• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kurikulum Merdeka yang Tidak maksimal Perlaksanaannya didaerah 3T

Editor Redaksi
19 Desember 2023
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Kuriikulum Merdeka adalah kurikulum baru yang diciptakan untuk penyempurna kurikulum sebelumya. Pak Nadiem mengatakan kurikulum Merdeka justru penting di terapkan di daerah 3T. ada beberapa alasan yang diberikan pak Nadiem bahwasanya kurikulum ini penting diterapkan di daerah 3T, alasan pertama dalam kurikulum Merdeka 30-40 persen materi diringkas agar guru bisa mendalami setiap materi, alasan kedua kurikulum Merdeka memberikan hak kepada guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, alasan ketiga salah satu komponen besar adalah pembelajaran berbasis proyek.

Pemerintah menyediakan fasilitas yang bisa mempermudah sekolah dan guru dapat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di Platfrom Merdeka Melajar (PMM) maupun mengunduh panduan dan buku-buku teks yang tersedia di laman yang sudah disediakan oleh Kemendikbudristek. Tapi pemerintah kurang memperhatikan daerah-daerah yang belum begitu maju soal teknologi, seharusnya pemerintah memajukan terlebih dahulu teknologi di daerah terpencil sebelum menerapkan proyek seperti kurikulum Merdeka ini.

Dengan kurangnya teknologi yang ada di daerah-daerah khususnya 3T mereka tertinggal dalam pembelajaran kurikulum Merdeka ini, atau bisa jadi mereka hanya bisa menonton dan tidak bisa merasakan. Bukan hanya kekurangan pengetahuan dan fasilitas tentang teknologi daerah seperti 3T juga kurangnya sarana dan prasarana yang kurang memadai. Akses internet juga sangat sulit di temukan di daerah-daerah terpencil di Indonesia ini.

Bisa dibilang kurikulum Merdeka ini cukup baik untuk mengasah skill para siswa tetapi bagi siswa-siswa di daerah terpencil cukup sulit untuk menerapkan kurikulum Merdeka ini. Saya cukup kasihan pada mereka karena tidak bisa menerapkan Merdeka belajar ini dengan lancar karena mereka banyak tertinggal, padahal kurikulum Merdeka ini sudah cukup lancar di jalankan di kota-kota besar.

Dengan platfrom digital ini kurang adil bagi siswa-siswa di daerah 3T ini karena mereka tidak bisa mengakses karena kendala teknologi dan juga internet yang tidak ada. Jadi pemerintah harusnya lebih banyak melihat daerah-daerah seperti 3T ini jika di rasa kurikulum Merdeka ini justru penting untuk daerah 3T tapi mereka sendiri tidak bisa melaksanakan kurikulum Merdeka itu.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.