
Mojokerto, JurnalPost.com, 15 November 2025 – Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tahun 2025 berhasil mencatatkan capaian membanggakan melalui pembukaan jalur pendakian baru Gunung Penanggungan via Sumber Lumpang di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Program ini dinilai sukses mengangkat perekonomian desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga lokal dan pemuda setempat.
Program yang dijalankan selama lebih dari satu bulan ini berfokus pada pengembangan potensi wisata alam desa khususnya sektor ekowisata minat khusus, yang selama ini belum dikelola secara optimal. Misi utama mahasiswa KKN-T UNESA ialah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi kreatif, serta optimalisasi potensi sumber daya alam yang ada melalui platform digital.
Pembukaan jalur pendakian baru Gunung Penanggungan via Sumber Lumpang resmi diluncurkan pada Sabtu, 15 November 2025. Acara launching disertai pengenalan paket wisata edukatif, pelatihan pemandu pendakian bagi pemuda desa, serta pelatihan UMKM untuk produk kuliner dan cinderamata lokal.
Program yang digagas oleh kelompok KKN-T UNESA 2025 dengan menggandeng pengelola wisata sumber lumpang serta dukungan Pemerintah Desa Duyung, kelompok pemuda Sumber Lumpang, dan pelaku UMKM lokal. Keterlibatan warga desa menjadi unsur yang sangat penting dalam proses perencanaan dan eksekusi program ini.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Desa Duyung, tepatnya pada kawasan wisata Sumber Lumpang yang menjadi akses baru menuju jalur pendakian Gunung Penanggungan.
Program KKN-T digelar sepanjang September–Desember 2025, dengan puncak kegiatan berupa launching serta doa bersama jalur pendakian baru Penanggungan via Sumber Lumpang pada 15 November 2025.
Jalur pendakian ini memiliki keunikan tersendiri dengan kondisi alam yang masih asri, keberadaan satwa liar yang masih sering dijumpai, serta daya tarik berupa tiga puncak yang memberikan karakter dan panaroma berbeda.
Pembukaan jalur baru ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui sektor wisata alam. Selama ini, Desa Duyung memiliki potensi wisata yang cukup besar, namun belum memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa UNESA ingin menciptakan peluang ekonomi baru serta memperkuat kemandirian desa dalam mengelola dan mengembangkan wisata.
Proses pembukaan jalur dilakukan melalui serangkaian tahap, antara lain:
• pemetaan jalur pendakian baru oleh tim survei KKN-T bersama warga,
• pembersihan jalur dan pemasangan papan petunjuk,
• penyusunan SOP keselamatan pendakian,
• pelatihan pemandu wisata bagi pemuda lokal,
• pendampingan UMKM desa,
• desain branding dan promosi wisata digital,
• kerja sama dengan komunitas pendaki, pemuda desa, dan pihak desa.
Hasil dari rangkaian ini terlihat nyata: tercatat kini warga dan pemuda desa terlibat aktif sebagai pemandu pendakian, pengelola area parkir, penjaga pos registrasi, hingga pelaku UMKM yang menyediakan produk lokal bagi wisatawan.
Ketua Pelaksana Launching jalur pendakian Penanggungan via sumber lumpang Yasinta Aulia Mengatakan “Sebagai Ketua Pelaksana kegiatan Launching Pendakian Gunung Penanggungan via Sumber Lumpang, termasuk Launching yang ke-2 ini, saya berharap kolaborasi antara para pengelola jalur pendakian dengan mahasiswa KKNT Unesa Desa Duyung 2025 dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Kami ingin pengabdian ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat menjadi program yang berkelanjutan. saya juga berharap para pengelola dapat terus melanjutkan promosi serta pengelolaan jalur pendakian ini dengan sebaik-baiknya, sehingga potensi wisata di Desa Duyung semakin dikenal. Semoga upaya ini dapat memberikan manfaat bagi perputaran roda ekonomi masyarakat serta membuka peluang-peluang baru bagi desa.”
Ketua KKN-T UNESA Desa Duyung Mohamad Soca indraswara menyampaikan “bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa. Pihaknya berharap jalur ini tidak hanya menjadi sarana wisata, namun juga wahana edukasi lingkungan, sejarah, dan budaya yang dimiliki Gunung Penanggungan”.
Dengan launching jalur pendakian via Sumber Lumpang, Desa Duyung kini resmi menjadi salah satu alternatif pintu masuk Gunung Penanggungan, sekaligus penggerak baru roda ekonomi masyarakat setempat.




