
Oleh: Mohamad Arr Syal Raya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
JurnalPost.com – Annas Yudha Mauladina lahir di Sukabumi pada 9 Juli 2001. Beliau merupakan anak pertama dari Bapak Asep Bayu Asriadi yang berprofesi sebagai guru dan Ibu Sri Andayani seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil, Annas sudah diperkenalkan dengan dunia pertanian oleh kakeknya. Berkat pengalaman tersebut, Beliau kini dipercaya untuk mengelola lahan pertanian keluarganya. Perjalanan pendidikannya dimulai pada tahun 2014, ketika beliau menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 1 Pasirhalang. Pada tahun 2017, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sukaraja, kemudian berlanjut ke Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sukaraja pada tahun 2020. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Annas diterima sebagai mahasiswa Program Diploma (D4) di Sekolah Vokasi IPB, yakni pada Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Selama menjadi mahasiswa, Annas aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Departemen Sosial dan Pengabdian Masyarakat selama dua periode. Dalam masa kepengurusannya, beliau telah menyelesaikan program pengabdian kepada masyarakat bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM IPB) melalui kegiatan Volunteer School dan program bina desa Eco-Village dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD). Program ini dilaksanakan bersama dan didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di bawah naungan LPPM IPB.
Ketertarikannya terhadap bidang perikanan bermula dari pemahamannya bahwa sektor ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan bidang pertanian lainnya, seperti perkebunan dan peternakan. Menurut Annas, perikanan memiliki ekosistem yang berbeda karena berhubungan dengan kehidupan di dalam air, yang menuntut pemahaman lebih mendalam mengenai lingkungan dan siklus hidup ikan. Hal inilah yang membuatnya ingin mendalami ilmu perikanan dengan harapan dapat memperkaya pengetahuannya di bidang pertanian. Dalam perjalanan kariernya, Annas menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengelola usaha di bidang perikanan yang melibatkan makhluk hidup. Risiko seperti kematian ikan dan kerugian finansial menjadi hal yang harus dihadapi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, beliau terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menerapkan inovasi dalam usaha yang dijalankannya. Selain itu, Annas juga aktif dalam berbagai penelitian dan proyek, termasuk proyek budidaya ikan dalam skala kemitraan bersama PT Ikan Bangun Indonesia. Beliau juga mendapatkan kesempatan menjadi ketua divisi dalam bidang budidaya ikan dan budidaya cabai pada program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui kegiatan P2MD. Pengalaman ini memberinya banyak wawasan dan keterampilan dalam mengelola proyek, khususnya di sektor perikanan dan pertanian.
Salah satu pencapaian yang paling berkesan bagi Annas adalah keberhasilannya dalam menyelesaikan kegiatan pengabdian masyarakat dan program peduli lingkungan. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak dapat diukur dengan angka, tetapi memiliki nilai yang sangat berharga dan bermakna dalam perjalanannya. Seiring berjalannya waktu, Annas sering kali membantu proyek-proyek dosen hingga akhirnya dipercaya menjadi tim asistensi dosen Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan Sekolah Vokasi IPB University. Dalam membimbing mahasiswa, Annas memiliki prinsip “berjalan bersama, belajar bersama, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai moral dan sopan santun.” Baginya, kunci keberhasilan dalam mencapai posisi dan pencapaian saat ini adalah konsistensi dan fokus terhadap bidang yang digeluti. Di luar aktivitas akademik, Annas memiliki impian untuk membuka lahan pertanian seluas-luasnya dan menciptakan lapangan kerja bagi petani lokal. Beliau optimis terhadap perkembangan sektor perikanan dan pertanian di masa depan. Selama proses regenerasi dan transfer teknologi dari generasi lama ke generasi muda terus berjalan, beliau yakin bahwa pertanian dan perikanan akan tetap berkembang. Terakhir, Annas menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda yang ingin terjun ke bidang pertanian secara keseluruhan. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperjuangkan sektor pertanian di Indonesia, baik dalam aspek produksi, manajemen, maupun branding. Menurutnya, sudah saatnya pertanian berkembang menjadi lebih modern dan menjanjikan sebagai mata pencaharian utama. Dari kisah Annas Yudha ini, banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik, seperti pentingnya terus belajar, improvisasi dan berkembang demi masa depan, serta menekuni satu bidang secara mendalam untuk mencapai impian di masa mendatang.




