
JOMBANG, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Kelompok 33 Desa Jarak melaksanakan salah satu program kerja berupa pembuatan dan pemasangan plang petunjuk arah menuju Air Terjun Grojogan Asmoro, Pada Senin (17/08/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari upaya mahasiswa KKN-P kelompok 33 dalam mendukung pengembangan potensi wisata lokal sekaligus membantu masyarakat memperkenalkan keberadaan Air Terjun Grojogan Asmoro kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang berlokasi di Dusun Sanggar, Desa Jarak, Kec. Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-P Kelompok 33 dan masyarakat setempat. Ketua KKN-P Kelompok 33, Fariz, turut mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan, sedangkan Dian bertindak sebagai penanggung jawab program kerja pembuatan dan pemasangan plang petunjuk arah.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi akses menuju Grojogan Asmoro yang masih belum dilengkapi penunjuk arah yang memadai. Keberadaan plang diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada wisatawan maupun pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam Air Terjun Grojogan Asmoro, sehingga mereka dapat menemukan lokasi dengan lebih mudah dan meminimalkan risiko tersesat.
Mengenal Sejarah Air Terjun Grojogan Asmoro yang Dahulu Dikenal sebagai Grojogan Sanggar

Grojogan Asmoro merupakan salah satu potensi wisata alam yang berada di wilayah Dusun Sanggar, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Selain menawarkan keindahan alam, keberadaan grojogan tersebut juga menyimpan cerita lokal yang berkaitan dengan sejarah masyarakat setempat.
Menurut Sarwan, warga asli Dusun Sanggar yang kini berusia 86 tahun, nama awal grojogan tersebut adalah Grojogan Sanggar. Nama tersebut diberikan karena lokasi grojogan berada di kawasan Dusun Sanggar dan telah dikenal oleh masyarakat setempat sejak dahulu.
“Mangkanya grojogan itu awalnya saya namakan Grojogan Sanggar,” ujar Sarwan ketika menceritakan asal-usul nama grojogan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Grojogan Sanggar kemudian lebih dikenal dengan sebutan Air Terjun Grojogan Asmoro. Berdasarkan cerita masyarakat setempat, nama Air Terjun Grojogan Asmoro diberikan oleh anak-anak KKN yang pernah melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut. Nama tersebut kemudian semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat hingga saat ini.
Cerita mengenai perubahan nama tersebut menjadi bagian dari sejarah lokal yang melekat pada keberadaan Air Terjun Grojogan Asmoro. Hal ini menunjukkan bahwa potensi wisata di Desa Jarak tidak hanya memiliki nilai dari sisi keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita dan kearifan lokal yang menarik untuk dikenalkan kepada masyarakat luas.
Oleh karena itu, pengembangan akses dan pengenalan lokasi wisata menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberadaan Air Terjun Grojogan Asmoro. Tidak hanya membantu pengunjung menemukan lokasi, fasilitas penunjuk arah juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Dusun Sanggar kepada masyarakat dari luar wilayah Desa Jarak.
Pemasangan Plang Jadi Bentuk Dukungan Mahasiswa KKN-P 33 UMSIDA terhadap Potensi Wisata Lokal

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN-P Kelompok 33 berupaya memberikan kontribusi sederhana namun bermanfaat bagi pengembangan potensi wisata di Desa Jarak. Plang petunjuk arah dibuat sebagai media informasi yang membantu pengunjung mengetahui jalur menuju Air Terjun Grojogan Asmoro.
Ketua KKN-P Kelompok 33, Fariz, menyampaikan bahwa pemasangan plang merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung potensi wisata yang ada di Desa Jarak.
“Kami berharap pemasangan plang ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi para pengunjung yang ingin menuju Air Terjun Grojogan Asmoro. Meskipun sederhana, kami berharap plang ini dapat menjadi salah satu fasilitas yang membantu wisatawan menemukan akses dengan lebih mudah. Selain itu, kami juga ingin turut mengenalkan potensi wisata yang ada di Desa Jarak agar semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Fariz.
Menurut Fariz, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam membantu masyarakat dan melihat potensi yang dapat dikembangkan di lingkungan Desa Jarak.
Sementara itu, Dian selaku penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa pembuatan plang berangkat dari kebutuhan akan informasi arah yang lebih jelas bagi pengunjung.
“Tujuan utama dari pembuatan plang ini adalah untuk memberikan petunjuk yang jelas kepada wisatawan atau masyarakat yang belum mengetahui akses menuju Air Terjun Grojogan Asmoro. Kami berharap dengan adanya plang ini, pengunjung dapat lebih mudah menemukan jalannya dan tidak kebingungan ketika menuju lokasi,” jelas Dian
Dian juga menambahkan bahwa proses pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi yang mudah terlihat oleh pengunjung.
“Kami bersama teman-teman berusaha menempatkan plang di lokasi yang strategis agar dapat terlihat oleh pengunjung. Kami berharap fasilitas sederhana ini bisa terus dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat,” tambahnya.
Pemasangan plang juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap fasilitas pendukung wisata di lingkungan masyarakat. Dengan adanya petunjuk arah yang lebih jelas, pengunjung yang baru pertama kali datang diharapkan dapat menemukan akses menuju lokasi dengan lebih mudah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar berkolaborasi secara langsung dengan masyarakat. Kegiatan tidak hanya berfokus pada hasil berupa fasilitas fisik, tetapi juga membangun komunikasi, kerja sama, serta kepedulian terhadap potensi yang dimiliki lingkungan desa.
Sarwan menyambut positif pemasangan plang petunjuk arah tersebut. Sebagai warga asli Dusun Sanggar yang telah mengetahui keberadaan grojogan sejak lama, ia menilai petunjuk arah sangat diperlukan, terutama bagi pengunjung yang belum mengetahui kondisi wilayah dan akses menuju lokasi.
“Saya merasa senang dibuatkan plang petunjuk arah. Bagi wisatawan atau pengunjung yang akan datang ke Air Terjun Grojogan Asmoro, biar tidak kesasar,” ungkap Sarwan.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-P Kelompok 33 UMSIDA berharap Air Terjun Grojogan Asmoro dapat semakin dikenal sebagai salah satu potensi wisata di Dusun Sanggar, Desa Jarak, Kec. Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keberadaan plang petunjuk arah diharapkan tidak hanya mempermudah akses wisatawan, tetapi juga membantu memperkenalkan potensi alam dan cerita lokal yang dimiliki Dusun Sanggar.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa KKN-P Kelompok 33 UMSIDA dalam mendukung masyarakat Desa Jarak. Dengan memadukan potensi alam, sejarah lokal, fasilitas pendukung, dan partisipasi masyarakat, Air Terjun Grojogan Asmoro diharapkan dapat terus dijaga, dikenalkan, dan dikembangkan secara positif serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Penulis: Selvy Dwi Machmuda




