
JurnalPost.com – Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang tidak bisa dilewatkan. Tak hanya menjadi bumbu wajib di rumah, bawang merah menjadi kunci dari sebuah masakan yang berfungsi sebagai penyedap dan penguat rasa pada makanan.
Banyaknya permintaan bawang merah selain untuk bumbu masakan di dapur, bawang merah juga banyak diborong oleh pelaku usaha catering makanan, restoran, dan warung makan lainnya. Peningkatan permintaan bawang merah semakin melambung pada waktu waktu tertentu, misalnya di periode lebaran idul fitri, sehingga menyebabkan kelangkaan pasokan bawang merah. Penurunan pasokan bawang merah terjadi tidak hanya di periode lebaran. Minimnya pasokan bawang merah disebabkan karena bencana banjir dan curah hujan tinggi.
Curah hujan tinggi yang terjadi sepanjang bulan Maret 2024 di beberapa daerah sentra produksi bawang merah seperti di Pati, Grobogan, Demak dan beberapa sentra produksi lainnya. Bencana banjir ini menyebabkan para petani gagal panen dan para petani harus menanam lagi. Beberapa daerah yang sedang mulai menanam dan kemudian terdampak banjir juga mengurangi jumlah potensi panen.
Sehingga stok bawang merah belum melimpah menyebabkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Harga bawang merah meroket pada bulan April-Mei 2024, rata-rata Rp 60.000 – Rp 80.000 per kg. Hal ini menghambat pasokan bawang merah ke daerah diluar sentra produksi dan mempengaruhi harga makanan siap saji di semua restoran dan usaha warung makan lainnya. Selain curah hujan tinggi, periode lebaran juga mempengaruhi terhambatnya pasokan bawang merah. Permintaan diseluruh daerah mengalami peningkatan karena jumlah pemudik yang meningkat.
Saat menjelang idul fitri tenaga kerja menjadi terbatas karena libur sehingga produksi mengalami penurunan. Selain itu, kendala Teknik distribusi saat lebaran sempat terganggu karena adanya pembatasan arus mudik/balik di beberapa tempat. Pendistribusian harus memutar untuk mematuhi peraturan lalu lintas, hal ini menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan pada melonjaknya harga bawang merah.
Penurunan produksi bawang merah akibat banjir menjadi hambatan rantai pasokan untuk beberapa daerah, selain itu distribusi juga sempat terganggu. Oleh karena itu pemerintah dapat melakukan mitigasi bencana agar pasokan bawang merah kembali terpenuhi dan harga kembali stabil di bulan berikutnya. Mitigasi bencana dapat dilakukan dengan seperti mendorong distribusi bawang merah dari sentra luar Jawa ke wilayah jawa dan memberikan bantuan benih bawang merah kepada petani agar lebih cepat tanam di sentra utama yang terdampak banjir.
Pendistribusian logistik juga penting untuk diperhatikan dalam distribusi bawang merah menjadi lebih efisien sehingga tidak terjadi peningkatan harga yang cukup tinggi. Pemerintah dapat membangun infrastruktur yang memadai untuk mendorong pengiriman barang/bahan baku yang lebih efisien.
Oleh : Lusy Antasari
Mahasiswi Magister Manajemen UPN Veteran Yogyakarta



