
JurnalPost.com – Kelompok 1.03 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya berhasil menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada periode 12–30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Vokasi UB dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada penguatan branding kampung melalui pendekatan kreatif dan digital.
Dalam program tersebut, mahasiswa berhasil merealisasikan empat program kerja utama yang selaras dengan kebutuhan lokal:
1. Pembuatan tanda informasi berupa X Banner untuk meningkatkan visibilitas fasilitas dan identitas kelurahan.
2. Pembuatan desain mural tembok kelurahan guna mempercantik ruang publik sekaligus menyampaikan pesan edukatif dan budaya.
3. Penyusunan company profile kelurahan sebagai alat promosi potensi wilayah secara profesional.
4. Sosialisasi konsep kampung untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun kawasan yang lebih bersih, sehat, dan kreatif.
Pelaksanaan KKN ini mendapat pendampingan langsung dari Bapak Raden Agung Harjaya Buana, SE, M.SE, selaku Lurah Kelurahan Ketawanggede dan Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Bapak Dimas Fakhruddin, S.ST., M.Ds.. Kehadiran dan dukungan penuh dari Bapak Lurah memastikan program berjalan lancar, partisipatif, dan sesuai dengan prioritas pembangunan kelurahan. Hasil luaran program telah diserahkan secara resmi kepada pihak kelurahan, termasuk penempatan X Banner dan desain mural di lokasi strategis, serta presentasi company profile dan konsep kampung kepada perangkat kelurahan serta tokoh masyarakat.
Salah satu proker yang menurut kami paling berkesan adalah terkait sosialisasi konsep kampung. Alasannya adalah karena proker tersebut kami kerjakan dari awal hingga akhir dengan tahapan observasi hingga diskusi bersama warga kampung. Banyak dinamika yang terjadi terkait keberlangsungan sosialisasi, mulai dari miss communication di awal sampai di detik-detik terakhir, warga pun mengerti dan ikut mendukung jalannya sosialisasi. Kenangan berharga bisa berdiskusi, menyampaikan pendapat, hingga saran kepada warga. Umpan balik dari mereka selalu kami harapkan demi kebaikan jalannya sosialisasi.
Proses pelaksanaan proker ini dibilang yang paling berdampak bagi kita sendiri, dikarenakan kami harus selalu berdiskusi dengan warga dan pak lurah. Adakala permintaan pak lurah tidak sejalan dengan warga RW 05, namun itu yang menjadi tantangan KKN kelompok kami. Kami sangat menghargai setiap pendapat, kritik, saran yang diberikan oleh warga untuk proses KKN kami. Program kerja kami dikatakan berhasil apabila warga ikut andil dalam proses diskusi pengembangan kampung mereka sendiri. Kami menyiapkan wadah berupa sosialisasi sebagai puncak dari diskusi antara kelompok kami, mitra kkn, dan warga terdampak.
Dari program kerja sosialisasi, kami menghasilkan referensi tiga logo untuk pengembangan “Kampung Singgah Backpacker” di RW 05. Berikut beberapa referensi dan hasil riset terkait pembuatan logo:

1. Logo 1 Logo Kampung Singgah Backpacker merepresentasikan identitas kampung yang ramah, terbuka, dan siap menjadi ruang singgah bagi para pelancong. Bentuk simbol vertikal yang terinspirasi dari elemen arsitektur dan penanda kawasan melambangkan arah, perjalanan, serta tujuan, sekaligus mencerminkan semangat mobilitas para backpacker. Warna coklat keemasan menghadirkan kesan hangat, membumi, dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat. Sementara itu, tipografi yang sederhana dan tegas memperkuat karakter modern, fungsional, serta mudah dikenali. Secara keseluruhan, logo ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga merepresentasikan filosofi kebersamaan, keterbukaan, dan semangat perjalanan yang menjadi ciri khas Kampung Singgah Backpacker.
2. Logo 2
Logo Kampung Backpacker mencerminkan kawasan singgah yang memadukan identitas budaya dengan kualitas lingkungan yang khas. Unsur arsitektural merepresentasikan jejak sejarah dan karakter lokal kampung, sementara elemen alam seperti daun dan aliran sungai menegaskan suasana yang asri, tenang, dan nyaman. Keberadaan sungai turut memperkaya pengalaman para backpacker selama tinggal sementara. Perpaduan budaya, lingkungan, dan penataan ruang ini membentuk citra kampung sebagai destinasi singgah yang autentik, sederhana, dan ramah berbasis kearifan lokal.
3. Logo 3
Logo Kampung Backpacker merepresentasikan keterkaitan antara kehidupan masyarakat, budaya lokal, dan lingkungan alam. Unsur rumah dan sungai mencerminkan kesederhanaan, kehangatan, serta kearifan lokal yang membentuk karakter kampung. Kehadiran elemen alam menegaskan suasana yang alami, berkelanjutan, dan nyaman bagi para backpacker. Perpaduan budaya, lingkungan, dan pengalaman ruang ini membangun citra kampung sebagai destinasi singgah yang autentik, ramah, dan membumi.
Ketiga alternatif logo tersebut kami hasilkan selama kurang lebih dua minggu dari hasil observasi kami di wilayah mitra kkn. Harapan kami adalah logo-logo tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan ataupun menjadi gambaran bagi pengembangan konsep kampung selanjutnya dan pastinya yang akan melanjutkan adalah mahasiswa-mahasiswa selanjutnya.
Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada mitra kkn kami yang sudah medukung jalannya program kerja kami yang bertotal empat program kerja. Sangat bersyukur bisa memiliki mitra kkn yang aktif dan komunikatif seperti Pak Lurah. Pesan Pak lurah kepada kami selesai program kerja terakhir selesai ialah “Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa Fakultas Vokasi UB yang dalam waktu singkat mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi warga. Program ini tidak hanya memperindah lingkungan, tapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kampungnya,” ujar Bapak Raden Agung Harjaya Buana, SE, M.SE, Lurah Kelurahan Ketawanggede.
Melalui KKN ini, mahasiswa berhasil mengaplikasikan ilmu vokasi seperti desain grafis, manajemen perhotelan, dan komunikasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat kelurahan. Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi program KKN mendatang dan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat dalam percepatan ekonomi kreatif dan digitalisasi di Kota Malang.




