lamberta berkata “anak-anak di Yayasan ini dalam sehari-harinya aktif melakukan kegiatan mulai dari sekolah, belajar vocal, tari, kerja bakti, sampai berdoa bersama”. Kegiatan sosialisasi Mahasiswa disambut positif oleh Yayasan Fajar Baru.
Jerahmeel Perrez Waromi sebagai ketua pelaksana memberikan sambutan dana ucapan terima kasih kepada Yayasan Fajar Baru atas kesempatan yang diberikan kepada Mahasiswa Universitas Mercu Buana untuk melakukan kegiatan sosialisasi guna memenuhi pencapaian belajar dari mata kuliah peduli negri. “saya sebagai ketua pelaksana mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih telah mempersilahkan kami untuk bergabung dengan adik-adik dari Yayasan Fajar Baru, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang kami punya, semoga apa yang kami berika sekarang dapat berguna untuk adik-adik kedepannya” Ujar Jerahmeel.
Materi dalam kegiatan sosialisasi ini disampaikan secara langsung oleh dua pemateri utama yaitu, Damar Indra Wijaya dan Jauza Ramadhana Arbianandra. Dalam sesi yang sama, peserta juga diperkenalkan dengan konsep personal branding. Yakni, bagaimana cara orang lain melihat dan mengenal diri kita. Damar dan Jauza menjelaskan bahwa personal branding yang kuat hanya dapat dibangun jika seseorang terlebih dahulu mengenal dirinya sendiri dengan baik, lalu menampilkannya secara konsisten di kehidupan sehari-hari. Mereka memberikan contoh konkret bagaimana ekspresi diri yang jujur dan konsisten dapat menciptakan citra yang positif dan autentik di mata orang lain.

Sebagai kelanjutan dari materi tersebut, sesi dilanjutkan dengan pelatihan public speaking yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar berbicara di depan umum. Mahasiswa memandu peserta dalam memahami pentingnya menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, dan penuh ekspresi. Public speaking diperkenalkan tidak hanya sebagai kemampuan teknis, tetapi juga sebagai alat penting untuk menyampaikan ekspresi diri dan membentuk citra positif di mata orang lain. Dalam praktiknya, peserta diberikan kesempatan untuk tampil secara langsung dan melatih teknik berbicara, mulai dari pembukaan, penggunaan ekspresi wajah dan gerak tubuh, hingga cara menutup pidato yang meyakinkan dan menginspirasi.
Penutupan acara dilakukan dengan makan bersama dan pembagian buah tangan dari Mahasiswa Mercu Buana kepada Yayasan Fajar Baru. Dalam wawancaranya bapak Agustinus sebagai pengurus yayasan berkata “Acaranya sukses, sangat bagus sekali dan menginspirasi bagi adik-adik kita disini untuk mendapat pandangan kedepannya akan seperti apa” beliau berharap kedepannya banyak mahasiswa yang bisa melakukan kegiatan seperti ini baik di Yayasan Fajar Baru maupun di panti asuhan lainnya.
Naviri dan Vici sebagai perwakilan dari anak Yayasan Fajar Baru merasa puas dengan penyampaian materi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana dan berharap kedepannya bisa dihadirkan Kembali acara dengan lebih banyak materi dan game yang disampaikan.
Diharapkan kegiatan ini kegiatan ini dapat mendampingi dan memotivasi anak anak dalam mengeksplorasi potensi diri guna menentukan pilihan karir atau pendidikan setelah lulus, serta memfasilitasi akses informasi yang lebih jelas terkait opsi tersebut.




