
PACET, MOJOKERTO, JurnalPost.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) R4 Sub Kelompok 5 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan sistem self harvesting di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet.
Program ini dijabarkan dan dilaksanakan bersama mitra lokal Pak Yudi Iswantoro, warga Dusun Watutumang RT 01 RW 01 Desa Candiwatu, yang menjadi pelaku utama dalam penerapan budidaya maggot BSF berbasis lingkungan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Kelompok KKN R4 Sub Kelompok 5 UNTAG Surabaya menjelaskan bahwa sistem self harvesting memungkinkan maggot yang telah memasuki fase panen bergerak secara alami menuju jalur penampungan tanpa perlu pemanenan manual. Metode ini dinilai lebih efisien, mudah diterapkan, serta cocok untuk skala rumah tangga dan usaha kecil di pedesaan.
Maggot BSF dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam mengurai limbah organik seperti sisa makanan dan sampah dapur. Selain membantu mengurangi permasalahan sampah, hasil budidaya maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ikan dan unggas yang bernilai ekonomis.
Mitra kegiatan, Pak Yudi Iswantoro, mengungkapkan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN sangat membantu dalam memahami teknik budidaya yang lebih efektif. “Dengan sistem self harvesting, proses panen menjadi lebih mudah dan hasilnya lebih optimal. Ini sangat bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari masyarakat Desa Candiwatu yang menilai program tersebut memberikan dampak positif dan pengetahuan baru terkait pengelolaan lingkungan. Warga berharap kegiatan budidaya maggot BSF ini dapat terus dikembangkan dan menjadi usaha berkelanjutan di desa.
Sementara itu, Kepala Desa Candiwatu menyampaikan apresiasi kepada Kelompok KKN UNTAG Surabaya atas kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan warga desa. “Kami mengapresiasi mahasiswa KKN UNTAG Surabaya yang telah menghadirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat Desa Candiwatu. Program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi kegiatan pemberdayaan desa lainnya,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program KKN ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, peduli lingkungan, dan memiliki potensi ekonomi berkelanjutan.
Oleh : Achmad Faris Ramadhani




