
Oleh: Monica Virza Thalia
JurnalPost.com – Krisis ekonomi sering kali dianggap hanya masalah uang, seperti naiknya harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya hidup dan menurunnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, di balik masalah ekonomi tersebut jujga ada hal lain yang tidak kalah penting yaitu komunikasi. Cara pemerintah, media dan beberapa pihak dalam menyampaikan informasi juga dapat memengaruhi bagaimana opini masyarakat di kondisi krisis.
Dalam sistem komunikasi Indonesia, informasi memiliki peran besar daam membangun kepercayaan masyarakat. Ketika terjadi masalah ekonomi, masyarakat juga butuh penjelasan yang jelas mengenai apa yang terjadi. Informasi yang diberikan media harus dengan gaya komunikasi yang jelas agar mudah dipahami, karena jika media menggunakan gaya bahasa yang kurang jelas, masyarakat akan menggiring opini yang mungkin dapat membuat pihak lain semakin bingung dan timbul hoax.
Salah satu contoh yang bis akita lihat saat ini yaitu kenaikan harga BBM yang semakin naik dalam beberapa tahun terakhir. Ketika harga BBM naik, pastinya tidak hanya biaya transportasi yang dirasakan kenaikannya, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya karena kebutuhan distribusi ikut naik. Dalam kondisi tersebut, masyarakat pasti mencari sumber informasi yang akurat untuk mencari tahu alasan mengapa harga BBM kini naik dan juga mencari informasi tentang langkah pemerintah untuk membantuk masyarakat menghadapi dampaknya.
Namun, di era digital saat ini, informasi mengenai kondisi ekonomi tidak hanya berasal dari pemerintah atau media massa. Masyarakat juga ikut andil untuk mengedarkan informasi melalui sosial media. Hal ini menimbulkan masalah karena tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.
Ketika muncul tentang informasi mengenai kenaikan BBM, informasi tersebut dapat mudah tersebar melalui media sosial. Jika informasi yang beredar tidak sesuai dengan penjelasan yang jelas, masyarakat pastinya akan mengalami kebingungan dalam mengambil Kesimpulan berdasarkan informasi yang belum tentu benar. Dari sini sudah terlihat bahwa komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur dan merespons suatu krisis.
Selain pemerintah, media massa juga memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang akurat kepada maasyarakaat luas. Media tidak hanya bertugas memnberitakan suatu peristiwa, tetapi juga membantu masyarakat untuk memahami factor dan dampak dari peristiwa tersebut. Pemberitaan yang jelas mempermudah masyarakat untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ekonomi yang sedang marak saat ini.
Menurut saya, krisis ekonomi bukan hanya tentang naik turunnya harga, tapi juga terkait dengan sistem komunikasi di Indonesia. Ketika komunikasi yang disebar media sudah valid, maka masyarakat akan lebih mudah memahami situasi dan akan memiliki kepercayaan kepada pihak yang memberikan informasi. Sebaliknya, kurangnya komunikasi dapat membuat masyarakat merasa tidak dapat informasi yang akurat.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya melihat komunikasi di era sekarang sangat penting dalam mengatasi krisis. Topik ini dipilih karena berkesinambungan dengan pembahasan dalam mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia bersama Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., bahwa pemerintah dan media massa harus menyampaikan informasi terbuka dan sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan.
Pada akhirnya, kondisi ekonomi dan komunikasi memiliki hubunngan yang sangat erat. Ketika ekonomi mengalami tekanan, masyarakat tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat tetapi juga membutuhkan komunikasi yang jelas agar bisa membangun kepercayaan dan pemahaman yang benar. Karena itu, sistem komunikasi Indonesia harus terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.



