JurnalPost.com – Surabaya (15 November 2025), Mahasiswa ilmu komunikasi Untag Surabaya menlakukan Praktikkum untuk mata kuliah manajemen PR yang dilakukan di Kedai rempah haray, yang berlokasi di Jl. Pulo Wonokromo, no 225, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Kedai Rempah Harai lahir dari kegelisahan sederhana kebiasaan anak muda yang gemar nongkrong di kafe sambil menikmati minuman manis tinggi gula, yang dalam jangka panjang kurang baik untuk kesehatan. Kolaborasi ini hadir untuk memperkuat branding serta strategi komunikasi kedai yang menawarkan minuman berbahan rempah sebagai alternatif minuman manis yang saat ini marak dikonsumsi generasi muda. Di titik inilah mahasiswa Ilmu Komunikasi masuk, bukan sekadar sebagai “pembuat konten”, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun citra dan komunikasi Kedai Rempah Harai. Kolaborasi bermula dari tugas perkuliahan yang menantang mahasiswa untuk mencari UMKM yang membutuhkan pendampingan promosi dan branding. Setelah melakukan penelusuran, mereka menemukan Kedai Rempah Harai lewat TikTok dan tertarik karena usahanya masih baru, konsepnya unik, serta dinilai memiliki potensi cerita yang kuat untuk dikembangkan dalam kampanye komunikasi.
Mereka tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga membingkai cerita tentang keseimbangan antara kesehatan, kenyamanan, dan suasana nongkrong yang hangat. Sebagai calon praktisi komunikasi, mahasiswa memulai kerja dengan melakukan observasi dan pemetaan: siapa target utama kedai, bagaimana kebiasaan nongkrong anak muda, serta nilai apa yang ingin ditonjolkan dari minuman rempah.
Dalam proyek ini, mahasiswa melakukan observasi mendalam terkait target audiens, perilaku nongkrong anak muda, serta nilai yang ingin diangkat oleh kedai. Temuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam strategi komunikasi yang memosisikan Rempah Haray sebagai “pilihan minuman sehat yang modern dan relevan dengan budaya anak muda. “Kolaborasi ini bukan sekadar tugas kuliah, tetapi ruang praktik nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan teori brand image, komunikasi pemasaran terpadu, dan manajemen proyek kreatif,” ujar tim mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam keterangannya.
Pemilik Kedai Rempah Harai menyambut positif kerja sama tersebut dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen dengan ide-ide promosi yang inovatif. Sinergi ini membuat proses kerja berjalan produktif dan memberikan dampak langsung pada penguatan citra kedai sebagai penyedia minuman rempah yang menyehatkan dan kekinian. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman industri yang berharga, sementara Kedai Rempah Harai memperoleh dukungan strategis untuk membangun posisi di tengah persaingan bisnis kuliner. Proyek ini menjadi contoh bagaimana kampus, mahasiswa, dan UMKM dapat saling menguatkan dalam ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.




