
Penulis: Arina Damala (Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
JurnalPost.com – Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh dengan ketidakpastian, komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas suatu negara. Berbagai tantangan, seperti konflik geopolitik, perubahan harga pangan dan energi, serta perlambatan ekonomi dunia, turut memengaruhi kondisi perekonomian di Indonesia. Dalam situasi seperti ini, tentunya masyarakat membutuhkan informasi yang jelas, akurat, dan dapat dipercaya agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terbukti kebenarannya. Namun, seiring berjalannya perkembangan teknologi digital saat ini, hal tersebut juga membawa tantangan baru karena informasi yang salah atau hoaks sering kali menyebar lebih cepat dibandingkan penjelasan resmi dari pemerintah.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Arina Damala melihat bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pandangan ini sejalan dengan pembahasan dalam Mata Kuliah Sistem Ekonomi Indonesia yang diampu oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., bahwa keberhasilan sebuah kebijakan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh isi kebijakan tersebut, tetapi juga bagaimana kebijakan itu disampaikan dan dipahami oleh masyarakat. Sehingga, komunikasi yang terbuka dan jelas mampu membangun kepercayaan publik, sedangkan penyampaian informasi yang kurang baik justru dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian masyarakat.
Hal tersebut dapat terlihat ketika muncul berbagai isu mengenai kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar belakangan ini. Informasi di media sosial sering kali menyebar lebih cepat daripada klarifikasi resmi dari pemerintah. Akibatnya, sebagian masyarakat mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar. Situasi ini dapat memengaruhi perilaku masyarakat, seperti melakukan pembelian secara berlebihan/panic buying karena rasa khawatir atau merasa tidak yakin terhadap kondisi ekonomi. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memastikan bahwa informasi yang diberikan dapat diterima masyarakat secara cepat dan mudah dipahami.
Dalam menjaga komunikasi, pemerintah memang memiliki peran utama sebagai penyedia informasi. Namun, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan pemerintah saja. Media massa juga memiliki peran penting dalam menyampaikan berita yang akurat. Di sisi lain, masyarakat juga perlu meningkatkan kemampuan literasi digital agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan sebuah informasi. Kerja sama berbagai pihak menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan sistem komunikasi yang sehat.
Kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pemerintah untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat melalui berbagai platform. Namun, kemudahan tersebut juga membuat hoaks dan informasi yang keliru semakin cepat tersebar. Karena itu, pemerintah perlu membangun pola komunikasi yang lebih responsif dengan menyampaikan informasi secara terbuka, konsisten, dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Penyampaian data yang jelas serta respons yang cepat terhadap isu yang berkembang dapat membantu menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Ketahanan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat, tetapi juga oleh kualitas komunikasi yang mendukungnya. Kepercayaan masyarakat merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Jika pemerintah, media, dan masyarakat mampu membangun komunikasi yang baik, Indonesia akan menjadi lebih siap dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Dengan demikian, komunikasi yang efektif bukan hanya menjadi alat penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.



