
JurnalPost.com – Sub Kelompok Teknologi Tepat Guna (TTG) 4 R11 dari mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjalankan program kerja Implementasi Sistem Inventaris Gudang Digital pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut menyasar pengurus KDMP Desa Sidokumpul, sebagai bagian dari langkah mendorong digitalisasi tata kelola inventaris barang koperasi yang saat itu masih memasuki tahap persiapan operasional.
Program ini digagas untuk mengalihkan rencana pencatatan barang KDMP yang semula akan dilakukan secara manual melalui buku besar, menjadi sistem pencatatan berbasis website yang lebih rapi, akurat, dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan. Dengan sistem ini, mahasiswa berharap kesalahan administrasi barang dapat ditekan, sekaligus memudahkan pengurus koperasi memantau ketersediaan stok sembako, pupuk bersubsidi, hingga alat pertanian yang nantinya dikelola koperasi.
Pada pelaksanaannya, Sub Kelompok TTG 4 R11 menghadirkan Sistem Inventaris Gudang Digital dengan sejumlah fitur, di antaranya pencatatan barang masuk dan keluar, dashboard pemantauan stok, identifikasi barang lewat QR Code, serta kemampuan mengekspor laporan stok ke format PDF maupun Excel. Sistem ini langsung diperkenalkan dan didampingkan penggunaannya kepada pengurus KDMP, melalui sesi pelatihan yang membahas mulai dari cara memasukkan data barang sampai membaca laporan stok yang dihasilkan.
Tidak hanya memperkenalkan fitur, mahasiswa juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pencatatan digital, agar data koperasi senantiasa akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Alhasil, pengurus KDMP bukan sekadar mahir mengoperasikan sistem, melainkan turut memahami manfaat jangka panjang dari pengelolaan inventaris yang tertata rapi.
Empat mahasiswa Sub Kelompok TTG 4 R11 Untag Surabaya tercatat sebagai pengembang sistem ini, yakni Adiel Pratama Tengkano (Program Studi Teknik Mesin), A. Faiq Fawaz Charies (Program Studi Teknik Informatika), Cita Kesha Avrilianda (Program Studi Akuntansi), dan Shinta Anastasya (Program Studi Psikologi). Kegiatan pengabdian ini berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Zida Wahyuddin, S.Pd., M.Si., yang merupakan dosen Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Untag Surabaya.
A. Faiq Fawaz Charies, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang menjadi pengembang utama sistem, mengungkapkan bahwa proses pendampingan bukan tanpa hambatan teknis. Rancangan sistem harus terus disesuaikan agar benar-benar cocok dengan kondisi riil pengurus KDMP, yang sebelumnya belum pernah bersentuhan dengan aplikasi berbasis web untuk mencatat barang.
“Selama proses pendampingan, cukup banyak bagian teknis yang harus kami ubah, misalnya tampilan dashboard yang awalnya rumit lalu kami sederhanakan supaya lebih ramah pengguna, sampai fitur peringatan stok menipis yang ternyata memang sangat diperlukan oleh pengurus. Bagi kami, yang penting bukan sistem yang rumit dan canggih, melainkan sistem yang benar-benar dapat digunakan dan dimengerti oleh pengurus KDMP dalam keseharian mereka,” jelas Faiq.
Kendati belum ada kepastian dari pusat mengenai sistem inventaris resmi untuk KDMP, tim pengabdian menilai kegiatan ini tetap membawa manfaat yang konkret. Sistem yang telah dibangun diposisikan sebagai bekal pengenalan awal sekaligus catatan pembanding bagi pencatatan inventaris KDMP, sambil menunggu arah kebijakan pusat terkait penyediaan sistem resmi ke depannya.
Antusiasme tinggi terlihat dari pengurus KDMP Desa Sidokumpul sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menyimak sesi pengenalan sistem, berdiskusi seputar alur pencatatan barang, bahkan menyampaikan sejumlah kebutuhan tambahan yang bisa disesuaikan pada sistem. Kehadiran Ketua KDMP Desa Sidokumpul, Bapak H. Ustafz Zaini, ikut memberikan gambaran nyata tentang kondisi pengelolaan inventaris koperasi saat ini.
Ketua KDMP Desa Sidokumpul, Bapak H. Ustafz Zaini, berharap pendampingan yang diberikan mahasiswa dapat menjadi modal awal bagi koperasi untuk mulai terbiasa dengan pencatatan yang lebih tertib.
“Pendampingan dari mahasiswa Untag Surabaya ini sangat membantu kami. Walaupun kepastian soal sistem resmi dari pusat belum ada, paling tidak kami sudah punya bayangan dan pengalaman awal memakai sistem pencatatan digital,” katanya.
Lewat program kerja ini, mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat Untag Surabaya berharap sistem inventaris gudang digital yang telah dikenalkan bisa menjadi titik awal bagi KDMP Desa Sidokumpul untuk mengelola barang secara lebih tertib dan akuntabel. Di samping mendongkrak kapasitas digital pengurus koperasi, kegiatan ini juga diharapkan turut memperkuat tata kelola administrasi koperasi desa, sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.




