• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

KECANDUAN SCROLLING TIKTOK DAN IMPLIKASINYA DALAM NEUROSAINS

Editor Redaksi
11 Desember 2023
in Makalah

Oleh Izzati Amara Ulayah
Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

            Kecanduan terhadap media sosial, khususnya aplikasi berbasis video pendek seperti TikTok, telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di era digital ini.

Perilaku terus-menerus memutar konten di TikTok telah menimbulkan kekhawatiran terkait gangguan perilaku, yang dapat dihubungkan dengan dampak neurosains pada kesehatan mental. Kecanduan scrolling TikTok menjadi semakin sering terjadi, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Aktivitas tersebut dapat disamakan dengan perilaku adiksi, di mana pengguna merasa sulit untuk menghentikan penggunaan meskipun menyadari konsekuensinya. Dalam konteks tersebut, Choi dan Lim (2016) menggambarkan adiksi terhadap media sosial sebagai suatu bentuk gangguan perilaku yang dapat memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan psikologis.

Dampak Kecanduan Scrolling TikTok

Pertama, Penelitian neurosains menunjukkan bahwa kecanduan media sosial, seperti TikTok, dapat menyebabkan perubahan pada aktivitas otak. Penelitian yang dilakukan oleh Marciano et al. (2021) menunjukkan bahwa penggunaan berlebihan media sosial dapat merangsang area otak yang terkait dengan reward dan kepuasan, seperti nukleus akumbens. Hal tersebut menciptakan siklus adiksi di mana pengguna terus menerus mencari stimulasi positif dari penggunaan TikTok, meskipun menyadari potensi dampak negatifnya.

Kedua, Penggunaan TikTok yang berlebihan juga dapat dikaitkan dengan perasaan pain atau rasa nyeri emosional. Menurut Young et al. (2017), media sosial dapat menjadi sumber distres emosional apabila pengguna mengalami perbandingan sosial yang merugikan atau merasa terpinggirkan. Kondisi tersebut dapat memperkuat kecanduan karena pengguna mencari pelarian dari rasa nyeri emosional mereka melalui penggunaan TikTok yang intensif.

Ketiga, dapat memicu gejala gangguan kesehatan mental. Penelitian oleh Sampasa-Kanyinga dan Lewis (2015) menunjukkan peningkatan kasus gangguan mental di kalangan remaja seiring dengan peningkatan penggunaan media sosial. Keterlibatan dalam aktivitas yang repetitif dan intensif seperti scrolling TikTok dapat memicu gejala gangguan kecemasan dan depresi.

Pentingnya memahami dampak neurosains dari kecanduan TikTok tidak hanya terletak pada pengetahuan umum, tetapi juga dalam pengembangan solusi dan intervensi yang lebih efektif. Sejumlah penelitian menyoroti hubungan yang kompleks antara perilaku adiksi terhadap media sosial dan perubahan neurobiologis. Penelitian oleh Reed (2023) menunjukkan bahwa penggunaan media sosial, termasuk TikTok, dapat menyebabkan perubahan struktural dalam otak, khususnya pada area yang terlibat dalam pengendalian impuls dan fungsi eksekutif.

Dalam konteks kecanduan TikTok, aspek neurosains yang perlu diperhatikan adalah peran dopamin, neurotransmitter yang terlibat dalam pengalaman reward. Penelitian oleh Music (2021) menunjukkan bahwa stimulasi berlebihan dari aktivitas menyenangkan, seperti menggunakan media sosial, dapat menyebabkan penurunan sensitivitas terhadap dopamin, yang pada gilirannya dapat memperparah perilaku adiksi. Oleh sebab itu, kecanduan scrolling TikTok tidak hanya berkaitan dengan kepuasan segera, tetapi juga dengan dampak jangka panjang pada fungsi otak dan kesehatan mental.

Dampak neurosains tersebut juga dapat diperparah oleh kurangnya tidur yang seringkali terkait dengan kebiasaan penggunaan TikTok pada malam hari. Penelitian oleh Scott et al. (2019) mengidentifikasi bahwa penggunaan media sosial pada malam hari dapat mengganggu pola tidur dan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan tidur pada remaja. Kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan mood, yang dapat menjadi faktor pendorong tambahan bagi kecanduan TikTok.

Cara Mengatasi Kecanduan Scrolling TikTok

Untuk mengatasi kecanduan scrolling TikTok, perlu diterapkan pendekatan yang holistik. Edukasi yang lebih baik mengenai penggunaan yang sehat dan berkelanjutan dari media sosial harus diperkenalkan di lingkungan sekolah dan keluarga. Selain itu, perusahaan pengembang aplikasi seperti TikTok juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan fitur pengaturan waktu dan mengurangi elemen yang memicu kecanduan. Pengembangan program pemulihan yang memperhitungkan perubahan neurosains dapat membantu individu untuk pulih dari kecanduan dengan lebih efektif. Selain itu, dibutuhkan adanya upaya kolektif dari komunitas, sekolah, dan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran akan dampak neurosains serta mendorong penggunaan yang sehat dan bertanggung jawab terhadap media sosial, khususnya TikTok.

Kesimpulan

Kecanduan scrolling TikTok dapat dihubungkan dengan gangguan perilaku dan mempengaruhi aspek neurosains, terutama pada level otak yang terlibat dalam pengalaman reward. Implikasinya terhadap kesehatan mental membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, seperti individu, keluarga, sekolah, dan pihak pengembang aplikasi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak neurosains dari kecanduan TikTok, upaya preventif dan kuratif dapat dirancang untuk melindungi kesehatan mental generasi yang semakin terkoneksi secara digital.

Pemahaman lebih lanjut tentang implikasi neurosains kecanduan TikTok tidak hanya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko, tetapi juga membantu merancang strategi intervensi yang lebih efektif. Pendidikan, penelitian, dan advokasi perlu terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan digital yang mendukung kesehatan mental dan neurosains yang optimal bagi pengguna TikTok dan generasi yang terus terkoneksi secara digital.

REFERENSI

Choi, S. B., & Lim, M. S. (2016). Effects of social and technology overload on psychological well-being in young South Korean adults: The mediatory role of social network service addiction. Computers in Human Behavior, 61, 245–254.

Marciano, L., Camerini, A.-L., & Morese, R. (2021). The developing brain in the digital era: A scoping review of structural and functional correlates of screen time in adolescence. Frontiers in Psychology, 12, 671817.

Music, G. (2021). Attachment, deadness, desire, and addictive buzz traps. Attachment, 15(2), 198–213.

Reed, P. (2023). Impact of social media use on executive function. Computers in Human Behavior, 141, 107598.

Sampasa-Kanyinga, H., & Lewis, R. F. (2015). Frequent use of social networking sites is associated with poor psychological functioning among children and adolescents. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 18(7), 380–385.

Scott, H., Biello, S. M., & Woods, H. C. (2019). Social media use and adolescent sleep patterns: Cross-sectional findings from the UK millennium cohort study. BMJ Open, 9(9), 031161.

Young, R., Len-Rios, M., & Young, H. (2017). Romantic motivations for social media use, social comparison, and online aggression among adolescents. Computers in Human Behavior, 75, 385–395.

 

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

LAPORAN PRAKTIKUM OBSERVASI DAYA TARIK WISATA DESA CLAKET, MOJOKERTO

Editor Redaksi
24 Oktober 2024
0

Mata Kuliah : Bisnis Ekowisata Dosen Pengampu : Garsione Agni Andrea. S.Pd., M.Sc. Disusun Oleh : Yuni Eka Qotrunnada ​​(21045010076)...

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

PROGRAM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PELAYANAN PUBLIK

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Ade Rizky Anantya1, Natalia Cristina Saragih2, Oktaviani Lumban Raja3, Dra. Berlianti, MSP4. Universitas Sumatera Utara Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Pengaruh Asuransi Kesehatan Terhadap Kualitas Hidup Pekerja Informal Di Kota Medan

Editor Redaksi
8 Oktober 2024
0

Oleh: Elsi Apulina Br Tarigan (210902100), Mutiara Violanda Sinaga (210902026), Rizki Ananda (200902092) PENDAHULUAN Asuransi kesehatan merupakan salah satu hal...

Dinamika Pertamini: Studi Kasus Tentang Larangan Penjualan BBM Eceran Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Editor Redaksi
3 September 2024
0

Jalu Aji Yodha Pradana, Nim. 2202016004 Administrasi Publik, Fisipol Universitas Mulawarman Email: [email protected] Masalah Utama Permasalahan penggunaan bahan bakar minyak...

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Efektivitas Penggunaan Token Ekonomi dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat pada Anak 

Editor Redaksi
19 Juli 2024
0

Ahmad Rasul Mahbubi 1)  Osinta Eka Febianti 2)  Muhammad Jamaluddin3) 1)Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.