
JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik MBKM dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan pembuatan Taman Tanaman Obat (toga) Digital di Dusun Gemawang, Desa Munding. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 10 Oktober 2024 dan melibatkan masyarakat setempat.
Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan konsep oleh mahasiswa KKN Tematik Kelompok 1 yang akan diterapkan dalam membuat Taman Toga Digital. Pemaparan konsep Taman Toga Digital dihadiri oleh masyarakat dan Ibu-ibu PKK Dusun Gemawang yang nantinya akan bekerjasama dalam membangun Taman Toga.
Setelah memaparkan konsep, mahasiswa KKN bersama masyarakat melakukan persiapan lahan. Dalam proses ini, mahasiswa KKN dan masyarakat setempat membersihkan area yang sudah ditentukan untuk Taman Toga dan menanam berbagai jenis tanaman toga, seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas dan temulawak. Kegiatan penanaman diakhiri dengan penyiraman tanaman agar subur.
Mahasiswa KKN berinisiatif membuat Taman Toga Digital sebagai upaya inovatif untuk mengedukasi masyarakat mengenai jenis-jenis tanaman obat (toga). Kegiatan ini dilakukan di Dusun Gemawang dan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang, terutama di masa digital seperti sekarang.
Taman Toga Digital ini dapat diakses melalui website menggunakan barcode. Di dalamnya, masyarakat dapat menemukan informasi tentang berbagai jenis tanaman obat, cara penanaman, manfaat, serta pembuatan ramuan herbal.
Koordinator Desa, Arwan Mangli, menjelaskan bahwa tanaman obat ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, dan dengan adanya taman toga digital ini memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. “Taman toga ini tidak hanya akan mempercantik desa, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan taman ini dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa KKN membuat pembatas pada lahan yang akan digunakan menjadi taman toga, mahasiswa KKN juga membuat gapura sebagai pintu masuk dan plang penulisan 5K yaitu kebersihan, keasrian, keindahan, kesehatan, dan kerapian.
Melalui taman toga digital ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan alami dan meberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan mereka.
“kami ingin agar taman toga digital ini tidak hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat, namun juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman obat,” tambah Arwan selaku Koordinator Desa.
Kegiatan pembuatan taman toga digital ini diakhiri dengan acara foto bersama dengan masyarakat setempat dan mahasiswa KKN. Dalam acara penutupan pembuatan taman toga, Vicha selaku mahasiswa KKN mengajak seluruh masyarakat untuk merawat taman ini bersama-sama agar dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan adanya taman toga ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tanaman obat dan menjaga kesehatan secara alami.




