• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Konser Bring Me The Horizon Berakhir Ricuh

Editor Redaksi
2 April 2024
in Kolom Opini

JurnalPost.com – Konser band asal Inggris Bring Me the Horizon( BMTH) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, berujung ricuh. Acara tiba- tiba dihentikan setelah berjalan setengah set list. Belum diketahui pasti penyebab yang memicu dihentikannya konsertersebut. Penonton mensesalkan pernyataan yang dianggap tidakjelas tersebut.  

Diduga BMTH enggan kembali ke panggung karena kualitas set konser itu, dengan beberapa kali terjadi kesalahan teknis.   Penonton juga khawatir Indonesia kena blacklis BMTH setelahkejadian ini. Penonton sempat menunggu selama setengah jam karena mengira Oliver Sykes dan kawan- kawan akan kembalike atas panggung. Sayangnya, penonton kemudian menerimapengumuman dari pihak promotor yang dinilai kurang jelas.

Dari konser tersebut mengalami kerugian yang sampai merusakperalatan set konser milik BMTH.   BMTH merupakan band beraliran musik  gemstone dan essence dengan beranggotakanOlive Sykes( vokalis), Curtis Ward( gitaris), Lee Malia( gitaris), Matt Kean( bassist), dan Matt Nicholls( drummer). Meski band ini sempat mengalami perubahan personil. Nama band terinspirasi dari film rovers of the Caribbean, di mana kalimatbring me the horizon pernah diucapkan kapten Jack Sparrow dalam film tersebut.  BMTH terkenal dengan lagu- lagu hits seperti “ Can You Feel My Heart ”, “ Drown ”, dan “ Kingslayer”. Sekarang mereka menjadi salah satu band legendaris di dunia dengan sederet lagu populer dan penghargaan.
 
Berikut Langkah – Langkah menangani konser yang berakhirricuh  Pertahankan Ketenangan Penting untuk mempertahankan ketenangan dan menjaga situasi agar tidak semakin memanas. Komunikasikan kepada penonton bahwa situasi akan ditanganidengan baik.  Identifikasi Pemicu Identifikasi apa yang menyebabkan kerusuhan dan coba atasi masalahnya sesegeramungkin.

Hal ini mungkin melibatkan penanganan penonton yang bermasalah atau menyediakan bantuan medis bagi yang terluka.  Koordinasi dengan Petugas Keamanan Bekerja sama denganpetugas keamanan dan petugas penegak hukum untukmengendalikan situasi. Petugas keamanan harus dilatih untukmenangani kerusuhan dengan aman dan efektif.  Evakuasi Aman Jika situasi menjadi terlalu tidak terkendali, pertimbangkanuntuk menghentikan konser dan melakukan evakuasi aman daritempat tersebut.

Pastikan untuk memberikan petunjuk yang jelaskepada penonton tentang cara keluar dengan aman.  KomunikasiPublik Jelaskan kepada penonton tentang apa yang terjadi dan langkah- langkah yang sedang diambil untuk menangani situasi. Komunikasi yang jujur dan transparan dapat membantumencegah kepanikan.  

Keamanan Setelah situasi terkendali, lakukan evaluasi keamanan untuk memastikan bahwa risikokerusuhan telah diminimalkan. Tinjau kembali prosedurkeamanan untuk perbaikan di masa depan.  Kerjasama denganPihak Berwenang Setelah konser selesai, kerjasama denganpihak berwenang untuk menyelidiki penyebab kerusuhan dan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap mereka yang bertanggung jawab.

Ditulis oleh : Antonius Nicholas Raditya Yudistanto. 

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.