• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Lantas Bagaimana Nasib Pendidikan di Palestina

Editor Redaksi
12 Desember 2023
in Kolom Opini

Oleh: FRISCA DITA PRAMISTI

JurnalPost.com – Pendidikan adalah salah satu aspek pengembangan sikap dan potensi dalam seseorang melalui pengajaran. Dalam pengajaran seseorang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Di dunia ini pendidikan sangat penting karena dengan pendidikan, seseorang akan produktif. Dengan itu, seseorang dapat berhasil dalam hidup.

Berbeda dengan di sebuah negara bagian tengah, yaitu Palestina. Seperti yang diketahui publik, saat ini Negara Palestina sedang bertahan dengan penjajahan Negara Israel yang dimulai sejak tahun 1967. Penjajahan yang membuat berbagai sektor mulai dari ekonomi, pendidikan terhambat.

Pendidikan di Palestina ini pun terhenti akibat penjajahan Negara Israel. Menteri pendidikan Negara Palestina sudah mengumumkan jika pendidikan tahun ajaran 2023/2024 berakhir. Hal ini karena seluruh anak di Negara Palestina sudah meninggal. Akibat pengeboman sekolah yang dilakukan terus-menerus oleh Negara Israel.

Melalui serangan udara yang diluncurkan Negara Israel di jalur Gaza membuat seluruh siswa telah meninggal dunia. Analisis save the children mengungkapkan fakta bahwa jumlah anak yang terbunuh di Gaza sejak Oktober sebanyak 8 ribu, yang 3.195 diantaranya merupakan anak-anak. Dan jumlahnya kian hari semakin naik dengan banyak anak yang masih belum ditemukan. Anak-anak yang dilaporkan menghilang juga semakin banyak, entah terkubur dalam reruntuhan bangunan dalam keadaan hidup atau mati.

Sebelumnya, siswa-siswi yang berada di Negara Palestina sudah melaksanakan sekolah hari pertama di tahun ajaran baru. Tempat belajarnya tidak didalam sekolah atau didalam ruangan melainkan di tempat terbuka. Karena sekolah mereka sudah dihancurkan oleh pasukan Israel. Mereka mengawali pembelajaran dengan menyanyikan lagu nasional Negara Palestina.
Bagaimana nasib masa depan pelajar di Negara Palestina? Semua negara yang Pro Palestina sedang mengusahakan semuanya. Tidak mudah untuk membantu negara ini. Karena semua akses mulai dari jalur Gaza ditutup, internet dan aliran listrik diputus, dan mentiadakan masuknya makanan dan bahan bakar.

Dalam hal ini membuat pihak Unesco mengungkapkan keprihatinan terhadap para anak disana. Unesco juga membantu dalam memberikan nutrisi dan membuat rumah sakit untuk para korban. Disisi lain, Unicef juga membuat program yang bertujuan untuk membangun dan memenuhi kebutuhan pendidikan. Program dinilai relevan untuk diberikan kepada anak-anak yang terdampak dalam situasi ini untuk memberikan perlindungan kepada anak.

Tidak hanya itu, Indonesia juga menandatangani Mou, mengenai beasiswa bagi warga Negara Palestina yang ingin melanjutkan pendidikan PTN di Negara Indonesia. Saat ini ada sekitar 22 mahasiswa Negara Palestina yang datang ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Universitas Pertahanan RI.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama duta besar Negara Palestina Zuhair Al-Shun, pada sambutan nya beliau menitipkan 22 mahasiswa kepada bapak rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Jonni Mahroza. Bapak Prabowo juga menyampaikan “Saya Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, atas nama negara Republik Indonesia pada hari ini, Rabu (8/11/2023) pukul 09.15 WIB menerima 22 orang mahasiswa Palestina untuk mengikuti kursus Bahasa Indonesia dan pendidikan S1 di Universitas Pertahanan selama lima tahun, dan saya dengan ini menyampaikan telah menerima tanggung jawab pendidikan dan pembinaan dari Palestina untuk Indonesia.”

Pendidikan 22 mahasiswa dari Palestina ini terbagi menjadi beberapa studi, diantaranya teknik elektro, teknik informatika, teknik mesin, farmasi, dan kedokteran.

Hal ini bertujuan agar mahasiswa di Negara Palestina ada yang menjalankan hidupnya dan melanjutkan cita-citanya. Walaupun mereka jauh dari keluarga dan keluarga mereka dalam situasi yang berbahaya diharapkan mereka tetap terus bertahan belajar di Indonesia. Karena seperti yang banyak orang ketahui konflik antara Palestina dan Israel ini membuat banyak dari anak-anak berhenti mengejar cita-citanya. Bahkan mereka tidak sempat memikirkan pendidikan jika keadaan nya semakin hari semakin mengancam hidup. Banyak anak-anak yang menginginkan meninggal terlebih dahulu daripada terus menerus menghadapi situasi seperti itu. Entah kapan konflik ini berakhir. Namun, banyak negara terutama Indonesia akan terus mengupayakan yang terbaik untuk membantu Palestina.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.