
JurnalPost.com – Usus memiliki peranan penting dalam proses pencernaan makanan dan penyerapan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan modern yang kurang sehat dapat menganggu keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh dan berdampak pada kesehatan. Kondisi ini mendorong pengembangan pangan fungsional yang dirancang khusus untuk usus, terutama produk yang mengandung probiotik sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kesehatan usus melalui teknologi dalam bidang pangan. Situasi ini memudahkan pengembangan konsep pangan fungsional.
Pangan fungsional merujuk pada manfaat yang tidak hanya digunakan sebagai zat gizi tetapi juga di kembangkan untuk menyediakan manfaat tambahan bagi kesehatan. Dalam teknologi pangan, pangan fungsional dikembangkan melalui proses produksi yang terkontrol sehingga komponen aktifnya mengalir secara konsisten dan berfungsi optimal. Probiotik merupakan pangan fungsional karena mengandung mikroorganisme yang selama proses produksi dan konsumsi mendukung fungsi pencernaan yang sehat.
Probiotik berperan sangat penting dalam menjaga kesehatan usus, yaitu perannya dalam menyeimbangkan komposisi bakteri di sistem pencernaan serta mengoptimalkan fungsi sistem imunitas lapisan mukosa usus, contoh bakteri probiotik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat, memperkuat ikatan sel yang rapat, serta menurunkan tingkat permeabilitas usus dengan tujuan mencegah terjadinya kondisi usus bocor. Selain itu, probiotik menjalankan peran sebagai penyeimbang sistem imun tubuh dengan mendorong produksi IgA sekretori dan meredakan peradangan pada usus. Penggunaan probiotik juga terbukti efektif dalam mengatasi bermacam gangguan pencernaan seperti diare, konstipasi, dan sindrom iritasi usus. Dengan berbagai mekanisme ini, probiotik berpotensi besar sebagai pangan fungsional yang memberi dukungan untuk kesehatan usus, baik sebagai upaya preventif maupun terapeutik.
Yakult merupakan minuman probiotik hasil dari fermentasi dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan di sistem pencernaan. Setiap produk yakult ada mikroorganisme probiotik yang dikenal sebagai Lactobacillus Casei Shirota Strain. Mikroba probiotik ini berperan penting dalam menjaga kesehatan di dalam usus. Proses fermentasi dilakukan secara teratur agar tetap menjamin agar bakteri hidup dapat stabil hingga saat dikonsumsi. Selama proses fermentasi, bakteri Lactobacillus casei Shirota strain memanfaatkan gula agar menghasilkan asam laktat yang berkontribusi pada penurunan pH di saluran pencernaan. Selain itu, yakult bisa bekontribusi dalam mencegah terjadinya dysbiosis usus dengan mengkondisikan ketidakseimbangan mikrobiota yang dapat mengganggu pencernaan. Mengkonsumsi yakult satu botol/hari dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, memperbaiki penyerapan zat gizi, dan memperkuat sistem imun melalui mikroba di saluran cerna. Hal ini menunjukkan yakult berperan sebagai minuman probiotik yang dapat membantu meningkatkan fungsi usus dan metabolisme tubuh.
Dalam teknologi pangan, banyak faktor yang memengaruhi stabilitas probiotik minuman yakult selama proses produksi, penyimpanan, dan distribusi. Karena bakteri probiotik sensitif terhadap panas, fermentasi dan penyimpanan bakteri dilakukan pada suhu rendah untuk menjaga kelangsungan hidup bakteri. Faktor pH juga penting karena kondisi yang terlalu asam dapat mengurangi jumlah bakteri hidup. Untuk menjaga kualitas produk, penggunaan kemasan tertutup dan tidak tembus cahaya sangat penting karena paparan oksigen dan cahaya dapat merusak sel probiotik. Lama penyimpanan, bahan baku, dan kadar air juga memengaruhi daya hidup probiotik hingga konsumsi. Saat yakult dikonsumsi, manfaat fungsionalnya untuk kesehatan usus tetap optimal berkat teknologi pangan yang berkontrol dan tepat.
Yakult adalah salah satu contoh makanan fungsional yang memiliki kontribusi krusial untuk kesehatan sistem pencernaan melalui keberadaan bakteri probiotik Lactobacillus casei Shirota strain. Probiotik berfungsi dalam memepertahankan keseimbangan mikroflora usus, mencegah terjadinya dysbiosis, dan memperkuat sistem imun. Keseimbangan mikroorganisme yang positif memfasilitasi proses pencernaan serta penyerapan gizi secara optimal, Khususnya pada kalangan anak-anak dan remaja yang dalam tahap pertumbuhan. Hasil dari program edukasi yang dilaksanakan oleh PT Yakult menunjukan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pemanfaat probiotik, yang mengindikasikan bahwa mengonsumsi yakult berkontribusi tidak hanya dari segi fisiologis tetapi juga meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan pencernaan.
Sebagai pangan fungsional, yakult memiliki peran penting dalam membantu kesehatan pencernaan berkat kandungan probiotik Lactobacillus casei Shirota strain yang diproduksi dengan teknologi pangan yang terkontrol. Mengonsumsi yakult secara rutin membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, meningkatkan kemampuan pencernaan dan penyerapan zat gizi, serta memperkuat daya tahan tubuh secara terus menerus.
Referensi:
Andika, D. G. B., & Wedagama, D. A. T. A. (2024). Yakut minuman sehat untuk usus : Dampak konsumsi yakut untuk kesehatan Metabolik dan Kualitas hidup kita. 8(3), 627–629. https://doi.org/https://doi.org/10.37859/jpumri.v8i3.7591
Dewi, N. M. L. C. P., & Sari, D. M. F. P. (2025). Sosialisasi Untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Bakteri Baik Dalam Minuman Yakult. 10(1), 18–21.
Ubaidilah, A. (2025). Peran Probiotik Dalam Kesehatan Pencernaan Manusia. 1(3), 69–75. https://doi.org/https://doi.org/10.70716/alpha.v1i3.236 PENDAHULUAN
Ulandari, K., & Sariani, N. L. P. (2025). Program Edukasi Probiotik di PT Yakult untuk Meningkatkan Kesehatan Anak dan Remaja. 6(3), 3579–3585. https://doi.org/http://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i3.4239
Penulis:
Mahasiswa Ilmu Gizi, Universitas Esa Unggul: Rosita Amilia, Bangir Laila Iramadhan, Windi Okti Ahya Safitri, Fidela Hanun Zahira, Lux Nur Latifah, Azka Isni Zahira.
Tugas PBL Mata Kuliah Teknologi Pangan
Pengampu: Reza Fadhilla, S.TP, M.Si



