
Mojokerto, JurnalPost.com – Pada tanggal 9 Januari 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Zulfikar, berkontribusi dalam mendukung peningkatan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Cekeremes Bu Lilik melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Dukungan tersebut diwujudkan dengan penerapan mesin pemotong ubi pada UMKM Cekeremes yang berlokasi di Desa Sumber Kembar.
Sub-Kelompok 5 KKN R12 Pacet yang terdiri dari Hafis, Devia, Ibrahim, Aan, dan Zulfikar, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. (cand). Fiky Two Nando, S.T., M.T., menjalankan program ini sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi camilan keripik ubi jalar yang menjadi salah satu produk unggulan desa.
Selama ini, proses produksi UMKM Cekeremes masih dilakukan secara manual, khususnya pada tahap pemotongan ubi. Cara tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu yang relatif lama dan tenaga yang cukup besar, sehingga menjadi kendala ketika permintaan produk meningkat. Kondisi ini mendorong mahasiswa KKN, termasuk Zulfikar, untuk mencari solusi yang tepat dan aplikatif.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi langsung dengan pelaku UMKM, penggunaan mesin pemotong ubi dinilai mampu menjawab permasalahan yang dihadapi. Mesin tersebut dirancang sebagai teknologi sederhana yang mudah dioperasikan dan disesuaikan dengan kapasitas produksi usaha rumahan. Dengan alat ini, proses pemotongan ubi dapat dilakukan lebih cepat dan menghasilkan ukuran potongan yang seragam.

Zulfikar menyampaikan bahwa penerapan mesin pemotong ubi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas hasil olahan. Selain mempercepat proses kerja, penggunaan mesin ini juga diharapkan dapat mengurangi beban fisik pelaku usaha dan menciptakan proses produksi yang lebih higienis.
Pelaku UMKM Cekeremes menyambut positif dukungan yang diberikan mahasiswa KKN UNTAG Surabaya. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran mesin pemotong ubi memberikan dampak nyata terhadap kelancaran produksi. Waktu pengerjaan menjadi lebih singkat, sehingga peluang untuk meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi permintaan pasar semakin terbuka.
Tidak hanya memberikan alat, Zulfikar juga melakukan pendampingan terkait penggunaan dan perawatan mesin agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dari program KKN agar pelaku UMKM mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Zulfikar menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir untuk menjalankan program akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Program dukungan terhadap UMKM Cekeremes ini menjadi wujud komitmen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.




