• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Krisis Lingkungan di Indonesia: Ancaman Nyata bagi Keberlanjutan Sosial, Ekonomi, dan Ekologis

Editor Redaksi
19 Desember 2025
in Artikel

Pendahuluan

Krisis lingkungan yang terjadi di Sumatra dan Aceh bukan lagi sekadar wacana akademik atau peringatan ilmiah,  kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan ekologis telah memasuki tahap yang mengancam kehidupan masyarakat. Degradasi hutan, ekspansi industri ekstraktif, dan lemahnya pengawasan pemerintah menjadikan kawasan ini salah satu titik paling rentan di Indonesia.

Kerusakan Hutan dan Ancaman Ekologis

Perusakan hutan di Sumatra dan Aceh terutama disebabkan oleh ekspansi perkebunan sawit, aktivitas pertambangan, dan pembukaan lahan tanpa kontrol ketat. Ekosistem Leuser yang merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia mengalami tekanan besar akibat penurunan tutupan hutan. Hilangnya habitat alami mengancam kelangsungan hidup spesies ikonik seperti gajah Sumatra, harimau Sumatra, dan orangutan. Secara ekologis, kerusakan ini menghilangkan fungsi-fungsi vital hutan, seperti penyerapan karbon, pengaturan air, dan stabilitas iklim lokal.

Dampak Sosial

Kerusakan lingkungan berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat, terutama mereka yang bermukim di daerah pedesaan. Banjir besar, tanah longsor, dan kabut asap menjadi kejadian yang semakin sering muncul. Ketika bencana terjadi, aktivitas pendidikan terhenti, fasilitas kesehatan terganggu, dan jaringan sosial melemah. Masyarakat adat dan warga desa yang menggantungkan hidup pada hutan dan sungai menjadi kelompok paling terdampak. Situasi ini memperlebar ketimpangan sosial dan meningkatkan kerentanan sosial-ekologis.

Kerugian Ekonomi yang Tidak Merata

Dari sisi ekonomi, kerusakan lingkungan membawa kerugian besar bagi masyarakat lokal. Petani kehilangan hasil panen akibat banjir dan perubahan iklim mikro nelayan kekurangan sumber air bersih untuk mendukung aktivitas tangkap, dan biaya penanganan bencana menguras anggaran pemerintah daerah. Ironisnya, keuntungan dari industri ekstraktif seperti tambang dan perkebunan sawit sebagian besar hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, sementara beban kerugiannya ditanggung oleh masyarakat luas. Ketidakadilan ekonomi ini menunjukkan adanya ketimpangan struktural dalam pengelolaan sumber daya alam.

Peran Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat

Pemerintah memiliki peran krusial dalam mengendalikan dan memulihkan kerusakan lingkungan. Penguatan regulasi saja tidak cukup diperlukan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perusakan hutan, termasuk perusahaan besar dan oknum pemerintahan lokal yang terlibat. Selain itu, masyarakat harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam upaya konservasi melalui pengawasan berbasis komunitas, rehabilitasi hutan, dan sistem pengelolaan lingkungan yang berkeadilan. Model kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan diperlukan untuk mengatasi krisis ini secara komprehensif.

Penulis : Ratu Kamilah, Mahasiswa jurusan Administrasi Negara, Universitas Pamulang Kampus Serang.

Dosen Pengampu : Angga Rosidin S.I.P., M.A.P

Kepala Prodi : Zakaria Habib Al-Razie, S.IP, M.Sos.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.