• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Komunikasi Pariwisata di Era Digital : Mengomunikasikan Estetika Alam Di Balik Pesona Warna-Warni Kebun Bunga Coban Talun

Editor Redaksi
24 Juni 2026
in Artikel

Estetika Alam

Oleh : Elvira Hemalia

JurnalPost.com – Konsep mengenai peran vital komunikasi dalam mengonstruksi citra sebuah destinasi serta urgensinya dalam menstimulasi keputusan pelancong menjadi fokus utama dalam perkuliahan Komunikasi Pariwisata yang diampu oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, MA,. Guna membedah implementasi teori tersebut secara empiris di kehidupan nyata, saya Elvira Hemalia melakukan observasi langsung dengan mengunjungi Kebun Bunga Coban Talun yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pesan-pesan pariwisata diproduksi dan diinternalisasi oleh wisatawan di objek wisata tersebut.

Dari hasil pengamatan saya waktu terjun langsung di lapangan, tampak jelas bahwa dalam lanskap pariwisata modern, sebuah destinasi tidak lagi sekadar dinilai dari apa yang bisa dilihat, melainkan dari apa yang bisa dirasakan dan pengalaman apa yang bisa dibawa pulang. Fenomena inilah yang melandasi daya tarik Kebun Bunga Coban Talun. Destinasi ini berhasil mengintegrasikan estetika alam dengan strategi komunikasi pariwisata yang efektif, mengubah hamparan bunga warna-warni menjadi sebuah medium “pesan” yang menenangkan dan mengedukasi khalayak.

Jika dibedah melalui kacamata teori Komunikasi Pariwisata, Kebun Bunga Coban Talun sejatinya sedang menerapkan konsep Sensory Marketing. Melalui kombinasi visual bunga hortensia yang bergradasi, udara dingin khas pegunungan, serta aroma tanah yang basah, tempat ini melakukan komunikasi tanpa kata yang langsung menyentuh aspek psikologis pengunjung. Di tengah tingginya tingkat stres masyarakat urban, Coban Talun hadir menawarkan jawaban lewat konsep healing tourism.

Gak cuma mengandalkan kebun bunga, pengelola Coban Talun ini pintar banget membaca apa yang dimau sama generasi media sosial sekarang. Di sana, mereka menyediakan lapangan hijau yang luas, lengkap dengan ayunan dan sebuah cermin raksasa di tengah area terbuka.

Menurutku fasilitas ini bukan cuma pajangan atau pemanis dekorasi biasa. Lapangan hijau yang luas itu otomatis bikin pikiran kita merasa plong, santai, dan bebas. Terus, adanya ayunan di lapangan memberikan kesan yang seru, membawa kita nostalgia ke masa kecil, sekaligus pas banget buat objek foto yang estetik dan kelihatan dinamis waktu dijepret.

Nah, yang paling juara menurut saya adalah trik pasang cermin besar di ruang terbuka tadi. Ini cerdas banget. Cermin ini bikin pengunjung bisa foto mirror selfie dengan latar belakang bunga hortensia dan langit biru sekaligus. Secara gak langsung, cermin ini jadi jembatan yang menyatukan diri kita dengan indahnya alam Coban Talun. Pengunjung jadi otomatis terdorong buat bikin konten atau bercerita lewat foto (visual storytelling) kalau mereka lagi menikmati momen yang super estetik di sana.

Daya tarik ini diperkuat dengan adanya spot petik strawberry. Di area ini, komunikasi pariwisata bergeser dari komunikasi searah menjadi komunikasi dua arah yang partisipatif. Wisatawan diajak berinteraksi langsung dengan ekosistem lokal, menciptakan pengalaman personal yang mendalam.

Selain melakukan pengamatan langsung, saya juga sempat mengobrol dan mewawancarai salah satu pengunjung laki-laki di sana. Kakak tersebut bercerita kalau kedatangannya ke Coban Talun memang sengaja untuk healing dan mencari ketenangan karena merasa sangat jenuh dan lelah dengan padatnya aktivitas perkuliahan. Dari percakapan singkat ini, terlihat jelas bahwa Coban Talun benar-benar berhasil menyampaikan “pesannya” sebagai tempat pelarian yang pas bagi masyarakat urban khususnya mahasiswa yang sedang membutuhkan ruang untuk menyegarkan kembali pikiran mereka.

Berdasarkan observasi lapangan di Kebun Bunga Coban Talun, dapat disimpulkan bahwa komunikasi pariwisata di era digital tidak lagi terbatas pada penyampaian informasi satu arah, melainkan telah bertransformasi menjadi penciptaan pengalaman yang partisipatif. Pengelola Coban Talun secara cerdas berhasil mengintegrasikan sensory marketing dan penyediaan fasilitas yang mendukung visual storytelling seperti cermin raksasa dan spot interaktif. Strategi ini terbukti efektif dalam memicu wisatawan untuk memproduksi konten secara sukarela (user-generated content). Melalui pendekatan ini, pesan destinasi sebagai ruang healing tourism berhasil diinternalisasi dengan baik oleh masyarakat urban, sekaligus membuktikan bahwa di era digital, estetika visual dan pengalaman emosional adalah medium komunikasi yang paling vital dalam mengonstruksi citra sebuah destinasi.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.