• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Krisis Lingkungan di Indonesia dan Tanggung Jawab Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Editor Redaksi
13 Juni 2026
in Kolom Opini

Krisis Lingkungan di Indonesia dan Tanggung Jawab Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Penulis: Luthfiyah Muslimah
Universitas Islam Negri Jakarta

JurnalPost.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam terbesar di dunia. Hutan tropis yang luas, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta sumber daya alam yang melimpah menjadi anugerah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi berbagai permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, seperti deforestasi, pencemaran sungai, penumpukan sampah plastik, kebakaran hutan, dan perubahan iklim. Krisis lingkungan ini tidak hanya mengancam keberlangsungan ekosistem, tetapi juga kehidupan manusia itu sendiri.

Sebagai umat Islam, persoalan lingkungan bukan hanya masalah sosial dan ekologis, tetapi juga masalah moral dan keagamaan. Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki amanah sebagai khalifah di bumi, yaitu pemimpin dan pengelola yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam yang telah diciptakan Allah SWT.

Krisis lingkungan di Indonesia semakin nyata dan dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Banjir yang sering terjadi di berbagai daerah, pencemaran udara di kota-kota besar, serta meningkatnya suhu akibat perubahan iklim merupakan bukti bahwa kerusakan lingkungan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Salah satu penyebab utama masalah tersebut adalah perilaku manusia yang mengeksploitasi alam secara berlebihan tanpa memperhatikan keberlanjutannya.

Dalam perspektif Islam, manusia diberi kedudukan sebagai khalifah di bumi sebagaimana firman Allah SWT “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30). Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diangkat sebagai wakil Allah untuk mengelola dan memakmurkan bumi. Kedudukan ini bukanlah hak untuk mengeksploitasi alam sesuka hati, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Islam juga melarang segala bentuk perusakan lingkungan. Allah SWT berfirman “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, sehingga Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41). Ayat ini menunjukkan bahwa berbagai bencana lingkungan yang terjadi saat ini merupakan akibat dari tindakan manusia yang mengabaikan keseimbangan alam.

Oleh karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Tindakan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, menghemat energi, menanam pohon, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bentuk nyata pelaksanaan amanah sebagai khalifah di bumi. Selain itu, pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi keagamaan juga perlu bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Menurut saya, krisis lingkungan yang terjadi di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah atau kemajuan teknologi semata. Perubahan harus dimulai dari kesadaran individu bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Selama manusia masih memandang alam hanya sebagai objek yang dapat dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi, kerusakan lingkungan akan terus berlanjut.

Nilai-nilai Islam tentang amanah, tanggung jawab, dan keseimbangan alam perlu ditanamkan kembali dalam kehidupan masyarakat. Dengan memahami peran manusia sebagai khalifah di bumi, masyarakat akan lebih peduli terhadap lingkungan dan berusaha menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang.

Krisis lingkungan di Indonesia merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian bersama. Berbagai bentuk kerusakan alam yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Dalam ajaran Islam, manusia memiliki amanah sebagai khalifah di bumi yang bertugas menjaga dan memelihara lingkungan, bukan merusaknya. Oleh karena itu, setiap individu harus meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud tanggung jawab kepada Allah SWT. Dengan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan kelestarian alam dapat terjaga dan bumi tetap menjadi tempat yang layak bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.