• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kontroversi Perayaan Nyepi Di Bali

Editor Redaksi
2 April 2024
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Berbicara mengenai Bali memang tidak ada habisnya mengenai budayanya dan tradisinya, upacara keagamaanya, dan persembahannya, kali ini akan akan membahas salah satu upacara perayaan umat hindu yang paling popular yaitu perayaan Nyepi di tahun 2024,

Setiap tahun, pasti adanya yang dimana perayaan Nyepi dilaksanakan orang yang menganut agama hindu, Nyepi merupakan upacara adat yang dimana dilaksnakan secara tahun ke tahun atau merupakan acara turun temurun oleh leluhur pada setiap tahun baru saka. Pada tahun 2024, hari Nyepi jatuh pada selasa(12/3).

Sebelum merayakan Nyepi pada umumnya masyarakat hindu di Bali akan melakukan upacara melasti yang dimana acara ini dilakukan 2-3 hari menjelang Nyepi di Bali, pada umumnya upacara melasti dilaksanakan di pinggir pantai yang bertujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalunya.

Kemudian setelah melalukan upacara melasti akan diadakan tawur kesanga dan Dan pengerupukan yang dimana adanaya festival dan pawai ogoh ogoh yang dimana pawai ini menjadi daya Tarik para wisatawan satu hari sebelum nyepi, ogoh ogoh sendiri merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali sendiri.

Dalam perayaan Nyepi acara ini berlangsung selama 24 jam, dilakukan secara tenang dan sunyi dan tidak menyalakan listrik, dan dilarang berpergian ke luar rumah, dan tidak melaukan aktifitas apapun, upacara nyepi juga menjadi bentuk atas ketaatan umat hindu untuk mendekatkan diri kepada tuhan.

Mengutip Jurnal Perayaan Nyepi Umat Hindu Bali Bertindak Lokal dan Berpikir Universal oleh W. Sayang Yupardhi (2018:20), selain menjadi refleksi diri, Hari Raya Nyepi juga dilakukan untuk menjaga keseimbangan bhuana agung dan bhuana alit atau titik pertemuan sifat negatif dan positif.

Dalam sosial media twitter yang dimana akun dari salah satu warganet memberikan pendapat atau opini terhadap perayaan nyepi yang di Bali, yang dimana beliau mengkritik adanya sanksi pelanggar perayaan nyepi di Bali.

Dalam permasalahan ini dari sumber yang saya dapat bahwa yang dibahas mengapa umat muslim yang ada di Bali di “paksa” untuk nyepi atau tidak melakukan aktifitas selama nyepi di selenggarakan, apakah seperti itu toleransi? Dan jika ada yang melakukan pelanggaran aturan perayaan sepi maka akan dikenakan sanksi atau denda. Dengan ada tweet dari akun warganet ini terdapat adanya pro dan kontra oleh warga twitter terkait

opini yang disampaikan oleh akun tersebut sehingga menjadi viral di twitter dan banyak diperbincangan oleh warga twitter, hal inilah memicunya adannya perselisihan argumen yang membahas terkait perayaan Nyepi di Bali. Sehingga warga twitter geram dan baradu pendapat terkait tweet yang telah diupload.

Terkait komentar komentar atau steatment dari warga twitter terkait twitter dari salah satu warganet, point point yang penting untuk dijelaskan yaitu mengenai permasalahan toleransi dan adanya dikaitkan oleh dunia politik, hal ini tidak ada sama sekali Berhubungan dengan politik, kenapa harus disangkutpautkan dengan pemilihan pilpres di tahun 2024, apakah itu ada sagkutpautnya dengan hari perayaan Nyepi, hal ini juga sangat membuat geram warga twitter sehingga adanya perdebatan dan beradu argument lewat komentar perlu kita sadari bawasanya toleransi menurut Max Isaac Dimont, pengertian toleransi adalah sikap untuk mengakui perdamaian dan tidak menyimpan dari norma-norma yang diakui dan berlaku. Toleransi juga diartikan sebagai sikap menghormati dan menghargai setiap tindakan orang lain.

Dalam kasus ini termasuk masuk dalam kataegori toleransi dalam agama, yang dimana kita harus memiliki sikap saling meghormati dan menghargai atas perbedaan agama dalam negara kita, dalam halnya kita harus menghormati hak setiap orang untuk memberikan ruang bagi mereka untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya masing masing, seperti contohnya di Bali, jadi kita harus menghormati dan memberikan ruang untuk warga bali untuk melakukan perayaan Nyepi dikarenkan di bali mayoritas disana beragama hindu, jadi mau tidak mau warga yang beragama non hindu harus menaati dan menghormati peraturan adat disana.

Oleh: Muhammad Sufyan Tsauri

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.