• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

KOTOGA: “Kosa Kata dalam Taman TOGA”

Editor Redaksi
18 Agustus 2026
in Berita

Ditulis oleh : Putri Zahra Dwinata – Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Pakintelan Universitas Diponegoro 2026

Pakintelan, Semarang, 2026, JurnalPost.com – Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya dapat menjadi ruang hijau yang memperindah lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai tanaman yang tumbuh di dalamnya memiliki nama dan karakteristik yang berbeda, tetapi sering kali belum dikenal secara lebih mendalam. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Pakintelan Universitas Diponegoro menghadirkan “KOTOGA (Kosa Kata dalam Taman TOGA)” sebagai media edukasi berbasis lingkungan.

Program monodisiplin ini diinisiasi oleh Putri Zahra Dwinata, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang. KOTOGA diwujudkan melalui pembuatan papan nama tanaman yang ditempatkan di area Taman TOGA. Setiap papan memuat nama tanaman dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jepang, serta dilengkapi gambar dan QR code yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi tambahan.

Mengenal Tanaman Sekaligus Kosakata Jepang

Sesuai dengan namanya, KOTOGA menggabungkan pengenalan tanaman dengan pembelajaran kosakata. Masyarakat dapat mengenali tanaman yang berada di sekitar mereka sekaligus mengetahui penyebutannya dalam bahasa Jepang.

Penggunaan tanaman sebagai media pembelajaran dipilih karena bahasa dapat dipelajari melalui berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan melihat tanaman secara langsung, masyarakat tidak hanya membaca kosakata pada papan, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan objek yang berada di hadapan mereka.

Bagi mahasiswa, program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Bahasa dan Kebudayaan Jepang di luar ruang perkuliahan. Kosakata yang dipelajari tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi diwujudkan dalam media yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kolaborasi Tiga Bidang

Dalam pelaksanaannya, KOTOGA dikerjakan secara kolaboratif bersama mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris dan Teknik Industri. Kolaborasi tersebut menghasilkan papan informasi yang memadukan unsur bahasa, informasi, serta tampilan visual yang sesuai dengan lingkungan Taman TOGA.

Bahasa Indonesia digunakan sebagai informasi utama, sementara bahasa Inggris dan bahasa Jepang menjadi bagian dari pengenalan kosakata multibahasa. Papan juga dilengkapi gambar tanaman agar masyarakat lebih mudah mencocokkan informasi dengan tanaman yang ada di sekitarnya.

Taman TOGA sebagai Ruang Belajar

Keberadaan papan nama membuat Taman TOGA memiliki fungsi tambahan sebagai ruang belajar terbuka. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati lingkungan hijau, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru mengenai tanaman dan kosakata dalam beberapa bahasa.

QR code yang terdapat pada papan memberikan akses menuju informasi tambahan bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai tanaman tersebut. Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak terbatas pada nama tanaman saja.

Melalui KOTOGA, pembelajaran bahasa Jepang diperkenalkan dengan cara yang sederhana dan kontekstual. Masyarakat dapat menemukan kosakata baru tanpa harus berada di ruang kelas, sementara Taman TOGA dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang lebih interaktif.

Dari Kosa Kata, Menjadi Pengetahuan

KOTOGA diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang sederhana tetapi tetap berkesan. Tanaman yang sebelumnya mungkin hanya dipandang sebagai bagian dari taman kini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal nama, informasi, sekaligus bahasa yang berbeda.

Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan fungsi Taman TOGA sebagai ruang yang tidak hanya hijau, tetapi juga informatif. Melalui papan nama tanaman yang sederhana, KOTOGA mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat tanaman di lingkungan sekitar sekaligus menemukan bahwa belajar bahasa dapat dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.