
Oleh: Kinanti Nur Afifah Anastasya Rusmawan
JurnalPost.com – Banyak orang menganggap bahwa inovasi dalam pendidikan harus dimulai dari perubahan kurikulum atau teknologi yang mahal. Padahal, terkadang perubahan sederhana justru mampu memberikan dampak yang besar bagi proses belajar.
Hal itu saya rasakan ketika menjalani program magang sebagai Asisten Mengajar di SMA Negeri 5 Balikpapan.
Saat membantu guru dalam proses pembelajaran, saya melihat bahwa pelaksanaan ulangan harian masih didominasi penggunaan kertas atau Google Form. Cara tersebut memang efektif, tetapi suasana kelas sering terasa sama seperti biasanya.
Saya kemudian mengusulkan penggunaan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran.
Awalnya saya sempat ragu apakah siswa akan tertarik. Namun setelah ulangan dimulai, suasana kelas berubah.
Siswa terlihat jauh lebih antusias. Mereka tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga menikmati prosesnya karena tampilan Quizizz yang interaktif, adanya peringkat secara langsung, serta nuansa seperti bermain gim.
Yang paling berkesan bagi saya bukanlah nilai yang mereka peroleh, melainkan ekspresi semangat yang muncul selama proses belajar berlangsung.
Pengalaman tersebut membuat saya memahami bahwa teknologi bukan untuk menggantikan guru, melainkan membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.
Di era digital, siswa sudah sangat akrab dengan telepon genggam dan berbagai aplikasi. Oleh karena itu, dunia pendidikan juga perlu beradaptasi agar proses belajar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Tentu tidak semua pembelajaran harus menggunakan teknologi. Namun ketika digunakan secara tepat, teknologi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus membuat evaluasi menjadi lebih menyenangkan.
Penutup
Sebagai mahasiswa magang, saya mungkin tidak mengubah sistem pendidikan. Namun saya percaya bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil. Pengalaman menggunakan Quizizz mengajarkan saya bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Yang terpenting adalah bagaimana menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.



