• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kesejahteraan Guru di Indonesia yang Mulai Pudar?

Editor Redaksi
11 Mei 2026
in Kolom Opini
Guru di Indonesia
Dokumentasi Asli

JurnalPost.com – Siapa lagi Yang Ingin menggantikan Peran guru Jika bukan kita, Tau nggak sih guys,di portal Data Pendidikan ada Guru dan calon di Indonesia yang mencapai 4.685.726 angka yang nggak sedikit.ada banyak guru juga dari penjuru desa terpencil,pinggir kota,bahkan pusat kota.Mereka rela mengajar untuk mendidik anak bangsa agar menjadi hebat,dan menjadi anak bangsa yang pintar.Tau nggak kalo guru itu selalu mendidik,membimbing dan mengajarkan pada anak anak di sekolah agar membentuk pribadi nya agar menjadi lebih baik.

Tapi,ada sekian banyak guru yang digaji rendah bahkan jauh dari kata cukup.ada banyak guru yang digaji bahkan tidak digaji.di pelosok desa.Contohnya ada seorang guru di Bulukumba yang di gaji 300 ribu,yang harus jalan kaki melewati jembatan bambu untuk menempuh ke sekolah,ia melewati jarak kurang lebih 10 kilometer untuk menempuh nya,kadang ia harus memkai motor untuk menempuhnya.

Guru pun ternyata ada kelompoknya,yaitu guru PNS dan Honorer.Kalian tau nggak kalua guru PNS ada tunjangan tunjangan hidup dan gaji yang cukup.tapi bagaimana dengan Nasib guru honorer?Guru honorer digaji dibawah upah bahkan nyaris tak layak untuk seorang guru yang telah berjasa mendidik anak bangsa.

Coba bayangkan apa jadinya bangsa ini tanpa jasanya seorang guru?apa anak bangsa ini akan menjadi anak anak yang pandai berpikir kritis dan bisa belajar mengeja dengan baik dan benar?sepertinya tidak.

Jangan salahkan kedua kedudukan seorang guru.Guru PNS atau Honorer,mereka Adalah seoarng pahlawan Indonesia.bahkan Ki Hadjar Dewantara yang dijuluki seagai bapak Pendidikan itu juga salah satu guru pertama yang membuka jalannya guru guru lain untuk berkembang dan mulai menempuh jejak beliau.Ki Hadjar Dewantara memiliki pesan yaitu” Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”yang artinya di depan memberi teladan di Tengah membangun semangat di belakang memberi dorongan/motivasi.

Saya harap Guru Guru bisa menyontoh bapak Ki Hadjar dewantara yang semangat dalam mendidik bangsa,agar suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara yang dapat berkembang.di era tahun 1980 an hingga pertengahan 1990 an Indonesia pernah dijuluki negara Macan Asia.itu juga tak luput dari kinerja guru dan dedikasi guru hingga menciptakan tokoh tokoh yang sangat hebat seperti Bapak BJ.Habibie,R.A.Kartini,Drs.Mohammat Hatta,Gusdur dan masih banyak lagi tokoh tokoh yang berperan penting di Indonesia.

Apapun yang terjadi kedepannya, Guru tetaplah profesi yang hebat dan setia pada bangsa negara dan profesi guru tidak akan pernah pudar di masa masa yang akan datang.

Penulis:MARYAM MAQDIS/Mahasiswa Universitas mercubuana Yogyakarta Jurusan Bimbingan Konseling

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.