
JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-TI) Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan kegiatan LINGKAR TANI (Pendidikan Lingkungan, Konservasi, dan Edukasi Pertanian) kepada anak-anak di SDN 01 dan SDN 02 Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan pada 23-24 Juli 2024. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran tentang nilai–nilai dan isu permasalahan lingkungan, serta menghadirkan sikap cinta lingkungan bagi anak-anak. LINGKAR TANI diselenggarakan dengan metode ceramah, demonstrasi, praktik sehingga mencakup aspek pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik.
“Kegiatan belajar dimulai dengan pemberian materi terkait lingkungan sekitar mereka, yaitu ekosistem sawah. Selanjutnya, anak-anak diarahkan untuk pandai memanfaatkan potensi di sekitar mereka dengan keterampilan baru. Kami memberi edukasi penyemaian benih cabai kepada 39 siswa SD Negeri 01 Pantirejo dan praktik ecoprint kepada 50 siswa SD Negeri 02 Pantirejo” ujar Fauzia selaku koordinator kegiatan pendidikan konservasi tersebut.
Siswa SDN 01 Pantirejo diberikan edukasi serta demonstrasi langsung terkait teknik penyemaian benih cabai varietas Sigantung dengan menempatkan dua benih dalam setiap lubang tray semai. Media tanam yang digunakan adalah campuran sekam, pupuk kendang, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Tak hanya itu, siswa juga melakukan penanaman cabai di polybag ukuran 15×15 untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
“Kami sangat berterima kasih karena anak-anak SDN 01 Pantirejo dapat mengetahui lebih dalam soal penyemaian bibit lombok, perawatannya, kapan harus diberi pupuk, kapan harus pindah tanam, dan pemeliharaannya,” ujar Ibu Rahatun Kepala SDN 01 Pantirejo. “Semoga kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa SDN 01 Pantirejo di masa depan,” lanjutnya.

Selanjutnya pada hari Rabu, 24 Juli 2024 materi yang sama juga diberikan kepada siswa di SDN 02 Pantirejo. Kegiatan praktik yang diajarkan berbeda dengan SDN 01, yaitu praktik ecoprint. Ecoprint yang diajarkan dengan teknik pounding dengan memukul daun yang ditata di atas medianya berupa totebag kanvas.
Teknik pukul dipilih karena lebih mudah dan cepat dilakukan untuk siswa SD kelas 4-6 di SDN 02 Pantirejo. “Mereka hanya perlu memposisikan daun dan bunga untuk membentuk motif ecoprint kemudian dilapisi dengan plastik dan selanjutnya dipukul-pukul dengan batu untuk memindahkan zat warna daun ke totebag,” jelas Fauzia.
“Saya melihat siswa sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh teman-teman KKN IPB. Terlihat adik-adik siswa juga sangat bersemangat dalam berkreasi,” ujar Pak Hanif Guru SDN 02 Pantirejo.







