• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

KITA SUDAH SECANGGIH INI, TAPI KENAPA RASANYA MAKIN SEPI?

Editor Redaksi
15 Agustus 2026
in Artikel

Oleh: FITRIA RIZKI AMALIA – MAHASISWA UNIVERSITAS SIBER ASIA

JurnalPost.com – Coba perhatikan sekeliling Anda sore ini. Di meja makan, diruang tunggu, bahkan di tengah obrolan keluarga – hampir semua orang menatap layar, bukan menatap satu sama lain. Kita bisa video call dengan siapa saja di belahan dunia manapun dalam hitungan detik, tapi entah kenapa, mengobrol dengan tetangga sebelah rumah terasa lebih canggung dari biasanya.

Fenomena kecil ini sebenarnya cerminan dari perubahan besar yang sedang kita jalani: dunia sedang bergerak memasuki era Industry 4.0 dan Society 5.0. Dua istilah yang mungkin sering kita dengar di seminar atau berita, tapi jarang benar-benar kita renungkan dampaknya pada hal yang paling mendasar – cara kita menjadi manusia.

Ketika Mesin Makin Pintar, Kita Jadi Apa?

Industry 4.0 adalah babak baru revolusi industri, di mana mesin saling terhubung, sistem bekerja otomatis, dan hampir semua keputusan bisnis kini berbasis data. Efeknya nyata: produksi lebih efisien, layanan publik lebih cepat, informasi ada di ujung jari kita.

Tapi ada harga yang mungkin belum kita sadari sepenuhnya. Semakin efisien sistem bekerja, semakin sedikit ruang tersisa untuk interaksi manusia yang sesungguhnya. Kita mendapatkan kemudahan, tapi diam-diam kehilangan sesuatu yang sulit diukur: kedekatan, empati, rasa terhubung secara emosional dengan orang lain.

Di sinilah pertanyaan pentingnya bukan lagi “seberapa canggih teknologi kita”, melainkan “ apakah teknologi ini masih memanusiakan kita?” Sebab teknologi yang baik semestinya bukan cuma yang tercanggih, melainkan yang tetap menghormati martabat dan kehangatan hubungan antarmanusia. Kalau justru bikin orang makin terasing satu sama lain, secanggih apapun alatnya, ada sesuatu yang keliru.

Society 5.0: Upaya Mengembalikan Manusia ke Pusat Cerita

Jepang punya jawaban menarik untuk kegelisahan ini lewat konsep Society 5.0 – masyarakat masa depan di mana teknologi digital tidak lagi jadi tujuan, tapi alat untuk menyelesaikan masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Bukan manusia yang menyesuaikan diri dengan mesin, tapi teknologi yang dirancang untuk melayani manusia.

Bayangkan teknologi yang benar-benar membantu: sistem kesehatan yang lebih responsif, pendidikan yang lebih merata sampai ke pelosok, transportasinya yang lebih manusiawi. Society 5.0 pada dasarnya mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: teknologi ini kita buat untuk siapa, dan untuk apa?

Konsep ini relevan sekali untuk Indonesia yang punya keragaman budaya, sosial, dan ekonomi yang luar biasa besar. Teknologi yang berorientasi pada manusia bisa jadi jembatan mengurangi kesenjangan akses pendidikan, kesehatan, dan informasi antar daerah. Tapi syaratnya satu: penerapannya harus dibarengi etika, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Tanpa itu, teknologi yang harusnya menyatukan justru bisa memperlebar jurang yang sudah ada.

Yang Hilang di Balik Layar

Kita perlu jujur soal ini: komunikasi digital memang membuat kita terhubung lebih cepat, tapi belum tentu lebih dalam. Kita bisa punya ratusan teman di media sosial, tapi entah berapa dari mereka yang benar-benar tahu kabar kita hari ini. Individualisme digital, banjir informasi yang belum tentu benar, budaya serba instan, dan empati yang perlahan menipis – ini semua tantangan nyata yang datang bersamaan dengan kemajuan yang kita rayakan.

Bukan berarti kita harus menolak teknologi. Justru sebaliknya: kita perlu lebih sadar dan kritis dalam menggunakannya. Manusia punya sesuatu yang tidak bisa digantikan mesin – akal budi, rasa moral, kemampuan mencipta dari hati. Teknologi semestinya memperluas ruang untuk itu semua, bukan menggantikannya.

Pada akhirnya, kemajuan zaman bukan cuma soal seberapa cepat dan canggih hidup kita jadinya. Keindahan sejati dari sebuah peradaban justru terletak pada seberapa manusiawi kita tetap bisa menjalani hidup, ditengah semua kecanggihan yang mengelilingi kita. Dan itu, adalah pilihan yang tetap ada di tangan kita – bukan di tangan mesin.

Sumber Referensi :

Cisco. (2024). What Is Industry 4.0? https://www.cisco.com/site/us/en/learn/topics/networking/what-is-industry-4-0.html

Fraunhofer IESE. (2025). Industrie 4.0. https://www.iese.fraunhofer.de/en/customers_industries/digitalisierung-produktion/industrie40.html

Cabinet Office, Government of Japan. (n.d.). Society 5.0. https://www8.cao.go.jp/cstp/english/society5_0/index.html

Keidanren. (n.d). Society 5.0 – Together Creating the Future. https://www.keidanren.or.jp/policy/society5.0.html

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.